
.
.
.
.
.
Saat ini keduanya berada di dalam mobil yang sama, Anna memutuskan untuk mengikuti Erland pulang lantaran dia ingin berada di samping Erland malam ini.
"Kenapa kau bisa ada disana?" Tanya Anna
"yaa isi hatimu memanggilku" Ujar Erland menggoda Anna
"Astaga Erland yang benar saja"
"ini benar.."
"maksudku bagaimana kau tau bahwa aku adalah anak Basuki Tahalea."
"astaga Anna aku pun tidak pernah menyadari dan tau sebelumnya bahwa saingan bisnisku memiliki Anak secantik dirimu"
"lalu bagaiman kau tau aku ada disana?"
"berita tentang kematian ayahmu sudah beredar dimana-mana, ingat ayahmu bukan lah orang sembarangan dia orang penting sepertiku. dan yang membuatku terkejut lagi temanku mengatakan bahwa kaulah putri kandung Basuki."
"teman? temanmu siapa?"
"Guntur Adiwangsa" Ujar Erland.
mendengar nama itu tidak asing bagi Anna dan beberapa kali pun dia melihat Guntur, bahkan dia ingat Guntur sempat menjemput Ambar kala itu.
"kau ingat lelaki yang datang keruanganku"
"ya aku mengenalinya dia tengah dekat dengan Ambar."
"benarkan?" kejut Erland.
"ku fikir mereka hanya sekedar kenal."
"tapi Informasi yang Guntur dapat mengenaimu pun berasal dari temanmu itu"
"sudah ku duga" ujar Anna
__ADS_1
♡♡♡♡
Hari ini adalah hari dimana Basuki Tahalea akan di makamkan, setelah melewati otopsi beberapa jam.
Surat dari keterangan otopsi dokter belum keluar namun keluarga memutuskan untuk memakankan Jenazah lebih awal.
sebenarnya Anna tidak puas dengan penyampaian dokter beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa ayahnya meninggal lantaran serangan jantung yang menyerangnya.
namun bagaimanapun Anna berfikir bahwa dia pun tidak boleh egois, Ayahnya pasti membutuhkan istirahat terakhirnya.
sebab itu Anna yang iyakan permintaan dari Jihan dan Gavin untuk segera mengkubur jenazah Basuki.
Dengan perasaan sedihnya yang saat ini dia rasakan, kini Anna hanya bisa termenung duduk sendiri di tengah ramainya ibukota dan panasnya terik sinar matahari.
Anna menikmati secangkir kopi dingin dengan cream diatasnya sebagai topping itulah menu kesukaannya dikala suasana hati Anna tidak baik.
Beberapa waktu berlalu Erland datang menghampir kekasihnya, Erland tahu dimana keberadaan wanita itu lantaran Anna meminta Erland mendatanginya.
"Sayang?" Tegur Erland memudarkan lamunan Anna
"kau sudah datang?"
"maaf membuatmu menungga"
"seharusnya aku yang meminta maaf padamu, telah menggangu waktumu."
Ujar Erland yang di balas dengan senyuman Anna.
Erland saat ini tau apa yang mungkin mengisi pikiran Anna sehingga membuat nya tidak memperlihatkan senyum manisnya disana.
"hari ini sangat teduhh tidak seperti biasanya." ujar Erland yang membuat Anna bingung.
"maksud mu? lihat diluar sangat terik."
"diluar memang terik namun melihat mu seperti ini aku merasa bumiku sedang mendung tidak terlihat sinar matahari sedikitpun."
"Erlandddd" tegas Anna meningatkan.
"berikan senyumanmu"
"tidak"
"ayolah berhenti bersedih."
"aku tidak bersedih."
__ADS_1
Perkataan itu menyadarkan Erland akan suatu hal.
"kau tidak datang ke pemakaman?"
"tidak?"
"kenapa?"
"aku takut menangis."
"bukankah itu sudah menjadi hobbimu?"
Mendengar itu Erland hanya mendapatkan lirikan sinis dari kekasihnya itu.
"ayolah sayang, jangan seperti ini aku tau mungkin kau belum menerima kenyataan ini, namun bagaimanpun kau harus menerima nya."
"aku tidak mau bertemu mak lampir itu."
"Ibu tirimu?"
"jangan sebut dia, aku ingin muntah mendengarnya."
"sayang kau tidak perlu takut."
"aku tidak takut padanya."
"bukan itu maksud ku kau tidak perlu takut saat ini aku berjanji selalu ada di sampingmu Full support kau percaya itu."
"aku mempercayaimu Erland."
"terimakasi."
"jadi bagaimana? kau akan hadir ke pemakaman bukan? aku bersedia menemanimu."
Anna kembali berfikir "mungkin kali ini akan menjadi pertemuaku dengan Ayah, aku tidak ingin menyesal di kemudian hari." Ujarnya dalam batin.
"baiklahh ayo kita pergi." Ujar Anna kepada Erland.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡