Another Loved

Another Loved
54.Serangan mendadak


__ADS_3

.


.


.


.


.


Waktu sudah menjelang malam kala senja mulai menghilang.


namun kedua kebersamaan masih menyelimuti kedua pasangan ini yang baru saja tiba di salah satu resto tepi pantai.


setelah menemani Erland hingga waktu kerjanya selesai Anna tidak langsung dibawa pulang oleh Erland nyatanya dia diboyong untuk datang kesalah satu pantai yang ada disana.


Anna merasakan angin malam ini yang menembus kulit halusnya begitu terasa dingin.


setelah melewati senja dan menonton pertunjukan musik kini keduanya pergi untuk makan malam bersama.


"aku ingin seafood" guma Anna melihat buku menu


"kau pesan apa yang kau mau"


"kau ingin makan apa?"


"pilihkan saja untukku"


"baiklah kau tidak ada alergi seafood bukan?"


"tidak aman saja."


Beberapa waktu mereka menunggu kedatangan pesanan Anna tetap anteng duduk disana ditemani oleh Erland.


"Erland apa aku datang ketempat kerjamu tidak mengganggu waktumu?"


"tidak ada, aku juga yang menyuruhmu datang bukan?"


"yaa memang tapikan aku menunggu mu hingga larut, aku hanya takut mengganggu waktumu"


"aku senang kau berada disini."


"baiklahhh.."


"apa kau menyukai hari ini?"


"suka?"


"apa yang membuatmu suka?" tanya Erland yang kemudian muncul di kepalanya Anna menyukai hari ini karna Erland ada bersamanya.


"karnaaa hemm?" sejenak Anna berfikir "karna aku bisa pergi jalan jalan tidak seperti biasanya menghabiskan waktu di appartemnt"


Erland hanya diam mendengar jawaban itu, lantaran apa yang di ucapkan Anna tidak sesuai dengan ekspetasi.

__ADS_1


Beberapa waktu berlalu keduanya masih sibuk ngobrol dengan di temani angin pesisir pantai.


namun pandangan Anna teralihkan saat dia melihat satu anak kecil bersama dengan kakaknya di luar sana.


Anna melihat kedua anak perempuan itu, fikirnya "apa yang di lakukan kedua bocah itu semalam ini" .


Anna melihat jam tangannya yang menujukan pukul 8 malam.


Erland yang merasa obrolannya tak diacuhkan itu pun menegur Anna.


"sayang apa yaang kau lihat?"


Anna sadar dengan suara itu "ah tidak aku hanya sedang melihat jendela luar"


"apa kau ingin keluar sebentar? menikmati angin? tapi ini sudah malam kau bisa sakit nanti."


"tidakk.. ah maksud ku iyah aku ingin keluar sebentar tidak masalah aku tidak merasakan kedinginan."


"aku temani " ujar Erland yang sudah beranjak dari duduknya.


"tidak perlu aku bisa pergi sendiri aku hanya sebentar oke nanti aku kesini lagii."


"sayanggg?!" tegas Erland namun Anna telah berlalu pergi.


Langkahnya terhenti saat hendak mengejar Anna lantaran Pelayan yang mengantarkan hidangan.


♡♡♡♡


Anna ingin memastikan apa yang di lihatnya bukan suatu kesalahan.


namun dia terus melihat dan mencari tidak menemukan keberadaan mereka.


"astaga aku melihat mereka tadi disini. atau mereka pengunjung di tempat ini tapi mana mungkin" ujarnya membalikan badan hendak pergi.


namun saat hendak melangkah tak sengaja Anna melihat anak kecil itu tengah duduk di tepi pantai dengan memegang perutnya.


Anna berlari menemui mereka.


"Kalian ngapain malem malem disini?" tanya Anna yang disadari keduanya langsung menengok.


"kita sedang mencari barang rongsok kak" ujar salah satu anak perempuan yang lebih tinggi.


"astaga kenapa harus semalem ini?"


"yaa karna kita baru ada waktu mencari barang rongsok mulai jam 5 karna siangnya kita bersekolah." ujar anak itu.


"siapa namamu?"


"diva dan ini adik aku Denis" ujar Anak itu memperkenalkan adiknya.


"kalian kakak beradik?"


"iya kak hanya selisih 3 tahun"

__ADS_1


"kenapa adikmu itu div? kakak lihat dari tadi memegang perutnya"


"ahh tidak papa kak mungkin hanya sakit perut karna belom makan."


mendengar ucapan itu seakan hati Anna hancur di buatnya pasalnya dia tidak tega melihat semua itu, Annak yang masih begitu lucu yang seharusnya saat ini adalah usianya untuk bermain namun berbeda dengn mereka yang harus mencari uang sampai larut seperti ini.


"kakak kebetulan sedang makan di dalam sana apa kalian mau ikut bergabung dengan kakak?"


mereka hanya berdiam tidak memberi jawaban.


"yaudah ayo ikut kakak" ujar Anna menyuruh keduanya beranjak.


♡♡♡♡


Anna lebih dulu masuk mendatangi Erland. bagaimanapun dia ingin meminta persetujuan Erland karna Anna tidak sendiri.


"Erland"


"duduk dan makanlah ..." ujar Erland yang masih sibuk dengan ponselnya


"aku membawa anak anak pemulung yang akan bergabung bersama kita boleh kan?"


mendengar itu seketika Erland langsung terfocus pada obrolan Anna.


"siapa dan dimana mereka?"


"mereka ada di luar ayolah bolehkan mereka bergabung bersama."


Erland melihat dari sorotan mata Anna yang memohon melihatkan rasa ketulusan yang ada disana.


"bawalah mereka gabung"


"astaga terimakasi Erland."


Anna berjalan mendekati Erland, Erland mulai curiga di buatnya apa lagi pada saat Anna melihat dan dan melirik sekitarnya dengan bola mata.


membuat Erland merasa takut di buatnya "mau ngaaapaa____" belum usai kalimat itu tiba tiba kecupan bibir mungil itu mendarat di pipinya.


Erland kaget di buatnya, hanya bisa melebarkan senyumnya disana.


Dan Anna berlari keluar kembali untuk memanggil kedua bocah itu.


.


.


.


.


.


♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2