Another Loved

Another Loved
164. Tanpa Kabar


__ADS_3

.


.


.


🍁🍁🍁


Sebuah Restoran berbintang yang telah di pesan oleh Peter kini keduanya berada.


Nando dapat melihat bagaimana kini Victoria seakan menikmati setiap moment bersama Nando disana.


Bahkan disana Victoria banyak bercerita banyak hal, Kejadian seperti ini Nando sadari sudah lama tidak terjadi pada mereka


Dimana Nando berubah menjadi manusia dengan sikap dingin kecuali sikapnya kepada Gianna dan Hector.


Nando merasa bersalah, Harusnya dia bisa memilih diantara mereka. dan bersikap adil kepada keduanya Karna Nando sadar akan satu hal mereka memiliki porsi masing masing dalam hatinya.


Dan dalam pembicaraan itu beberapa pelayan datang menyuguhkan hidangan untuk keduanya.


Sesuai pesanan, Stike daging merah di suguhi makanan lainya sudah memenuhi meja makan mereka.


"Dagingnya tidak seperti sebiasanya, ini sedikit keras kau akan kesusahan" ujar Nando dengan mengalihkan piring miliknya di berikan kepada Victoria disana.


Victoria yang melihat Nando itu hanya tersenyum menerima pemberian Nando, Daging yang sudah di potong rapi.


"Terimakasi"


Nando hanya tersenyum disana.


Saat Nando sedang menikmati makanan, Pesan masuk di ponselnya


Dimana dia harus membukanya itu untuk mengechek.


"Hector terjatuh dari tangga sekarang kita lagi di rumah sakit"


Seketika itu Nando langsung tersedak.


"Ukhhhh... Ukhss"


Victoria yang melihat itu segera mengambil air putih di hadapannya untuk membantu Nando.


"Minum iniii, kau harus pelan saat makan" Ujarnya sembari mengelus pelas punggung laki laki itu.


Nando menarik nafasnya untuk memperbaiki keadaan.


Melihat jam tangan yang ada disana.


Jarum jam itu menujukan pukul Tiga Sore.


Benaknya ingin pulang dan menemui anaknya disana.

__ADS_1


"Ini sudah sore, Lebih baik kita pulang"


Victoria yang kini menjadi wanita penurut, beranjak dari duduk mengambil tas miliknya dan melangkah bersama Erland disana.


Didalam Mobil hanya ada kesunyiaan


Jiwa Nanti yang terus memikirkan keadaan Anna.


Namun kini dia jauh lebih lega saat Peter sudah dia perintahkan untuk mengurus semua kebutuhan Hector di Rumah Sakit.


Namun tetap saja dia tidak tenang.


"Sayang, Malam ini temanku ada Birthday party kau menemaniku bukan? " ujar Victoria


Nando semakin bingung di buatnya.


"Heummm maaf Baby aku harus kembali ke kantor dan mungkin hingga malam"


Hati Victoria kembali merasa kecewa.


dia memilih untuk diam disana.


Keheningan kembali terjadi sesaat.


sampai akhirnya pikiran Victoria berubah.


"Kau akan menemui perempuan itu bukan? Pergi ke Kantor kau jadikan alasan semata."


"Ini jumaat Nando harusnya urusan mu di Kantor tidak sepadat itu"


"Kau bahkan lebih perduli pada wanita itu, hingga kau mengabaikan ku"


Nando Hanya diam disana.


sampai akhirnya mobil mereka telah sampai di halaman luas rumah keduanya.


Niat Nando ingin pergi dari sana.


Namun berapa kali Victoria terus membujuk dan merayunya dengan alasan alasan yang keluar dari mulutnya.


hingga akhirnya Nando seakan tidak memiliki pilihan lain.


Keduanya kini berada di dalam kamar.


"Aku akan mandi" Ujar Nando melepaskan Jas


"baiklah,ingin sesuatu? "


"tidak? "


"Anggur? Ya boleh "

__ADS_1


Victoria melangkah menuju Bar yang berada tidak jauh dari kolam renang.


Victoria sedang merencanakan sesuatu


Dimana dia akan menuangkan kapsul tidur di dalam Wine yang akan di minimum oleh Nando.


sampai Victoria masuk kedalam kamarnya ternyata Nando masih di dalam kamar mandi.


akhirnya dia memilih untuk masuk kedalam sana.


dimana dia melihat Nando tengah berendam di Bath up.


Victoria berjalan melangkah mendekati Nando sembari memberikan gelas milik Nando.


tak lupa juga Victoria ikut bergabung dengan Nando di dalam sana.


🍁🍁🍁


"Bagaimana Dok?"


"semua baik baik saja, Hanya mengalami keretakan Tulang ringan, Karna Hector masih kecil kemungkinan pulihnya akan besar jadi tidak perlu cemas yang terpenting adalah berobat rutin untuk mengobati tulang"


"Baik dok terimakasi"


Gianna melangkah keluar ruangan dengan meninggalkan Hector yang ada di dalam.


Dia melihat lorong yang sepi bahkan sepertinya tidak ada tanda tanda kehadiran Nando disana.


Namun saat Anna melihat arah ke samping Peter hadir melangkah.


"Peter??"


"Ya nona?"


"Dimana Nando? "


"Tuan Nando masih ada urusan Nona" ujarnya bingung.


Anna hanya menganggug kosong disana sembari melangkah kembali memasuki ruangan.


Dalam langkahnya Anna memperhatikan ponsel dimana dia melihat Room chat miliknya.


Namun dari sana tidak ada tanda tanda dari Nando yang membalas pesan 15 menit lalu.


Anna enggan memikirkan itu mencoba berpaling dari benda tipis itu.


.


.


.

__ADS_1


.


🍁🍁🍁


__ADS_2