
.
.
.
.
.
Sesampainya di rumah Anna segera berlalu memasuki kamar benda yang di carinya saat ini Adalah kalender
Anna melihat dengan teliti.
"Astaga ternyata aku sudah telat selama 7 minggu kenapa aku bodoh sekali tidak menyadarinya."
Anna berada di posisi kebimbangan saat ini.
Antara rasa bahagia dan cemas.
itu yang saat ini dia rasakan.
Anna ingat beberapa bulan lalu saat dirinya pergi berlibur bersama Erland.
saat pertama kali bagi Anna merasakan sesuatu yang belum pernah dia alami sebelumnya dan yang pertama kalinya bagi keduanya.
Anna mengingat secara jelas saat malam itu terjadi Antara mereka.
Anna memberi kepercayaan kepada Erland dan hanya kepada Erlandlah dia dapat merasakan arti cinta sesungguhnya.
kebahagian yang Erland berikan membuat Anna merasa snagat di cintai dan di lindungi semua itu terjadi begitu saja.
sama seperti saat Anna memberikan apa yang begitu berharga untuknya kepada Erland dengan alasan yang sama segalanya mengalir begitu saja.
Dan moment itu terjadi sebelum Anna menjebloskan ubu tirinya ke penjara dan penangkapan malam itu.
membuatnya ingat bahwa kejadian itu sudah berlangsung beberapa minggu lalu.
namun Anna benar tidak ingat terakhir dirinya datang bulan.
"Ku rasa Erland pun akan ikut serta merasakan kebahagiaan ini."
__ADS_1
Anna memegang perutnya yang kini masih rata dan ramping.
"kita temu dady yaa baby dia akan bahagia mendengar kamu hadir."
♡♡♡♡
Anna menghargai Erland bagaimanapun Erland adalah Ayah nya dia berkah tau atas perkembangan janin yang kini tumbuh di sana.
Anna terus memandangi langit keluar yang memperlihatkan aktifitas penduduk kota besar.
Jemari lentik anak tidak lepas dari perut ini saat ini tidak ada yang tau perihal maslaah ini bahkan asistenya sendiri pun belum mengetahui ini.
Anna memasuki gedung tinggi itu sebelum akhirnya sampau pada basmant.
Anna turun dari mobil itu.
"Pak saya tinggal saja biar nanti saya pulang bareng Erland." Ujar Anna pada supir pribadinya.
"Baik non" jawab nya
Anna menyusur masuk gedung itu
kini dia sudah terbiasa dengan para karyawan yang ketika melihat kedatangannya mereka memberi salam hormat dan sapa.
Anna dapat leluasa memakai fasilitas kantor
begitupun dengan fasilitas Esekutif yang biasa di pakai Erland.
Anna menekan tombol lift mengarahkannya ke ruangan paling atas.
melihat sekertasis Erland yang di luar ruangan membuat Anna datang menghampiri.
"apa Erland ada?"
"Tuan Erland sedang menemui tamu sebentar."
"di dalam ruangan?"
"hemm aku rasa ada di ruang sebelah" tujuk wanita itu pada pintu kayu di samping.
"baiklah terimakssi"
__ADS_1
Anna melihat kearah pintu tersebut memperlihatkan kaca transparan disana.
anna mendekat dia ingin tau apakah Erland akan lama berbincara dengan tamunya.
Anna perlahan mendekati pintu itu.
namun sesuatu tak terduga saat kini dihadapnya memperlihatkan Erland tengah duduk berdua dengan wanita yang asing baginya.
Dia lihat dari pakain bukan menujukan pakaian kerja.
Sontak Anna merasa panas dengan pemandangan itu.
Anna menghampiri sekertaris itu kembali.
"siapa wanita itu?" tanya Anna
"kebetulan saya tidak tahu nona paslanya tuan membawanya dia kesini"
mendengar kalimat itu membuat Perasaan Anna semakin panas tapi dia mencoba tenang.
"Mana jadwal pertemuan Erland?"
Wanit itu memberikan Anna melihag secara teliti
"Seharusnya jam segitu bukan waktunya Erland membuka pertemuan" Guma Anna
Mendapatkan jawaban yang tepat bahwa wanita itu bukan rekan kerja ataupun rekan bisnis Erland.
membuat Anna percaya diri mendatangi keduanya.
"Erlannnnnnddd!! teriak Anna sembari masuk.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡