Another Loved

Another Loved
68.Satu langkah lagi


__ADS_3

.


.


.


.


.


Jihan mencoba untuk duduk dan menenangkan dirinya setelah beberapa saat dia terlalu larut dalam emosi kini dia mencoab untuk menenangkan dirinya sendiri disamping wanita mudà itu yang tak lain adalah Anak tirinya.


"Ibumu adalah teman dekatku sejak kita masih duduk dibangku sekolah dasar saat kami masih di tinggal di Korea dulu.Ibumu adalah primado di sekolah,dulu semua orang menyukainya, semua orang selalu memandanginya, semua orang ingin menjadi temannya, dia juga berasal dari orang kaya dia memiliki segala hal yang aku ingin miliki kehidupannya sangat sempurna begitu jika di lihat, sampai pada akhirnya dia memilih untuk kuliah diluar negri namun beberapa waktu setelahnya aku mendengar bahwa dia akan menikah, dan sialnya dia menikah dengan lelaki yang sangat kaya aku melihat dengan mata kepalaku sendiri betapa bahagianya menjadi dia. sedang aku yang hidup dari keluarga miskin dan tetap seperti itu sampai pada akhirnya aku muak dengan tingkah laku suamiku saat ini dari situlah aku berfikir untuk merebut Basuki dari perlukan nya."


"kau menghianati sahabatmu sendiri" ujar Anna tidak menyangka.


"karna aku menginginkah kehidupan sepertinya."


"Aku membunuh suamiku karna aku ingin terlepas darinya setelah aku berhasil mendapatkan ayahmu dan menyingkirkan wanita itu."


"dan kau melakukan hal yang sama pada ayahku membunuhnya seperti engkau membunuh mantan suamimu itu."


"yaa sudah ku bilang aku takut hidup miskin seperti dulu."


"kau tidak pernah menyangka jika segala kejahatanmu akan kembali pada dirimu sendiri."


"aku tidak perduli itu aku hanya ingin Gavin memiliki kehidupan yang lebih baik daripada aku. aku tidak ingin anak kandungku merasakan apa yang aku rasakan dulu aku ingin dia hidup lebih baik."


"Racun apa yang kau berikan kepada ayahku."


"apa lagi kau bukan bunga oleander yang mengisi semua taman ku."

__ADS_1


"jadi benar kau juga yang mengganti surat wasiat ayahku?"


"benat memang benar semuanya ku ganti atas nama Gavin Tahalea karna aku menginginkah itu sejak lama." Ujar Jihan Sudah frustasi mengingat betapa otaknya hanya di isi dengan harta tanpa memandang kejahatan yang dia lakukan.


"kau mengertii Gianna Tahalea.?" lanjut jihan.


"Kau memang wanita tidak tahu diri bodohnya ayahku bisa memilihmu."


"hahah Ibumulah yang bodoh bukan aku."


"Jangan membawa bawa ibuku dia begitu berharga tidak sepertimu wanita sampah." Ujar Anna geram


Dan "Plaaakkk"


satu Tamparan mendarat di pipi kanan Anna begitu keras.


Anna dapat merasakan rasa perih dan panas yang dia rasakan setelah serangan yang tanpa dia duga.


"Jaga bicaramu!"


"Kau wanita tidak tahu diri." Ujar Anna terbawa Emosi.


"Pergi dari rumahku.!!" Ujar Jihan


♡♡♡♡


Lepas dari itu semua Anna memilih untu meninggalkan rumah itu dia tidak ingin sesuatu terjadi lebih padanya nanti.


Dia juga tidak ingin dikuasai oleh emosinya yang saat ini bisa dibilang ada di puncak.


Anna segera merogoh saku nya dan mencari benda tipis yang ada disana.

__ADS_1


Anna mendapatinya dia segera mencari nama seseorang yang ada disana.


tak menunggu waktu lama telfon itu terangkat.


"bagaimana?"


"aku mendapatkannya."


"baiklah kerja bagus Nak."


"Terimakasi setelah ini kau bisa membantuku bukan."


"akan aku lakukan "


"baiklah."


Anna melempar ponsel itu kesembaran arah.


Dia kembali menghembuskan nafasnya tanda untuk menetralkan keadaan.


"Astaga Ibu aku membutuhkanmu saat ini..aku hanya ingin berada di dalam pelukanmu saja dan bertanya mengapa masalah hidupku begitu rumit."


Ujar Anna yang memeluk setir lingkaran itu dan memendamkan wajahnya didalam.


.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡♡


__ADS_2