Another Loved

Another Loved
147. Saling Mengungkapkan


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡


Anna mendudukan dirinya di samping Nando.


betapa kini yang dia rasakan adalah udara dingin yang menembus kulit nya.


Nando yang melihat itu dia cukup peka.


untuk membawa Anna dalam dekapanya.


"Apa kita harus masuk?" Tanya Nando


"Tidak apaa.. "


"apa yang ingin kau bicara kan"


Anna menarik nafasnya.


"kau berbohong bukan? "


Nando kikuk di buatnya.


"apa yang membuat kau mengira aku berbohong" tanya Nando.


"Tentang amnesia itu."


Nando kaget mendengarnya


"Faktanya kau tidak kehilangan ingatanmu" ujar Anna


Nando teringat perkataan Peter.


"Ya aku tidak amnesia" Ujar Nando sembari menegug Wine.


"apa alasanmu?"


"karna aku ingin mendapatkanmu"


"chiksssss.. Dengan cara seperti itu? "

__ADS_1


Nando hanya mengangguk.


Anna tidak tau dengan perasaanya kini, dia merasa di permainkan, ada marah ada pula rasa bingung.


Nando melihat kesedihan Anna disana.


dia mulai merasa cemas dan bersalah.


"Anna aku tidak bermaksud. "


"Kenapa kau melakukan itu hiks apa tidak ada cara lain? "


Nando menarik tubuh Anna untuk ada di dekapannya.


"jangan sentuh aku lepaskan lepaskan. "


nyatanya semakin Anna memberontak semakin Nando mendekap nya kencang.


"Tolong dengarkan aku terlebih dahulu."


Anna menangis di sana.


"tenang oke"


Sebelum dia berbicara Nando memilih untuk menenangkan aku.


membiarkan dia menangis hingga berhenti.


" tolong dengarkan aku, dan aku meminta kau percaya ini, biarkan aku meminta maaf dengan kejujuran "


"Honey, jauh sebelum aku melihatmu aku sudah jatuh cinta padamu, fitur wajahmu selalu muncul dalam dunia imajinasi ku membawa aku ingin menemukanmu. kau bisa lihat pertama kali kau datang di rumahku, banyak lukisan wajahmu bukan? karna aku mencarimu sejak lama. hingga akhir aku berpapasan denganmu itu bagaikan mimpi untuku, tapi mereka tidak pernah percaya aku menemukanmu. Hasratku untuk memilikimu terpentang jauh sampai akhirnya aku bisa mengenal denganmu lebih dalam, bagiku ini adalah Hadiah Tuhan untuku, aku tidak ingin menyia nyiakan itu, sampai hari dimana aku tidak sengaja melihat mu menangis merindukan seseorang aku menyadari bahwa kau masih mencintai nya itu membuatku sulit masuk dalam kehidupanmu. hingga akhirnya aku memanfaatkan keadaan untuk membuatku lebih dekat denganmu, untuk membuatmu tidak bisa jauh dariku, tidak ada pilihan lain Anna untuk aku bisa masuk kedalam hatimu selain aku berpura-pura, mengukir momen indah bersama mu, untuk perlahan aku obati rindu serta cintamu yang harus kau pendam sendirian. Aku mencintaimu Anna sungguh ketakutan terbesarku saat ini adalah kehilanganmu tidak pernah aku merasakan rasa nyaman ini selain bersama ibuku dan kamu. maka tolong ajari aku untuk bisa menjadikan hatimu sebagai tempat berpulangku."


Anna yang mendengar itu hanya diam.


"tidak ada niat untuk aku mempermainkan mu, niatku hanya ingin masuk kedalam hatimu"


"aku mencintaimu Anna sungguh"


"kau sedang mabuk" ujar Anna


"hahhaaa... satu botol wine tidak akan membawa ku mabuk."


"kau ingin masuk dalam hatiku? " Ujar Anna pelan.


"Aku sedang berusaha mencobanya. tidak akan aku menyerah" Ujar Nando terus membelai lembut kepala Anna.


"dan kau telah mendapat nya"


Nando bingung dengan kalimat itu.


"Aku telah mendapatkannya? "

__ADS_1


Anna mengangguk


"aku mencintaimu"


kalimat itu membawa Nando seakan tengah di selimuti rasa bahagia di malam ini.


apa yang dia inginkan dan dia tunggu berakhir di penantian malam ini semua terjawab.


Nando mendekati wajah Anna untuk mendapatkan kembali bibir manis Anna.


dan ya Keduanya sedang berciuman panas di tepi kolam.


dengan angin malam yang menyapu keduanya.


Terus menyusuri bibir Anna membuat Nando hampir hilang kendali.


melepaskan ikatan karna dia tau itu bukan tempat yang pas.


Senyum Anna memberikan artinya bagi Nando.


"kita harus masuk honey angin malam tidak baik untukmu"


Keduanya memilih untuk masuk kedalam rumah.


Nando terus menggenggam tangan mungil Anna.


memberikan senyum terindahnya yang tidak semua orang bisa mendapatkan nya.


"Malam ini tidur bersama bukan? "


Anna hanya tersenyum disana.


"Tapi tidak di kamarmu"


"kenapa? "


"itu terlalu jauh dengan kamar Hector aku takut di menangis."


"Akh benar "


Keduanya memilih untuk beristirahat di kamar Anna yang terhubung dengan kamar Hector supaya Anna tetap bisa memantau anaknya.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2