Another Loved

Another Loved
64.Roti buaya


__ADS_3

.


.


.


.


Untuk kesekian kali Anna datang menghampiri rumah kenangannya itu, sempat beberapa kali dia mengenang masa kecilnya di tempat ini, perlahan bayangannya mulai kembali terulang dengan dirinya yang masih kecil selalu bermain bahkan berlari-lari mengitari taman ini.


namun seingatnya dulu taman disini belum seluas dan sebesar sekarang. mungkin ada beberapa tempat yang setelahnya dia tinggalkan di renovasi.


namun Anna tidak ingin larut dalam kesedihan itu dia berfikir dunia akan terus berjalan dan semua orang akan pergi meninggalkan dunia ini, jadi tidak perlu larut dalam kesedihan.


Erland turun dari mobilnya sebelum akhirnya dia menyadari Anna yang terdiam disana sembari mengedarkan pandangan disekeliling.Erland mengerti arti dari tingkahnya.


"kemarilahh" Ujar Erland yang menggenggam tangan Anna menuju kedalam.


"harusnya aku yang membawamu kedalam" ujar Ana yang merasa keliru.


Keduanya melangkah masuk kedalam rumah itu beberapa pandang orang memperhatikan kehadiran mereka.


bahkan beberapa dari mereka adalah kerabat Anna yang mungkin Anna pun sudah lupa.


Anna berjalan menuju peti dimana ayahnya berbaring didalamnya.


Erland dan Anna datang menghampiri tempat itu, Anna dapat melihat Ayahnya yang sudah berada di tempat istirahatnya yang terakhir kali.


Anna memperhatikan segalanya yang ada di hadapan matanya bakan banyaknya bunga serta ucapan bela sungkawan berada disana.


Anna melangkahkan kakinya menuju lebih dekat.


sebelum akhirnya dia memejam kan mata dan berdoa "Ayah aku telah memaafkanmu, apapun yang terjadi aku hanya berharap ayah bahagia disana. maaf jika aku belum bisa membuatmu bahagia. aku harap kau dapat melihatku bahagia juga disini, aku bahagia dengan kehadiran lelaki yang saat ini berada di sampingku aku harap dia adalah lelaki yang bertanggung jawab untuk ku dan untuk keluargaku kelak. aku tidak ingin bermain main untuk kali ini ayah, aku hanya ingin memelihara cinta yang saat ini tumbuh dalam hatiku untuk selamanya. izinkan Erland untuk menjagaku Ayah. aku percaya kepadanya doakan aku untuk segera menemui Ibu."


Anna menarik nafasnya dalam setelah dirasanya cukup untuk mengutarakan isi hatinya Anna membuka mata perlahan dan dilanjut mengambil bunga mawar putih untuk di letakan di sebelah peti ayahnya itu.


sembari meletakan bunga Anna kembali berucap "aku mencintaimu."


Anna memutar posisinya dimana dia dapat melihat Erland masih berdiri disana.


"Ayo pergi dari sini." ujar Anna


Erland menuruti keinginan Anna mereka beranjak melangkah untuk keluar dari tempat ini.


sedang situasi masih ramai.

__ADS_1


langkahnya terhenti saat Anna melihat satu Assisten rumahnya yang sendari dulu ternyata masih disini.


"nyonya muda kau kah itu?"


"ya ini saya biii.."


"astaga gadis kecilku kini sudah tumbuh dewasa" ujarnya


Anna segera mengahampiri dan memeluk orang yang dia rindukan itu.


"bagaimana dengan kabar bibi disni?"


"saya baik non, nona Anna semakin cantik"


"terimakasi bii"


"bibi seneng Nona Anna datang lagi kesini. selama ini Bibi cuman bisa liat Nona ada di TV." ujarnya yang hanya dijwab dengan senyuman.


"dia tidak pernah ingat pulang hingga membuat Ayahnya mati dalam perasaan kerinduan" ujar suara itu yang terdengar dari arah kejauhan.


Ketiga orang itu mencari dari mana sumber suara itu. dan ternyata Jihan lah datang mendekat.


"Aku kira di pemakaman terakhir ayahmu kau juga tidak akan datang."


"ku fikir kau telah melupakannya" lanjutnya


"Bi saya permisi dulu ya terimakasi untuk hari ini semoga bibi sehat"


"terimakasi nona, nona juga jaga diri baik baik disana ya." ujarnya.


Anna segera berlalu membawa Erland pergi dari sana.


"kau tau bukan alasan aku malas datang kesini." ujar Anna


yang hanya di balas senyuman oleh Erland.


"mommy memintamu datang kerumah" Ujar Erland


sontak Anna langsung kaget dibuatnya.


"astaga Erland aku tidak ada persiapan"


"tidak perlu gugup seperti itu."


"tapi akuuu___"

__ADS_1


"sudahlah datangi saja"


Anna tidak memiliki pilihan lain selain menuruti Ucapan Erland.


"kau ingin sesuatu yang membuatmu tersenyum kembali?"


"aku ingin coklat dan roti buaya."


Sontak Erland kaget dibuatnya


"rotii buaya?" guma Erland bingung


"yaa apa kau belum pernah lihat?"


"tidak seperti apa, apa toppingnya berasal dari daging buaya?"


Plakkkk~~~


Suara tangan Anna yang memukul kecil tangan Erland yang tengah menyetir.


"ngaco!!" tegasnya


"betulkan kau tidak pernah melihat sebelumnya?!" tanya Anna yang di balas gelengan Erland, lantaran Erland takut salah ngomong lagi.


"Tidak terbuat dari daging buaya dia hanya berbentuk buaya dan lagi aku mau beli roti buaya yang ada anaknya, kau ingat aku baru saja bertemu mak lampir dan rasanya aku ingin mencabik cabik sesuatu akan aku lampiaskan di anak roti buaya itu." ujar Anna datang.


Erland yang mendengarnya hanya bisa menelan ludahnya kasar.


"Astaga salahkah aku memilihnya?" Guma Erland dalam hati namun dia hanya bisa mengusap wajahnya frustasi.


"Dia sangat lucu Erland kau harus melihatnya" Ujar Anna


"siapa?" tanya Erland


"Anak buaya" jawab Anna datar.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡


__ADS_2