Another Loved

Another Loved
166.Penguntit


__ADS_3

#Jangan lupa Vote dan Like "Another loved " yah Thedevvulic dan selalu dukung author, Semoga kalian sehat yah semua dimanapun Thedevvulic berada. 💕


#Jangan lupa Follow IG Author writterdevvu, Thanks Semua💙


.


.


.


.


♡♡♡


Selama mereka berada di dalam perjalanan pulang tanpa sadar kedua orang itu sedang di buntuti oleh seseorang.


Sebuah mobil berwarna putih yang sejak tadi berada tidak jauh dari dari mobil yang membawa Gianna dan Nando disana terus mengikuti pergerakan mereka bahkan mengikuti kenapa arah dia pergi.


walau pun Nando tidak menyadari itu, namun tidak dengan Peter disana yang sejak tadi memperhatikan mobil di belakangnya selalu mengikuti arah mobil yang dia bawanya.


hingga mata Peter sejak tadi tidak berpaling dari keca mobil yang ada di hadapan nya.


Perlahan Peter memperhatikan mobil itu dengan jelas dimana kini dia bisa mengenali mobil yang tidak asing baginya.


Peter menginjak remnya secara perlahan untuk menurunkan laju mobil itu.


dan benar saja, mobil tersebut ikut menurunkan kecepatan supaya bisa menjaga jarak dengan mobil yang membawa Gianna dan Nando.


Hingga saat itu Peter mengetahui siapa pemilih mobil yang sejak tadi membuntuti nya.


Dan saat itu pula Peter kembali menaikan lanjut gasnya.


Peter melihat arah jalan depan dimana terdapat tempat yang biasa di lalu untuk pengendara berbelok arah.


Perlahan tapi pasti Peter melihat jalan yang kosong itu celah besar untuknya dengan cepat menyebrang jalan dan berpindah arah.


Nando yang sejak tadi sedang mengobrol dengan Hector dan Gianna.


fokusnya teralihkan saat dimana melihat Peter memilih jalan yang tidak biasa di laluinya.


"Peter apa kau sedang tidak mabuk" Ujarnya


"Maaf Tuan saya harus melalui jalan ini, Karna saya mendapatkan informasi di depan sedang ada perbaikan jalan" Dusanya


Nando yang mendengar itu tidak ingin berpikir panjang.


membuatnya kembali fokus pada Hector.


Sampai akhirnya Peter melihat kembali kearah belakang dimana mobil tersebut masih mengikuti mobilnya.


Hal itu membuat nya semakin yakin jika mobil di belakangnya sedang mengintai mobil miliknya.


Namun itu bukan sebuah Ancaman bagi Peter karna di yakin dan percaya jika orang yang ada di dalam mobil putih itu hanya ingin tahu mengenai bosnya.

__ADS_1


pasalanya Peter sudah bisa membaca jalan dan tujuan orang tersebut.


Hingga kini mobil yang di kendarai Peter sudah memasuki salah satu Apartement berbintang yang ada di negara itu.


Melaju kearah basmant dimana Nando telah membooking satu lantai hanya untuk di jadikan garasi pribadinya.


mobil itu meleset dengan tepat.


yang kita sudah terpaksa dengan rapi dan sejajar bersama mobil mewah lainnya.


Gianna turun dengan menggenggam tangan Hector disana.


"Hector kembali bobo yahhh" Ujar Anna membujuk putranya


"Tapi Hector mau main sama Daddy"


Gianna yang mendengar itu melirik kearah Nando yang sedang berdiri di depannya setelah keluar dari mobil tersebut.


"Hector takut kalo Hector bobo nanti dady pergi lagii" lanjut bocah itu dengan cemberut.


Mendengar kalimat itu Nando segera berjalan memutar dari arah belakang mobil untuk menemui anaknya itu.


"Its oke Boy, Daddy not good away, Kita bobo bersama oke"


Mendengar kalimat itu membuat perasaan Hector menjadi lebih baik.


Nando segera meraih tangan Hector disana.


"let's goo" namun saat Hector dan Nando baru melangkah.


Hal itu memperhatikan keduanya.


Nando yang memasang wajah malas itu melirik kearah belakang.


"Peter what? hah? " ujarnya malas.


"Tidak apa Nando, bicaralah dengan Peter barangkali ada hal yang penting biar Hector aku yang bawanya naik keatas. "


Kini Anna melangkah untuk menggapai tangan bocah mungil itu.


"Let's Go My Boy" Ujarnya.


"Haaa tapi nanti Daddy pergiiiii" Ujar bocah itu tidak mau di gandeng ibunya.


"engak sayang, Daddy nanti nyusul keatas" Bujuk Anna.


"Hector, Ikuti mommy daddy Promise akan datang nanti"


Mendengar kalimat itu membuat Hector mau ga mau ikut dengan mommy nya.


Setelah melihat Anna dan Hector menghilang terbawa keatas oleh Lift.


Hal itu membuat Nando malas untuk berbalik arah menghadapi lawan bicaranya.

__ADS_1


"apa yang ingin kau katakan" Ujar Nando pada Peter yang mana tidak dia lihat wajahnya


"Tuan, saya rasa anda harus mengechek keberadaan Nyonya Victoria karna sejak tadi saya merasa dia membuntuti kita"


Kalimat itu membuatnya sangat kaget.


"Seriously?! "


"ya sejak awal saya keluar dari rumah sakit, saya melihat sebuah mobil putih yang biasa di pakai Nyonya Victoria terus berada di belakang mobil anda Tuan. "


Nando menarik nafasnya sejenak.


"baiklah"


♡♡♡


Nando kini berada di lantai paling bawah gedung tinggi itu.


dimana kini dia berada di luar.


sedangkan Mata Nando terus menyoroti sekeliling, sampai pada akhirnya Nando melihat seorang wanita yang dia kenal.


dimana wanita itu berada di dalam, yang maan hanya terhalang pintu kacang dari dalam ruangan dan luar ruangan.


Nando melihat Victoria sedang berada di ruang receptionist disana.


Nando mengambilnya ponselnya.


dan menghubungi siapa yang harus dia hubungi.


Tidak menunggu lama panggilan itu terhubung.


"Sayang?? " Ujar wanita itu di sebrang sana.


"Sedang dimana? "


"oh ya aku pastilah ada di rumah " ujar Victoria disana.


mendengar itu Nando hanya tersenyum sinis.


"Berbalik lah arah."


Saat itulah Victoria melihat kearah belakang dan melihat siapa yang ada di luar ruangan itu.


Victoria yang kaget melihat siapa yang dia lihat, hanya bisa terdiam kaku.


"Nandooo?? " Gumanya lirih.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡


__ADS_2