
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
Nando membuka pintu kamar Anna.
menampilkan seseorang tengah duduk menghadap jendela.
Membuat Nando yang melihat itu hanya tersenyum.
"Anna? "
Anna yang tengah melamun itu tersadar.
"Nando?? " Ujarnya melihat kearah belakang.
Nando dapat melihat bahwa Anna tengah memberikan Asi kepada Anaknya.
"Apa kau sudah makan malam? " Tanya Anna
"Sudah, makan malam yang terasa membosankan"
Anna mengerutkan keningnya.
"membosankan?? apa ada yang salah dengan bumbu masakanya?"
"tidak, rasanya tidak seperti biasanya karna aku kehilangan Bidadari dapur yang biasa duduk bersama di meja makan"
Anna yang mendengar itu tertawa lirih
" kau menyebutku bidadari dapur? "
Nando senyum lebar disana.
"Apa mengurus anak membuat mu lupa makan? " tanya Nando sembari mendudukan diri disofa.
"Aku sudah makan. "
"mereka bilang kau belum turun dari sore. "
"emmm maksudku aku sudah makan siang tadi. "
"bukankah ini sudah malam? "
" Ya setelah ini aku akan makan"
Mendengar kalimat itu membuat Nando beranjak dari duduk dan berjalan mengarah ke telfon rumah itu.
__ADS_1
tidak lama Telfon itu mendapatkan jawaban.
"Nyonya ada yang bisa saya bantu. "
"Bawa makan kesini, dikamar bayi"
"Baik Tuan."
Anna Melihah wajah anaknya di dalam box bayi itu menampilkan manik indah itu tengah terlelap dengan pulas.
Anna berjalan menjauhi tempat itu untuk mendatangi Nando yang sudah menunggunya.
"kenapa dipindah ke sini semua"
"supaya mereka memiliki perkerjaan"
Anna hanya tersenyum lirih.
"kau tau ibu pun memerlukan banyak nutrisi untuk kelancaran dan proteiin Asi, kau harus banyak makan demi anakmu " Ujar Nando memberikan suapan kepada Anna.
"aku bisa lakukan sendiri"
"Berhenti menolak ku. " Ujar Nando yang membuat Anna seketika terdiam disana, dia lebih memilih menurut perintah Nando.
Kini Anna merasa perutnya sudah penuh.
keduanya masih duduk bersama disana.
"bagaimana dengan keluarga mu apa kau telah memberi kabar mengenai ini" tanya Nando.
"apa aku akan di ajak? "
"jika kau mau tidak masalah"
Nando hanya mengangguk
"lalu bagaimana dengan keluarga mu di Indonesia"
Anna diam sejenak.
"Aku sudah tidak memiliki keluarga di Indonesia Generasi keluarga ayahku telah putus setelah kematiannya. kini tinggal aku sorang diri oh aku memiliki sahabat di sana, Dan baby boy memiliki nenek tapi aku rasa dia juga tidak akan hadir aku yang akan pulang kesana."
Nando menangguk paham.
"ah Nando terimakasi untuk waktu itu, kau menemani aku oprasi"
"tidak apa Anna itu sudah menjadi janjiku pada diriku sendiri untuk melindungimu dimana pun berada dan selalu ada untukmu" Ujar Nando yang kini merangkul tubuh Anna untuk lebih dekat dengannya.
Anna dapat merasakan dekapan Tulus hati Nando padanya.
sehingga membuat Anna merasa nyaman jika berada di sekitar Nando.
Nando menempel kan wajah nya di atas kepala Anna.
"Nando bagaimana dengan wanita itu? "
__ADS_1
Nando tau apa yang di pikirkan Anna.
"akan aku urus, kau tidak perlu hawatir"
"tapi aku takut dia datang dan melukai anakku. "
"tidak akan, aku berjanji itu. "
Anna melipat bibirnya dia mana Nando yang melihat itu begitu gemas.
Nando menggapai wajah itu.
mengelus dengan jempol yang menempel pada pipi Anna.
betapa dia bisa merasakan kelembutan dari kulit itu.
Tanpa di sadar keduanya.
jarak mereka semakin dekat.
Dan datang lah keduanya.
dimana Anna dapat merasakan sensasi kulit menempel pada bibirnya.
Anna hanya bisa memejamkan matanya membiarkan Nando yang melaluinya.
Keduanya saling larut dalam kemesraan itu ditambah suasana malam yang dingin.
Akhirnya keduanya melepaskan ikatan itu dalam beberapa saat.
Keduanya masih saling pandang.
Menempel kan kening keduanya. membuat pandangan mereka semakin dekat.
dengan Nando yang terus mengelus rahang muka Anna.
menarik satu nafas nya dan berkata "Aku takut kehilanganmu, aku tidak ingin kehilangan apa yang aku temukan sekarang sungguh aku tidak pernah berbohong padamu" ujar Nando.
"menemukan ku??? " tanya Anna bingung
Nando tidak menjawab itu dia hanya menarik tubuh Anna untuk dia bisa mendekap Anna.
"Kau akan mengerti suatu saat nanti. "
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
__ADS_1