Another Loved

Another Loved
109. Wedding day's


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡♡


~holla teman Author maaf baru up lagi karna dari kemaren masih banyak urusan yang harus di selesaikan, meski begitu Author tetep merindukan kalian kok, sehat selalu yang teman Author salam sukses.~


Mentari menyinari bumi yang indah hari ini, tak kala awan melihatkan aura birunya yang sangat cerah secerah kebahagian Gianna pada hari ini.


Sejak malam Anna tak kunjung tidur karna benaknya terus memikirkan esok hari. membuatnya susah pulas.


bagaimana tidak Anna merasa bahagia sedangkan hari ini bertepatan dengan hari yang sangat di nantikan oleh Gianna.


Ya benar saja hari ini adalah hari pernikahannya.


meskipun begitu Anna tetap tidak kehilangan jati dirinya tak kala dia tetap bangun kesiangan.


padahal sudah banyak para pelayan yang mengingatkannya.


namun Anna tetap pulas dalam mimpi.


saat pintu itu terketuk.


"Nona, anda harus segera bangun sebentar lagi make up wedding organiser akan datang." Ujar pelayan itu dari luar.


tak kunjung mendapatkan jawaban pelayan itu sudah mulai resah.


Ia berulang kali mengetuk pintu itu namun tak ada tertengar suara dari dalam sana.


♡♡♡♡


Anna merasa seorang lelaki dengan senyuman berjalan dari lorong mendekati dirinya.


Saat dirinya tengah mendudukan diri disofa dekat jendela, Namun perasaanya begitu senang ketika lelaki itu datang menghampiri.


Dia merasa hatinya lega layaknya seseorang ketika menantikan pujaan hatinya yang tak lama kembali.


Anna meranjak dari sofa dan datang menghampiri lelaki itu, saat tak kala keduanya saling berpeluk melepas rasa rindu.


♡♡♡♡♡


Dan tak lama Anna merasa begitu kaget dia segera beranjak duduk.

__ADS_1


"Astaga." Gumanya dengan nafas terbata bata.


Anna melihat Ponselnya yang menyala diatas nakas tempat tidurnya.


Anna mengechek ponsel itu dan dia begitu kaget saat mendapati begitu banyak panggilan tak terjawab dari orang-orang disekitarnya.


namun matanya menyoroti pesan Erland disana.


"Sayang angkat telfonku pelayan bilang kau belum juga keluar dari kamar kau harus segera bersiap ini hari bahagia kita."


Anna kembali terkejut "Astaga aku rasa aku mati dalam tidur kenapa aku tidak menyadari panggilan dari banyak orang." Ujar Anna


Anna segera turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi.


Dia ingin mandi terlebih dahulu sebelum bertemu dengan pembantu acara mereka di bawah sana.


Anna meyiapkan air dalam bethub dengan berbagai sabun yang telah di siapkan dari pihak perias pengantin.


Anna mendudukan dirinya sembari meregangkan otot kakinya.


Anna menikmati sensai air panas dan aroma mawar di sekelilingnya.


Namun Fikirnya kembali pada mimpi yang barusaja dia alami.


Anna kembali mengingat mengapa dia melihat seseornag yang tampak asing.


dan untuk kali ini justru dia melihat wajahnya yang lebih jelas dan betul itu bukan Erland


Siapa lelaki itu. kalimat yang terus bermunculan di kepala Anna.


"Astaga aku tidak boleh memikirkannya apa lagi ini adalah hari pernikahanku. mungkin itu hanya potongan memori yang nyasar?" felling Anna.


♡♡♡♡


Anna menyusuri Anna tangga besar itu.


dia melihat banyak orang telah berkumpul, terlebih saat Anna semakin dekat menuruni lantai bawah semua sorot mata tertuju pada dirinya.


Anna begitu merasa bersalah apa lagi disitu terlihat jelas ibu Erland yang memperhatikannya.


Anna segera menghampiri .


"Hai mom, maaf aku baru tidur jam 4 karna aku tidak bisa tidur semalam." Ujar Anna tak Enak hati.


"Ah tidak papa momy mengerti. sekarang pergilah kedalam kamar itu para pelayan dan yang akan meriasmu sudah menunggu."


"Ah terimakasi mom." Guma Anna yang akan meninggalkan Indah.


baru beberapa langkah dia pergi Anna kembali merasa terpanggil.


"Anna kemari sebentar."


Anna yang menyadari itu dia segera berbalik Arah.

__ADS_1


"Sebelumnya kenalkan ini roy rompies dia kekasihnya Elisya." Ujar Indah


"Senang bertemu denganmu." Kalimat Anna sembari mengulurkan tangan


"Lalu dimana Elisya mom?" tanya Anna mengingat Adik Erland


"Ah dia tengah memilih long dress yang akan dia kenakan. dan itu akan sangat lama jadi jangan kau fikirkan kau akan bertemu dengannya nanti." Ujar Indah


"Baiklah Aku pergi dulu ya mom." Jawab Anna berlalu.


dalam langkahnya Anna merasa perasaanya begitu tidak enak.


bahkan hingga saat dia tengah di make up bisa terlihat sekali wajah Anna yang cemas dan khawatir.


"anda tidak apa nyonya?" Tanya wanita yang sejak tadi merias Anna


"Ah tidak aku hanya merasa cemas dan perasaanku tidak enak." Jawab Anna


"oh itu tidak apa wajah di alami oleh banyak client ku yang akan mengganti status mereka." Ujar wanita itu mencoba menenangkan Anna.


Anna mencoba untuk tarik nafas dan mengontrol detak jantungnya.


dan tetap berfikir positif bagi Anna ini akan berpengaruh akan kehilangan rasa khawatirnya.


"Lihat kau di cermin nyonya kau sangat cantik dan elegant kau memang pantas mendapatkan gelar nyonya muda Hernandez. Dan ini kalung berlian yang sengaja Tuan Hernandez belikan untuk kau pakai di hari ini." Ujar wanita itu membuka kotak perhiasan yang tampak mewah.


"Benarkah kenapa dia tidak bilang padaku." tanya Anna


"Ya ini kalung dengan dikelilingi mata berlian menyeluruh. anda sangat beruntung."


Tidak butuh waktu lama kalung itu melekat pada leher jenjang Anna .


menampilkan pesona yang kian meningkat Anna lebih merasa percaya diri.


bahkan dia tidak habus terus memandangi kalung dan wajahnya.


tak lebih saat Anna melihat dirinya pada cermin menampakan gaun mewah dengan mahkota yang melekat di kepala.


"Aku siap melangkah bersamamu Erland." Ujarnya dalam hati.


.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2