
.
.
.
.
.
Hati Anna begitu bersyukur saat dia bisa kembali melihat senyum yang terukir dalam wajah Erland.
jiwa Akan seakan kembali hidup saat kini Anna dapat merasakan hangat dari genggaman tangan Erland.
"maaf karna ku kau jadi seperti ini."
"bukan suatu masalah bagiku asal dirimu aman disini."
"aku hanya takut kau pergi."
"aku tetap disini." ucap Erland sembari menujuk kearah letak hati pada tubuh Anna.
Anna menggenggap tangan kekar laki laki itu.
sembari tersenyum bahagia.
"Aku ingin kita selalu."
"selalu??" tanya Erland
"selalu bersama bukan?"
Erland hanya membalas dengan senyuman diwajahnya.
Ketika kedua manusia insan itu tengah berbalut kasih mereka di kejutkan dengan kehadiran Indah dan Elisya disana.
"mammm?" Sapa Erland.
"Astaga Erland kau sudah sadar sayang?" Ujar Indah yang berlari kedalam dekapan Anaknya itu
"astaga mam aku tidak apa"
"kau bilang tidak apa..? kau ini sudah ada di poasisi di ambang maut"
Keduanya hanya tertawa.
Indah mengedarkan pandangan kala dia melihat Anna disana.
"sejak kapan Anna disini"
__ADS_1
"hampir 1 jam"
"astaga bisa bisa kau datang lebih awal."
"Andre menelponku dan memintaku datang cepat."
"Dasar Andre seharusnya aku lebih dulu yang di kabari secara aku lah ibu kandungnya." Ujarnya
"Mam sudahlah ini permintaanku."
"Erland tapi seharusnya kau lebih membutuhkan momy bukan ..?" Ujar Elisya.
"Aku membutuhkan keduanya."
"tappii___"ujarnya menggantung.
"yang terpenting kalian ada disini"
♡♡♡♡
Anna memilih untuk mendatangi sebuh cafe dimana tidak jauh dari rumah sakit itu.
karna dia tidak tahan dengan bau rumah sakit yang membuatnya merasakan rasa mual.
"Astaga tidak biasanya aku seprti ini?"
"atau mungkin karna bau dari pengharum ruangan"
Gumanya yang di lontarkan oleh Anna sembari menunggu kedatangan pesanan.
"permisi espresso machine pesanan anda" Ujar barisa tersebut
"ahh terimakasi"
beberapa menit berlalu Anna masih asik menikmati secangkir kopi yang ada di meja itu.
sampai dia di kejutkan oleh seseorang yang tanpa di sangka.
sembari membaca buku novelnya Anna terdiam dalam alur cerita.
"aunty cantik" Suara itu membuat Anna merasa terkejut
Anna melihat kearah sumber suara dan ternyata
"Astaga Vannesa?" Ingatannya kembali kepada Anak kecil yang sempat di bawa oleh Ambar
"kamu ngapain disini?" tanyanya
"aku baru pulang sekolah aunty terus pengin beli cheese cake jadi kesini deh"
__ADS_1
"ya ampun lucu banget" guma Anna sembari mencubit pipi Vanessa
"Eh kamu kesini sama siapa?"
"Ada sama suster yang biasa jagain aku"
"ohhh astaga bagus Aunty kira kamu sendiri."
Anna merasa bahagia melihat vannesa disini.
"Eh aunty mau tanya .. momy Ambar masih suka kerumah kamu ga?"
"Yaa sering banget"
"Hemm bagus deh" ujar Anna bingung
"Momy lagi sibuk cari gaun aunty momy mau jadi princess dan deddy rajanya."
Anna merasa bingung jika harus berbicara dengan akan kevil pasalnya dia jarang berinterkasi dengan pemikiran anak bayi.
"aduhhh Vanessa otak aunty agak lemot nihh maksud kamu momy pilih kaun?"
"Yaaa momy sama daddy bakal menikah kaya yang di film disney itu aunty."
Mendengar kalimat itu Anna langsung paham dia terkejut hingga reflek menutup mulutnya
"Astaga Ambar tidak bilang apa2 padaku" gumanya.
"Nanti Momy bakal tinggal bareng jadi nessa ga kesepain lagi deh"
Anna melihat senyum yang terukir di wajah Vannes membuatnya yakin bahwa cinta yang dituangkan Ambar untuk Vannesa begitu dalam kepada wanita mungil ini
"Aunty Anna makannya banyak banget kaya ibu hamil aja" ujar Vannesa dengan polos membuat Anna tertawa
"memangnya Vanessa tau dari mana kalo ibu hamil makannya banyak."
"ya soalnya kucing Nessa di rumah lagi hamil trus makannya banyak" jelas Vannesa membuat Anna tertawa.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡