
.
.
.
.
.
Erland berencana mengantar Anna pulang selepasnya pergi dari tempat itu.
Roda mobil itu terus berputar menyusuri jalanan, Hanya ada keheningan diantara mereka.
Saat Erland melirik kearah Anna nyatanya betul jika Anna sudah terbawa mimpi disana.
Erland enggan mengganggu ataupun membangunkan lantaran Erland dapat melihat rasa lelah Anna setelah seharian ini.
karna fikirnya tidak ingin mengganggu lantas membuat Erland berfikir untuk membawa Anna ketempatnya saja.
Seiring dengan perjalanan waktu kini Erland telah tiba di bassment appartemennya.
Erland turun perlahan dari mobil dan dia berjalan mendatangi tempat dimana Anna berada.
Erland menggendong dengan cara bridal style supaya Anna tetap merasa nyaman.
Lantaran Erland memiliki Lift Esekutif pribadi memudahkannya lebih cepat sampai di lantai paling atas, sehingga dia tidak perlu masuk kedalam sana dari dalam basment pun dia sudah dapat menaiki lift itu untuk membawanya di puncak gedung.
Erland merasakan kepala Anna yang bergerak membuatnya harus menahan posisinya supaya tidak mengganggu tidur kekasihnya.
"apa lantai 27 masih jauh?" gumanya
"sabar sayang sebentar lagi kita sampai." ujar Erland berusaha tenang.
♡♡♡
Akhrinya yang di tunggu2 Erland, Pintu lift itu terbuka menandakan dia sudah sampai pada tujuannya.
menekan password pintu dan terbuka pintu itu, Erland bergegas masuk.
Erland segera menuju kedalam kamar, menempatkan Anna di kasur besar itu.
"Astaga ku fikir benar katamu kau perlu diet" Guma Erland yang merasa pegal di tangannya.
Saat ini Erland berada di kamar mandi untuk membersihkan badannya yang dirasa sudah banyak menghasilkan keringat.
Erland berada di bawah Shower membiarkan air itu membasahi seluruh badan nya yang bidang dan kokoh.
"Ayolah jangan seperti ini kau bisa menahannya."
__ADS_1
Gumanya pada sesuatu di bawah sana yang mengeras saat tak sengaja Erland membayangkan wanitanya tertidur dengan wajah yang polos dan manis.
"bagaimana mungkin hanya karna melihatmu tertidur membuat miliku terbangun?"
"Astaga duniaku teralihkan olehmu Anna sayang."
satu jam berlalu Erland baru saja menyelesaikan mandinya entah hanya sekedar mandi atau aktifitas lain yang harus dia laksanakan entah lah intinya satu jam baru keluar.
selepas di kiranya cukup dengan baju tidurnya yang rapi Erland mengambil soda di kulkas dan meletakannya di meja bersama dengan dirinya mendudukan diri melihat tv itu menyiarkan berita ekonomi.
Tak terhitung tiba saja dia dikejutkan oleh panggilan telfon.
"Ada apa?" tanyanya
"Ayo kita ke Club bro" Ujar Guntur
"Tidak aku sedang malas"
"Ada apa denganmu biasanya kau tak pernah apsen untuk datang ketempat semacam itu."
"untuk kali ini sekali aku bilang tidak ya tidak, dan jangan ganggu aku." Ujar Erland menutup telfon.
♡♡♡♡
Anna merasakan rasa dingin yang menyusuri kulit halusnya dia merasakan tidur yang berbeda saat merasa suhu udara Ac tidak seperti biasanya.
"huaaaakkkk" suara Anna yang berusaha membuka matanya.
Anna berusaha membuka mata itu sepenuhnya dan berhasil, namun alahkan terherannya saat melihat sekeliling nya.
"Astaga ini bukan kamarku" ujarnya saat menyadari itu
anna segera membalikan badan supada menghadap depan namun pada saat Anna melihat dinding yang ada di hadapnya dia baru sadar jika dia berada di tempat Erland.
pasalnya disana terpampang jelas lukisan wajah Erland yang begitu berwibawa dan tampan.
Anna bingung dia buatnya dia melihat seluruh baju yang dia kenakan.
"syukurlah masi lengkap"
Anna mengedarka pandangannya namun tak juga menemukan sosok Erland disana.
"Erland?" pangilanya mencoba turun dari ranjang itu.
Anna mencari setiap sudut ruangan namun tidak menemukan.
saat Anna berjalan mencari Erland dan dia melihat layar Tv itu yang masih menyala namun begitu dia melihat sofa begitu terkejutnya saat Anna mendapati Erland tertidur disana.
Anna mendekati Erland dan mecoba membangunkan.
__ADS_1
"Erlandd?" Suaranya mencoba mengguncangkan badan kekar Erland.
"uhemm" guma Erland.
"Erland week Up"
Erland menyadari dan mendengar itu dia pun membuka matanya.
"Kau sudah bangun?" tanya Erland yang menyadari keberadaan Anna.
"Aku mencarimu"
"jam berapa ini?" Anna melihat sekelilingnya dia mendapatkan jam dinding itu menujukan pukul tiga pagi.
"masih jam tiga pagi."
"ini masih malam kenapa kau terbangun syaang?" tanya Erland lirih.
"kenapa kau tidur disini?"
"ya aku ketiduran." Ujar Erland mengelak padahal dia takut jika Anna marah melihat dia tidur disebelahnya.
"Disni dingin Erland kau bahkan tidak menggunakan Selimut"
"sudah terbiasa."
"ini masih pagi aku rasa besok hari panjang untukmu ayo kita tidur lagi" Ujar Anna
"iya betul kembalilah ke kamar dan istirahatlah." Suruh Erland.
"hemm tapi aku tidak tega jika kau tidur disini, lihat kau kedinginan."
"tidak apa"
"ayo tidurlah bersamaku ku fikir akan lebih tenang"
mendengar itu Erland sontak kaget namun Anna sudah lebih dulu menarik lengan Erland masuk kedalam kamar itu.
dann "gkkrrreeeb" suara pintu itu tertutup.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡