Another Loved

Another Loved
45.Bukti Akurat


__ADS_3

.


.


.


.


.


Hari ini penerbangan kepulangan Anna Ke Jakarta setelah melewati beberapa hari berlibur.


Setelah beberapa Jam berada di pesawat membuat Anna merasa lelah karna perjalanannya.


Anna menunggu supirnya menjemput dari bandara, Anna terus melihat sekitar setelah beberapa menit dia melihat mobil yang tak asing baginya.


"Onad angkat barang-barang ke bagasi."


♡♡♡♡


Anna baru saja memberesi perlengkapannya setelah beberapa menit sudah berada di appartemen.


"Nad bagaimana perkembangan penelitian itu?"


"Tentang bukti?"


"Ya kau fikir apa lagi?"


"aku lupa tidak memberitahumu"


"memberi tahu apa?"


"Dari semua porses penelitian ternyata memang benar jika obat itu bukan lah resep yang di anjurkan oleh dokter"


Seketika Anna tercengang dengan pernyataan itu.

__ADS_1


"Kenapa loe ga ngasih tau gua dari kemaren?"


"ya gua liat loe lagi asik liburan jadi gua ga mau loe kepikiran"


"Halah bilang aja karna loe betah kan, biar gua juga gak buru buru balik karna kasus ini"


"Engak" Ujar Onad datar


"ngaku loe"


"heheh iya sih" gumanya sembari menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Anna terus terdiam disana sembari memikirkan apa saja yang saat ini muncul di dalam fikirannya.


"Gua ga habis fikir sih kenapa ada orang yang seperti itu."


"Ya namanya juga manusia hidup"


"Terus nad dengan efek dari obat itu.?"


"Terus untuk apa mereka melakukan itu?"


Keduanya sama sama berfikir.


Tiba tiba satu hal muncul di otak Onad. "Mungkin karna dia ingin menguasai harta bokap loe, haaa iyaa"


"yaa gua juga tau, dari dulu mereka ngincer harta ayah tapi yang lebih spesifik gitu loh"


"Ya kan gua bilang mungkin mereka sengaja membuat bokap loe rabun atau masalah dalam penglihatan biar dia ga bisa ngeliat jelas isi surat dari pengacaranya masalah harta warisan, siapa tau kan mereka menukar surat warisan itu dengan yang palsu yang bukan keluaran dari bokap loe dan bokap loe menganggapnya itu adalah yang asli."


Sekertika Anna mengerti dengan maksud Onad, Apa yang di ucapkan Onad sangat masuk akal baginya, bagaimanapun Anna tetap akan mempertahankan Perusahaan itu untuk ada di tanggannya karna hanya dialah putri kandungnya dia yang berhak mendapatkan apa yang menjadi miliknya terlebih segala usaha yang selama ini sudah berkembang pesat dia ingat jika Ibunya juga ikut membantu dalam pengembangan bisnis ayahnya.


"Apaa yang di ucapain loe bener nad"


"Nah kannn, gini aja na pokoknya kali ini loe harus focus gimn caranya supaya loe bisa merebut kembali apa yang menjadi hak loe dan loe bisa membantu ayah loe setidaknya dari akal licik si tupai itu."

__ADS_1


"loe benerrrr!"


"tenang Anna gua siap ada di samping loe"


"Yaa makasi ya nad."


" Tidak masalah, kalo bisa besok loe temui tuh si deteksif barangkali ada hal lain yang harus loe tau."


♡♡♡♡


Anna tengah duduk diatas ranjangnya dan focus pada maslaah yang saat ini sedang dia hadapi.


Anna telah membuat janji dengan orang orang itu, bagaimanapun Anna hanya ingin yang terbaik untuk Ayahnya.


"Gimana bokap mau percaya dengan hal yang nantinya akan gua ucapain secara segala hal semua sudah termakan rayuan di wanita tupai itu."


"Tapi gua ga boleh nyerah, bagaimanapun gua ingin Ayah selamat." Guamanya.


Anna melihat jam dinding dia melihat waktu menunjukan setengah satu pagi.


Dia jadi ingat jika beberapa hari ini dia tidak berkomunikasi dengan Erland.


Anna jarang sekali menelpon Erland lebih dulu, namun beberapa hari Erland tidak juga menelfon dirinya.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2