
.
.
.
.
Setelah menyelesaikan makan malam mereka memutuskan untuk pulang karna waktu sudah malam.
namun sebelumnya, Erland membawa kedua bocah itu ikut bersama mereka.
Erland berniat untuk mengantar anak perempuan itu.
Keduanya berada di berlakang kursi penumpang, melihat dari spion depan keduanya terlihat sangat bahagia menaiki mobil apalagi mobil yang mereka naiki begitu terasa nyaman dan mewah.
"kaka lihat ituu lampunya indah sekali" ujar Denis kepada Diva saat memandangi area luar kaca.
"iya betull kakak bisa melihatnya dari sini." Jawab Diva.
"Kakak Anna terimakasi yaa sudah membawa aku dan ade Denis karna kakak aku bisa naik mobil" Ujar Denis dengan polosnya.
"iya sayang, memangnya kalian baru kali ini naik mobil?" tanya Anna.
"Iya kaa, naik angkot aja kita ga pernah" lanjut Diva
"Astaga benarkan itu?"
"iya kaa.. kita lebih memilih jalan kali dari pada naik anggot sayang uangnya buat beli beras."
mendengar ituu Anna merasa sedih.
Dia merasa betapa beruntungnya kehidupan Anna saat ini yang hidup berkecukupan bahkan syukurnya lagi dia bisa membeli apapun yang dia inginkan.
"Ya sudah kalian nikmati saja malam ini" ujar Anna.
Erland yang melihat sikap Anna begitu terenyuh, dia sekilah memandangi Anna yang berada di sampingnya.
"Ku fikir aku beruntung memiliki mu" Ujar batin Erland dengan memandangi Anna
Anna yang menyadari itu segera menegur Erland.
"Erland lihat jalanan bahaya jika kau melakukan itu."
"maaf sayang karnamu aku gagal focus."
__ADS_1
Anna menyubit sekilah tangan Erland.
"Awww" desis Erland.
"jangan seperti itu banyak anak dibawah umur disini"
Erland melirik Kearah belakang. "ku fikir mereka sedang asik dengan dunia mereka." Ujar Erland yang melihat keduanya masih mengagumi jalanan di malam hari.
"Ku fikir dengan seperti ini aku bisa menghapus dosa dosaku" ujar Erland.
"maksudmu?" tanya Anna yang kurang paham
"lihat kekayaan ku bermanfaat bagi orang lain" jawab Erland santai.
"ya betul jika digunakan untuk bersedekah."
"sayang akan aku berikan uangku kepadamu, lalu tugasmu untuk membagikan sebagian uang itu untuk mereka yang membutuhkan."
"baiklah, namun aku fikir selagi aku bisa mencari uang sendiri aku tidak perlu uangmu akan aku berikan seluruhnya uang yang kau berikan untuk aku bagi bagi."
"baiklah itu artinya kau tidak butuh uang dariku untuk membeli Tas Gucci dan barang lainnya,oh aku dengar kemarin temanku membuat Kalung berlian dessaint Butterfly ku lihat itu sangat bagus jika ku berikan kepada wanita malamku." ujar Erland santai
tak menunggu waktu lama "pletakkk" tamparan itu medarat di pipi kiri Erland.
"Astaga ini sakit sayang."
"Kakak Anna jangan seperti itu kasian om baik" Ujar Diva
"lihat anak kecil saja mengerti" Ujar Erland
"Astaga aku lupa ada kalian, tidak papa Om baik pantas mendapatkan itu lagi pula itu tidak keras kok hanya teguran semata." ujar Anna berusaha menjelaskan
"kalian tau itu tidak baik bukan jangan lakukan hal seperti itu kepada orang lain ya? tidak masalah kakak Anna melakukan itu sudah biasa."Ujar Erland
"maaf Erland aku refleks"
"tidak masalah."
"om baik harus maafkan Kakak Anna" ujar Denis
"iya tidak papa. kakak Anna emang ganas" Ujar Erland cekikikan.
Yang di balas sorotan sinis Anna lagii.
♡♡♡
__ADS_1
Erland baru saja tiba di kediaman kedua wanita kecil itu, Tak lupa Erland pun menemui Orang tua keduanya tepatnya mama mereka.
lantaran Erland berfikir mungkin mamanya telah menunggu kedatangan anak itu.
"kakak Anna makasi ya buat hari ini, Denis seneng banget ketemu kakak"
"iya sayang kakak juga seneng ketemu kalian. kalian harus jadi Anak yang baik dan terus belajar supaya pintar." jawab Anna
"Nak, makasi ya sudah membawa Anak Anak ibu mereka tampak bahagia sekali."
"Iya tidak masalah"
Setelah berpamitan Anna dan Erland kembali kemobil kebetulan kediaman mereka begitu jauh dari jalan raya sehingga membuat keduanya harus menyusuri Jalan sempit dan becek.
"masuklah aku akan menelpon Andre terlebih dahulu" Ujar Erland menyuruh Anna masuk mobil
Setelah memastikan Anna masuk Erland menghindari darii mobil itu tidak jauh.
"Tuan?" jawab Andre di sebrang sana
"Kirimkan bahan pangan dan sejumlah uang ke alamat yang aku kirim kan."
"baiklah tuan"
"jika bisa besok kau harus mengirimnya."
"baik tuan muda."
"oh ya dan berikan mereka sepeda kecil dua untuk anak perempuan dan seragam sekolah. bila perlu suruh anak buahmu untuk mensurvei tempat dan tanyakan apa yang mereka butuhkan jika sudah mendapatkan informasinya penuhi segala keinginannya yang mereka butuhkan."
"baiklah tuan akan saya laksanakan."
Erland memutuskan Telpon itu setelah menyuruh Andre untuk mengirimkan beberapa bantuan untuk keluarga Denis dan Diva.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
__ADS_1