
#Jangan lupa Vote dan Like "Another loved " yah Thedevvulic dan selalu dukung author, Semoga kalian sehat yah semua dimanapun Thedevvulic berada. 💕
#Jangan lupa Follow IG Author writterdevvu, Thanks Semua💙
.
.
.
.
♡♡♡♡
Gianna berjalan bersama Nando untuk mengantar Nando pergi ke Kantor hari ini.
hanya sampai di depan pintu itu sudah cukup bagi Nando.
setidaknya hari-hari seperti inilah yang akan di lalui bersama Anna nanti.
"Kau jaga diri dirumah oke"
"tidak perlu mengingatkan aku sudah paham" jawab Anna dengan membetulkan posisi dasi Nando.
"Terimakasih "
Tidak ada jawab hanya senyum di wajah Anna yang terukir.
"Siang ini aku akan membawa Hector chek up? "
"benarkah jam berapa? "
"Aku belum mendapatkan jadwal lebih detail dengan dokter tapi biasanya jam satu."
"benarkah? aku usahakan untuk menemani kalian" ujarnya
"Tidak perlu Nando, kau pasti sibuk?"
Nando memberikan senyuman di wajahnya.
"nanti aku kabari lagi yah, sekarang aku pergi dulu. "
"Ya hati hati"
Sebelum melangkah pergi Nando terlebih dahulu memberikan kecupan di kening Gianna.
tidak lama Anna masuk setelah melihat Nando yang sudah tidak hilang bersamaan dengan pintu lift yang tertutup.
♡♡♡
Nando tau kemana arah dirinya harus pergi saat ini, beberapa menit mobil yang membawa Nando pergi.
kini dirinya sudah memasuki sebuah halaman Mansion mewah yang berdesain kastil.
__ADS_1
Peter membuka kan pintu untuk bosnya.
Nando melangkah menaiki setiap anak tangga di hadapanya.
setelah sudah berada di depan pintu kayu yang terlihat begitu besar dia menarik nafasnya dan membertulkan jas nya.
Nando melangkah menyusuri setiap ruangan.
sampai dia bertemu seorang laki laki dengan tubuh besar dan kekar.
yang sejak tadi mengawasi Nando.
"Apa Anda akan bertemu dengan Tuan Petra? "tanya nya
"ya dimana dia? "
Lewat sini.
Nando mengikuti laki laki itu berjalan ke sisi ruangan yang berbeda.
sampai dia berada di sebuah ruangan dengan cahaya remang.
dapat di lihat seorang lelaki berada di kursi besar itu membelakangi keduanya.
"Silahkan Tuan" ujar laki laki bertubuh kekar itu yang mana kini meninggalkan keduanya di ruangan.
"Hallo selamat datang Menantuku" Sapanya
Laki laki yang paru baya tengah memutar kursinya yang mana kini keduanya beradu pandang.
"duduklah"
Nando melakukan itu.
"astaga kau jauh lebih terlihat muda setelah hidup bersama dengan putri ku"
"Paman"
Mendengar itu Petra sedikit terkejut.
"bahkan setelah kau menikah dengan putriku, kau masih memanggilku paman? apa kau lupa"
Mendengar itu Nando hanya tersenyum.
"Kau ingin minum, ku rasa kau sedikit gugup. "
"tidak perlu, wine di pagi hari kurang bagus untukku"
"Ah baiklah, Apa Victoria banyak mengaturmu? termasuk konsumsi alkohol, dia memang sedikit cerewet kau harus memaklumi itu. "
Mendengar itu Nando kembali sedikit oleg bagaimana kini rasa bersalah kembali muncul di perasaan.
Nando dapat melihat dengan jelas betapa bahagianya Tuan Petra menikah kan putrinya dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Namun kembali lagi ini sudah di pikirkan Nando secara matang.
"Paman, kita bicara intinya saja saya rasa kita tidak memiliki banyak waktu. "
"ya jadi apa yang ingin kau katakan. " ujarnya yang ikut penasaran
"Tuan Peter dengan rasa hormat ku kepada anda, yang mana anda adalah teman lama ayah saya mungkin rasa maaf harus saya katakan sebelumnya, alasan kedatangan saya kesini untuk memulangkan anak anda di tangan anda kembali" ujar Nando
sontak Petra begitu terkejut disana.
dia seakan mendapatkan serangan petir di cuaca terang.
"Kau?? "
"saya tau mungkin anda akan kecewa terhadap saya, ini sudah menjadi keputusan saya kepada Victoria saya rasa dia lebih pantas mendapatkan yang lebih baik dan saya berharap anda bisa menerima itu dengan baik. untuk semua kontrak perjanjian dan denda, saya akan bayar semuanya sesuai dengan yang sudah di sepakati bersama di atas kontrak pranikah. "
"Alasan apa kau meninggal Victoria? apa dia Menyinggung mu? "
"Tidak Tuan Petra, Anak mu adalah gadis yang baik dia mencintaiku dengan seluruh, namun ini salahku dan saya akan bertanggung jawab "
"Kau mengecewakan nya? "
"Aku rasa begitu, maaf jika aku menjadi pengecut yang tidak bisa memegang ucapkan ku sendiri. "
Petra mengusap wajahnya kasar.
♡♡♡♡
Sedangkan di tempat lain Gianna tengah bersiap membereskan beberapa perlengkapan Hector.
karna sudah mendapatkan jadwal Chek up dari dokter, dia bergegas.
"Baiklah semua sudah siap"
Anna melirik kearah ranjang dimana kini Hectro tengah bermain benda yang ada di gengamanya.
"Ayo Hector kita pergi kerumah sakit"
Hector yang melihat itu hanya menurut di gendongan Anna.
Anna membuka pintu keluar untuk meninggalkan Tempat itu.
namun begitu terkejutnya saat mendapati seseorang di luar sana.
Anna menghentikan langkahnya secara reflek.
"Victoriaaa?! " Ujar Wanita itu melihat wajah yang dia kenali.
.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡