
.
.
.
.
#Sebelumnya Author mau nyapa kalian teman teman⚘, terimakasi untuk semua udah mampir ke lapak "Another loved" berharap kalian suka dan dapat menghibur jangan lupa di vote❤
Anna masih merasa bersalah pada Erland mengenai berita itu terlebih lagi ini sudah dua hari Erland tidak ada kabar ini tidak seperti biasanya.
Berada di situasi seperti ini membuat Anna bingung pasalnya berita di luar sana pun tak semua nya benar. Anna yang melihatnya pun merasa heran, mereka menyebarkan berita yang belum tentu benar adanya hanya untuk eksistensi semata membuat Anna tak habis fikir terlebih hingga hari ini Anna pun belum sempat untuk membuat klarifikasi mengenai berita itu karna sejujurnya Anna tidak ingin bertindak tanpa adanya pemberitahuan dari pihak Erland sendiri.
Namun kenyataanya hingga saat ini Erland yang hilang tanpa kabar dan tanpa keterangan semakin membuat Anna merasa seperti memikul beban sendiri.
sedangkan berita di luar sana sudah gempar dan seakan wartawan maupun program acara tv sudah banyak yang mengincar incar Anna, ini membuatnya bingung.
"Apa loe ga pingin nemuin wartawan sebentar setidaknya memberikan penjelasan meski secuil" ujar Ambar di sampingnya.
"untuk saat ini tidak."
"kenapa? heh Anna loe sadar gak sihh loe lagi jadi pembicaraan di jagat raya ini."
"sadar hey siapa yang bareng sama loe? Jelas banget Erland Hernandez gimana orang orang ga tertarik membahasnya." Ujar Ambar sebari menemperkan tari tengahnya di dahi Anna.
"Ya abisnya mau gimana lagi orang Erland aja gak ada kabar."
"Annaaaaaa.. inget yaa yang namanya klarifikasi ya klarifikasi aja gak usah nunggu pihak lain lagian katanya loe udah kasih tau ke Erland lewat pesan."
"Ya tapi gua takut salah ngomong...."
"Ya udah terserahh loe gua mah ngasih tau ajaa yaa namanya temen.."
"Iya makasi."
"Makasi apa?"
"Udah perduli"
__ADS_1
"yaa gua mah perduli dari dulu, loe nya aja ga sadar diri."
"Wkkwk brisik loe."
♡♡♡♡
Anna tengah duduk di salah satu cafe, dia tengah menunggu seseorang, Anna berencana akan menemuin salah satu agen detektif hari ini. pasalnya waktunya tertuna seharusnya kemarin namun karna para awak media masih mengejar ngejar keberadaanya membuat Anna enggak untuk beranjak dari tempatnya tinggal.
13 menit Anna menunggu dengan sejuta rasa khawatir keberadaanya akan terungkap bahkan kali ini Anna menggunakan kacamata hitam berserta masker dengan rambut yang terkuncir menjulang keatas, simple namun tidak mengurangi kecantikannya.
"Apa benar ini Gianna Tahalea?" Ujar salah seorang lelaki yang berada di samping meja itu.
"Ya benar."
"Oh maaf membuat Anna menunggu lama." Disitu Anna baru saja menyadari jika ini orang yang dia cari.
"oh tidak apa, silahkan duduk pak."
"Ya terimakasi."
"Jadi perkenalkan nama saya Roy saya salah seorang dari dektektif yang Anda cari."
"kita langsung pada intinya saja. Jadi Nona Anna ada masalah apa yang membuat Anda merasa sesuatu perlu di usut"
"Saya mencurigai ibu tiri saya sendiri."
"Maksud Anda nona?" ujarnya merasa bingung.
"saya putri Tunggal dari pemilik perusahaan Angkasa Corp tentu bapak tidak asing bukan dengan nama itu."
"lalu permasalahan Anda apa nona?"
"Saya hanya mencurigai wanita yang kini menjadi ibu tiri saya, saya rasa dia memiliki rencana busuk di belakang saya untuk mencelakain ayah saya dan mengambil alih semua harta kekayaannya."
"Apa sebelumnya ada memiliki bukti yang lebih akurat lagi?"
"Ya mungkin sampai saat ini belum, namun itu baru kecurigaan saya pasalnya sejak dulu pun kita tidak memiliki hubungan baik satu sama lain."
"Apa Anda memiliki dokument riwayat wanita tersebut?"
__ADS_1
"hmm untuk sampai saat ini belum."
"Oke nona aku anggap ini masalah pertama untuk masalah ataupun bukti bukti lainnya kita bicarakan lagi di pertemuan selanjutnya, namun saya sebelumnya meminta anda untuk memastikan terlebih dahulu dan saya harap anda dengan senang hati ikut serta adil dalam mengusut masalah ini, Agar segala bukti bukti dapat segera terselesaikan."
"Baiklah pak, saya mengerti dan mungkin nanti jika masih ada sesuatu yang akan saya tanyakan mungkin nanti kita bisa saling menghubungin."
"baiklah nona, saya kira pertemuan kali ini dirasa cukup mohon maaf saya tidak bisa berlama lama karna memang dari kantor pusat masih ada yang perlu di selesaikan"
"Baiklah terimakasi saya harap kita bisa bekerja sama untuk hal ini." Ucap Anna dengan berjaba tangan dan menerima kepergian tamunya itu.
♡♡♡♡
Ambar tengah berjalan keluar gedung. dia baru saja menyelesaikan syutingnya hari ini di temani oleh beberapa asisten nya ambar pergi kearah besment guna pulang.
Namun saat di tengah perjalanan Ambar di kejutkan oleh beberapa wartawan yang menghalangi jalanya.
" Eh eh eh tolong dimohon untuk tenang semua." Ucap Asisten Ambar yang menahan orang-orang di depannya.
"Ada apa ini?" tanya Ambar pada salah satu rekan wartawan.
"Ka Ambar minta waktu sebentar boleh?" ucap wanita itu.
"Ka Ambar bagaimana tanggapan atau respon ka Ambar mengenai berita yang saat ini tengah hangat menjadi perbincangan yang tak lain adalah temen dekat ka Ambarr sendiri."
"hahha kalo itu sih sepertinya ga ada urusannya sama saya ya mba"
"Tapi setahu kita kan mba Ambar satu tempat tinggal dengan Ka Anna, mungkin Ka Anna adakalanya bercerita mengenai hubungan yang terjalin Antara Gianna Tahalea dan Erland Hernandez" Tanya wanita itu
"Oh sampai saat ini sih ga ada ya, dan mungkin kalo ada pun ya kalian ga perlu tau, masalahnya kalian tanya kepada orang yang salah yang punya hubungan kan Anna kenapa jadi saya yang di wawancarai.?"
"sebagai seorang teman bagaimana tanggapan Anda mengenai kabarnya hubungan Anna dengan pembisnis muda itu?"
"ya saya sebagai teman setuju setuju aja selagi dia bahagia saya oke oke aja.. bagaimanapun saya hanya temen dukungan itu pasti tapi kita kembalikan lagi kepada Anna sendiri yang tau bahagia atau tidakanyakan dia sendiri."
"oke udah dulu ya saya udah di tunggu seseorang nih." Ujar Ambar sembari pergi menuju mobilnya.
Saat sudah di dalam mobil Ambar ngedumel.
"Orang pada gila gilanya ya yang punya masalah siapa yang di wawancara siapa.. mending aja mengenai hubungan gua.. ini gua ga tau apa apa gua yang di wawancara."
__ADS_1
"Ya namanya juga orang hidup" Ujar asisten nya di samping.
♡♡♡♡♡♡