Another Loved

Another Loved
112. Satu Berita Ratusan Air Mata


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡


Semua tamu undangan telah pulang, lantaran keputusan yang menyatakan pembatalan pernikahan.


dan kini kecelakaan yang di alami oleh Erland sedang menjadi trending topik yang hangat di perbincangkan.


dari mulai berita dunia bisnis hingga berita Entertaiment.


sedangkan di tempat kejadian sedang di laksanakan investigasi.


dan Guntur yang mendengar berita pahit sahabatnya segera memerintahkan banyak anak buahnya untuk turut ikut membantu aparat kepolisian untuk mencari keberadaan Erland.


Guntur dan Andre juga ada di lokasi melihat langsung bagaimana proses itu terjadi.


♡♡♡♡♡


Sedangkan di kediaman mansion Hernandez berita duka menyelimuti keluarga.


Indah yang terus menangis dan berdoa untuk keselamatan Anaknya itu yang masih dalam proses pencarian, indah masih sangat berharap keajaiban berpihak kepada putranya itu.


Indah masih terus mengusap air matanya yang mengalir di pipinya.


dia membiarkan Anna sendirian di kamar Erland.


Indah enggan menemui Anna lantaran dia tau Anna merasakan apa yang dirinya rasakan, jadi Indah memilih untuk menjauh dari Anna agar air mata keduanya tidak turut bersamaan.


Indah yang terus di temani oleh Elisya di sana.


Sedangkan di tempat lain Gianna bersama dengan sahabatnya Ambar ditemani oleh putri kecilnya Vannesa.


Ambar yang tidak tega meninggalkan Anna yang terus menangis sehingga dia memilih untuk berada di sekitarnya.


Ambar terus mengusap bahu Anna yang terbaring di sana berharap temannya itu lebih merasa tenang.

__ADS_1


sedangkan gadis kecil itu merasa sangat bingung dengan situasi ini melihat aunty nya menangis begitu lama.


dia mendekati ibu sambungnya dan berbisik sesuatu "Moms ada apa dengan aunty Anna mengapa dia terus menangis seperti Nessa?" Tanya gadis kecil itu polos


Ambar yang mendengar itu menarik nafasnya dalam.


"Tidak apa aunty Anna hanya merasa sedih sedikit besok dia akan ceria lagi mommy akan menemani dan menghibur aunty Anna agar dia tersenyum lagi seperti yang mommy lakukan kepada nessa jika menangis. jadi sekarang bermainlah bersama pengasuh." Ujar Ambar memberi pengertian pada gadis itu.


Vannes yang menurut dia keluar dari ruangan itu dan pergi mencari seseorang.


Kini Hanya mereka berdua Ambar dan Anna.


Ambar merasa ini menjadi kesempatannya untuk bisa berbicara lebih luas dengan Anna.


Ambar duduk di samping ranjang itu.


"kau ingat Anna? kau pernah mengatakan sendiri padaku bahwa semua orang yang ada di sekeliling kita akan pergi meninggalkan kita." Ujar Ambar lirih


Namun Anna masih menangis sendu di sana.


"Tidak apa kau boleh menangis hari ini tapi setelah ini kau harus berjanji padaku kau akan menunjukan senyum manis itu." lanjut Ambar


"Apa kau pernah merasakan dunia seakan runtuh?" Tanya Anna setelah beberapa saat.


"Kau percaya bahwa Erland lelaki kuat bukan? kau harus percaya dia akan baik baik saja di sana. dia akan pulang kepada peluk mu." Lanjut Ambar


Anna mencoba bangkit dari tidurnya dan mendudukkan diri.


Ambar dapat melihat wajah sendu Anna di sana, terlebih dengan mata yang memerah tidak ada henti mengeluarkan air mata.


Anna yang merasakan hidup begitu berat dia segera beranjak dan memeluk Ambar di sana.


Namun bukanya membaik untuk Anna, justru kini dia merasakan beban kehidupan yang tak mampu lagi di tampung baginya Anna kembali menangis sejadi jadinya dalam pelukan Ambar.


Ambar yang merasakan dekapan kencang Anna dan suara rintihan air mata yang bahkan mungkin bisa di katakan tidak bisa bersuara lagi.


Ambar dapat merasakan apa yang Anna rasakan.


"Aku yakin kau pasti kuat, kau harus berdoa untuk keselamatan Erland aku yakin dia bisa melalui itu, aku yakin Erland baik baik saja di sana. tak perlu banyak menangis dia akan kembali pada dekapanmu. memang ini bukan waktu yang tepat untuk kamu bersedih seharusnya hari ini menjadi momentum bahagia antara kalian, seharusnya tidak ada air mata kepedihan hanya ada air mata suka cita dan bahagia. namun takdir dan masa depan kita tidak pernah tau, kau harus percaya dan yakin Erland akan bertahan untukmu." Tutur Ambar yang memeluk Anna kuat.


♡♡♡♡


Ambar baru saja mendapatkan pesan dari suaminya bahwa dia dalam perjalanan dan dia menanyakan dimana keberadaan Ambar.

__ADS_1


Setelah mengetahui Ambar berada di rumah keluarga besar Hernandez Guntur segera dalam perjalanan ke sana.


Ambar begitu cemas menunggu kedatangan suaminya lantaran dia harus meninggalkan Anna sendirian di sana sedangkan dia berada sendiri di ruang tamu.


kekhawatiran ini pun di rasakan oleh Guntur yang saat ini campur aduk mendominasi perasaanya.


setengah jam kemudian.


Ambar begitu kaget saat mendengar suara mobil yang sangat di kenal siapa lagi kalo bukan Guntur.


Ambar segera bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati pintu, namun belum juga menggapai pintu sosok suaminya telah ada di hadapannya.


"Sayang bagaimana dengan keadaan Erland." Tanya Ambar yang ikut cemas sejak tadi.


Tak disangka pertanyaan itu membuat jantung Guntur terasa lemas sesaat.


rasanya perasaan itu begitu berat harus di terima.


namun bagaimana pun Guntur tau jika ini adalah hal yang harus di sampaikan.


Ambar melihat perubahan wajah suaminya dan mata yang tidak dapat dibohongi membuatnya semakin khawatir.


"sayang katakan?" Ujar Ambar yang menetralisir keadaan dan membangunkan Guntur dalam lamunan.


"Adikku pergi meninggalkanku." Ujar Guntur yang tidak dapat menahan air matanya.


Ambar yang mendengar itu sangat shock dan tidak percaya.


yang ada di fikir nya saat ini bagaimana dengan perasaan Anna dan bagaimana dengan Anak dikandungan nya.


"Anna? apa kau akan baik baik saja setelah ini?" gumam Ambar yang tanpa sadar menitihkan air mata.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡


__ADS_2