
#Jangan lupa Vote dan Like "Another loved " yah Thedevvulic dan selalu dukung author, Semoga kalian sehat yah semua dimanapun Thedevvulic berada. 💕
#Jangan lupa Follow IG Author writterdevvu, Thanks Semua💙
.
.
.
.
♡♡♡♡
Kini Nando berhasil membawa wanita itu duduk bersamanya di sebuah resto yang ada di sebrang gedung apartemen.
"Jika kau tidak begini aku pun tidak mungkin akan seperti ini Nando, Sudah aku katakan berapa kali Nando berhenti menemui wanita itu. kau ini milikku kau suami" ujar Victoria disana menahan air mata dibarengi dengan amarah.
Victoria menarik nafasnya untuk mencoba menetralisir keadaan dan emosi dalam dirinya yang kini mungkin menyelemuti perasaan nya.
yang mana membayangkan Nando bersama Gianna saja sudah membuat hatinya merasa sesak.
sedangkan Nando disana hanya terdiam.
"Baiklah Nando aku ingin bertanya padamu? Tatap mataku Nando? please" ujarnya sembari memohon
Nando yang sejak tadi terdiam karna memikirkan apa yang di ucapan Victoria.
kini mencoba untuk memfokuskan dirinya setelah Victoria meminta.
"You see, apa kurang ku untukmu? dan kelebihan wanita itu? "
Seketika mata keduanya saling bersorot satu sama lain.
"Kau berperilaku kepada hubungan kita seperti ini artinya kau memiliki sebab dan alasan bukan?! katakan Nando apa kurang ku? " lanjutnya.
Nando yang masih diam disana.
dia terbayang pada ingatannya berapa puluh tahun lalu saat ayahnya meminta untuk dirinya hanya focus pada satu wanita yang bisa saling membangun cinta dan menjadikan cinta sebagai pelengkap hidupnya.
__ADS_1
bayangannya justru hanya tertuju pada wanita satu yang selama ini dia inginkan, selama ini dia tunggu dan selama ini dia harapkan kedatangannya.
kini dia hadir disamping Nando, bertemu dengan Gianna itu seperti mimpi bagi Nando.
Nando yang hanya mengenal putih dan hitam, hadirnya Gianna merubah semua monokrom kehidupan.
Sinar dan senyum Gianna untuknya seperti membawa arti baru di kehidupan nya.
bahkan mungkin kini dia lebih mengenal belas kasihan setelah Gianna yang mengajari nya.
"mungkin inilah yang Daddy rasakan saat bertemu dengan momy"ujarnya dalam hati.
sampai lamunan itu sinar saat dirinya menyadari dia sedang tidak sendiri.
Nando memandangi wanita yang duduk di hadapan nya.
wanita yang dulu jelas dia cintai, namun cinta itu sudah hilang seiring berjalannya waktu.
Kini dia hadir untuk kembali mempertanyakan perasaan dan hubungan yang mereka jalani.
"Sebabnya aku mencintai Gianna, Alasannya aku mencintai Gianna. " Ujar nya.
Victoria yang mendengar itu hanya bisa menahan lara dalam dirinya.
"kau sudah tidak mencintaiku lagi? " Tanya Victoria dengan air mata yang mengalir.
namun dengan sikap yang begitu dingin.
"aku sudah mencoba mempertanyakan ini pada hatiku tapi jawabannya berbeda"
"sampai kapan kau bisa mencintai ku lagi Nando katakan aku akan menunggu, sejauh apapun aku akan menunggu" Ujar Victoria dengan penuh keyakinan.
Nando yang sudah merasa iba dengan keadaan Victoria disana apalagi melihat kondisi nya kini.
"Victoria, Terimakasi untuk keyakinanmu mencintaku , dan kau tidak perlu membuang terlalu banyak waktu hanya untuk menungguku. kau hanya perlu waktu menunggu seseorang yang memang pantas kau tunggu, Memang seharusnya aku berkata padamu sejak dulu bahwa kita tidak bisa menikah. "
"kau akan tetap menjadi teman kecilku aku akan tetap mengingat bagaimana kau menangis dan kembali tersenyum setelah mendapatkan permen Vanilla dariku. " lanjut Nando di barengi dengan perginya dia meninggalkan Victoria disana.
Nando melangkah meninggalkan tepat itu namun dirinya berhenti terdiam saat baru saja menutup pintu kaca itu.
__ADS_1
kemudian memori nya teringat dengan anak kecil yang jatuh dari sepeda di sekitar rumahnya.
yang mana anak gadis itu terus menangis, namun saat Nando memberikan permen Vanilla dari saku bajunya tak lama anak gadis itu kembali tersenyum.
dan tak di sangka saat mereka menginjak usia sekolah dasar ternyata mereka di pertemukan di satu atap sekolah yang sama.
hingga kini keduanya masih bersama, bahkan saat Nando meminta izin pada ibu dari anak gadis itu untuk menjaga anak perempuannya agar tidak menangis.
namun kini saat mereka dewasa, berada di posisi merelakan sesuatu membuat Nando harus mengkhianati janjinya sendiri.
Hubungan sesama manusia adalah hal tersulit bagi Nando.
Nando yang tidak ingin terus larut dalam memori itu dia kembali melangkah.
♡♡♡♡
Tak lama selang dia menekan bel, pintu itu terbuka bersamaan dengan hadirnya Gianna disana.
Senyum Gianna seakan menyambut Nando disana di balas dengan kebahagiaan.
Nando mendekati Gianna yang mana jarak mereka tidak terlalu jauh itu.
dengan cepat tangannya menggapai kepala Anna disana dan mencium kening wanita itu.
"kenapa kau sangat lama" ujarnya dengan langkah memasuki penthouse itu.
"Ya aku sedikit urusan, Dimana Hector"
"dia kembali tertidur di kamar"
"baguslah setidaknya tidak ada yang menggangu kita"
Gianna yang mendengar itu hanya menaikan alisnya.
Dan Nando yang melihat itu hanya tertawa lirih.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡♡