
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
" Anna jika kau sudah selesai berbelanja kau bisa menghubungi driver. "
"Ya ibu. "
ujar Anna tidak lama mematikan telfonya.
1 jam kemudian.
Anna telah menyelesaikan pembayarannya.
dia sembari menunggu kedatangan Driver yang akan menjemputnya.
tak lama ponselnya berbunyi.
"Nona maaf mungkin saya akan sedikit telat karna jalan sangat macet saya rasa ada terjadi kecelakaan karna banyak polisi di tempat dan sebagian jalan di alihkan jadi mungkin saya akan sedikit merepotkan anda karna saya harus lewat di jalan utama."
"Ah baiklah pak jadi bapak akan menunggu saya di mana. "
"Di samping lampu merah kota"
"baiklah berarti saya harus mutar? "
"Iya nona maaf merepotkan anda karna memang betul ini tempat sangat ramai dan jalan di tutup jadi saya tidak bisa menjemput anda di depan toko. "
"Tidak papa pak lagi pula tidak terlalu jauh dari arah sini. "
"ah baiklah non hati hati di jalan. "
Anna mematikan telfon.
dia melihat peta di sekitarnya.
"Jika aku harus lewat kearah sini, ah astaga ini akan terlalu jauh. aku membawa banyak barang.. wait wait ini apa?" Guma Anna lirih sembari membaca peta.
Dia ngezoom layar kacanya.
"astaga disini ada jalan kecil yang lebih dekat. aku rasa ini akan efektif baik lah."
Ujar Anna mengikuti arah peta itu.
__ADS_1
sampai akhirnya dia menemukan jalan kecil itu.
"Apa benar ini jalan nya? astaga ini terlalu gelap. " ujar Anna sembari melihat kembali ponselnya.
"tapi betul ini"
Akhirnya pilihannya hanya itu karna dia sudah setengah jalan.
"baiklah baby momy akan melindungi mu" lirih nya.
sampai di pertengahan jalan saat dia akan selesai melewati tempat itu Anna begitu terkejut saat dia melihat seorang tengah duduk dengan menyembunyikan kepalanya pada letak kakinya yang tertekut.
Anna sedikit ragu di sana.
hingga rasanya dia ingin berbalik arah.
Namun Anna penasaran dengan lelaki itu.
sampai akhir nya pikirannya berubah.
"dia seperti sedang membutuhkan pertolongan" ujarnya dalam hati.
Anna meyakinkan dirinya.
Anna menyentuh lengan tangannya.
namun tidak ada pergerakan.
"Fernando Orlando"
Mata Anna membulat.
"Astaga Nando?? "
Anna menarik badan Nando.
dan dia terjatuh saat lengan Anna memegangi leher Nando.
Nando terlelap disana.
Anna terus menepuk pipi nando sembari memanggilnya.
"Nando.....Nando.. " suara itu.
Dalam setengah sadarnya Nando seperti merasa tengah berada di pelukan ibunya bahkan sentuhan tangan itu di pipinya mengingatkan nya pada tangan mungil ibunya.
Nando berusaha membuka matanya.
"Help me mommm" suara Nando lirih
Anna terus memanggil manggil nama Nando.
"Help mee " rintihnya
__ADS_1
Anna merasa panik disana.
apa lagi saat dia melihat lengah kiri Nando yang sudah banyak bercak darah.
Anna mencari ponselnya di tas.
hingga dia menelfon drivernya.
"Pak tolong maju kedepan sedikit saya berada di jalan kecil sana. "
"Jalan kecil yang ada rumah itu non? "
"Ya pak Tolong cepat. "
Driver Anna yang mendengar suara Anna seperti panik dia segera menyalahkan mesin mobil.
"Terus nanti tolong untuk bapak keluar yah bantu saya. "
Mendengar kalimat itu sangat sopir semakin panik.
Tidak ada 1 menit driver tersebut sampai disana.
sampai dia keluar dan memanggil manggil anak majikannya.
"non????! "
"pak tolong bantu saya "
Driver tersebut terkejut saat melihat seorang lelaki disana.
"non siapa dia? "
"sudah pak bantu terlebih dahulu. "
Akhirnya dalam waktu singkat keduanya berhasil membawa Nando pergi.
Anna membawa nando kesebuah rumah sakit yang berada disana.
pikiran Anna begitu kacau hingga dia tidak bisa berpikir hal lain selain menyelamatkan Nando saat ini.
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡♡
__ADS_1