Another Loved

Another Loved
130. Kejujuran Nama


__ADS_3

.


.


.


.


♡♡♡


Gianna mendatangi sebuah tempat yang telah di bagikan Alamatnya melalui sebuah surat kecil.


Mobil yang anak kendarai memasuki sebuah gerbang tinggi.


tidak lama seorang berbadan kekar menghampiri mobil itu.


Anna merasa heran di buatnya.


Bahkan supir yang membawa Anna pun seperti terlihat gugup


namun tidak lama keduanya mengobrol.


Anna tidak paham apa yang mereka bicarakan.


namun tidak lama.


Mobil itu di periksa beberapa bagian tertentu oleh dua orang.


Setelah tidak ada kecurigaan Mobil Anna di persilahkan masuk oleh kedua lelaki berbadan kekar itu.


Anna begitu Heran dengan pemandangan yang dia lihat.


"Mengapa jarak gerbang dengan bangunan ini sangat jauh." Guma Anna setelah mobil itu berhenti.


Supir pribadinya bilang jika telah sampai.


Anna melihat sekeliling


"Ini seperti kuil." ujar Wanita itu dalam hati


Tak lama seseorang menjemputnya.


"Nona Gianna?" Panggil nya.


Anna yang mendengar itu mencari sumber suara.


"Ini laki laki yang menabrakku saat itu?" Guma Anna.


"You?" jawabnya.


"Come it." Ujar Peter menyuruh Anna mengikutinya.


"No.. i want meet Kamal." tegas Anna


"Aku akan membawamu menemui Tuan Kamal." Ujar Peter.


"mengapa orang orang disini banyak berbahasa Indonesia." Ujarnya dalam hati


Anna mengikuti langkah lelaki yang berjalan di depannya.

__ADS_1


Anna mencoba mempercainya.


"Dimana pesta itu?" Tanya Anna


Namun tidak mendapatkan jawaban.


Mereka berjalan cukup jauh.


sebelum akhirnya Anna disuruh menunggu di suatu tempat tepi kolam renang besar dan sebuah meja makan penuh.


Anna duduk di meja itu.


Anna memperhatikan sekeliling.


"Astaga ini rumah seperti hotel di Istanbul." Ujarnya dalam hati.


Namun begitu terkejutnya saat seorang datang menghampiri Anna.


Dia langsung mendudukan diri di hadapan Anna.


Anna terkejut melihat nya.


"kemalll?" gumanya.


"Jadi dimana pesta itu?" tanya Anna.


"pesta?" tanya Nando.


"kau mengundangku untuk datang pesta ulang tahunmu."


"Hanya anak kecil yang mengadakan pesta ulang tahun." Ujar Nando dengan menenggak anggur merah.


"Aku mengundangmu untuk makan malam bersama."


Anna terkejut dengan kekonyolan itu


Awal nya Anna begitu malam dengan keadaan itu. namun di fikir dia pun bosan jika harus di rumah terus menerus.


Alhasil membuat keterpaksaan Anna menjadi alasan dia tetap stay disana.


Di sela makan keduanya asik mengobrol.


tanpa di sadari Anna menyadari jika Kamal bukanlah seorang lelaki yang dingin yang pertama kali dia lihat.


"bagaimana dengan wanita itu..? dia calon istrimu?" Tanya Anna


Nando yang mendengar itu membuatnya tersedak seketika.


"wanita?"


"ya kau lupa dia menggandengmu saat lelaki tadi menabraku." Ujar Anna dengan menujuk kemarah Arah peter pergi.


"maksudmu peter?"


"mungkin aku tidak mengenalnya."


"kau bisa menyebutnya Peter dia asistennku."


"benarkah?"

__ADS_1


Anna Ingat dengan satu hal.


Paper bag itu.


Anna mengambilnya di bawah sana.


"ini milikmu." ujar Anna dengan memberi itu.


Nando terkejut di buatnya


"Apa ini?" ujarnya dengan membuka.


Nando melihat jas miliknya.


"Hahha aku mengoleki banyak jas mahal di lemariku. jika aku kehilangan satu pun tidak akan membuatku pusing mencari."


Anna melihat ucapan itu.


mengingatkan nya pada Erland dimana dia pun dulu memiliki sifat angkuh seperti lelaki yang ada di hadapannya kini.


Anna hanya diam di sana.


"terimakasi telah mengembalikan dari sini aku tau sifat mu." ujar Nando yang membuka pembicaraan saat melihat Anna tengah melamun.


Anna tersenyum disana


"lalu? siapa Fernando Orlando?" tanya Anna


Nando yang mendengar itu berfikir.


jika Dia tidak mungkin menutupi identitasnya kepada wanita yang menarik perhatiannya.


Nando mengulurkan tangan di hadapan Anna.


Anna yang melihat tingkah Nando bingung.


"Perkenalkan Fernando Orlando" ujar Nando


"jadi siapa kamal itu?" tanya Anna


Nando menaikan alisnya


"aku pun tidak kenal"


Keduanya tertawa disana.


.


.


.


.


.


.


♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2