Another Loved

Another Loved
118.Melampaui batas rindu.


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡


Malam pun tiba dimana mereka tengah menimati santap makan malam mereka dengan dingin dan germelapnya pemandangan kita Barcellona di malam hari.


Ambar kini bahagia terlebih saat melihat Anna mulai memasangkan senyum di wajahnya lagi.


Terlebih saat Vannesa bermain bersama auntynya itu.


Ambar yang melihatnya kembali melihat Anna yang mulai pulih.


Hingga lamunanya dia kejutkan oleh suara dering telfon.


Ambar memeriksa benda tipis itu tak di sangka panggilan masuk dari suaminya.


"Vannes momy akan angkat telfon dulu dari dady kau jangan jauh jauh dari aunty Anna oke."


Vannesa yang mendapati perintah dari ibunya dia hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.


Walaupun di sekeliling keduanya pun ada assisten Ambar yang akan menjaga namun Ambar ingin vannesa tetap berada di samping Anna.


Beberapa saat kemudian Vannesa merasakan mulas pada perutnya.


dia sadar bahwa dia terlalu banyak makan Ice cream.


"Auntyy peruttt" Anna yang melihat ekspreksi jawab bocah kecil itu di tambah tangannya memegangi perut.


membuat Anna panik segera menaruh sendok yang ada di tangannya. "Vannes ada apa?" Tanya Anna


"Vannesa ingin ke kamar mandi."


Assisten Ambar yang bernama Tiwi segera bergegas membantu anak majikannya

__ADS_1


"Ayo non kita ke kamar mandi." Ujar Tiwi


Namun tangannya di tempis oleh Vannes.


"Nessa mau sama Aunty Anna saja." ucapnya


"Tapi nonn..." bujuk Tiwi


Anna menggelengkan kepalanya memberikan tanda kepada Tiwi "Sudah biarkan .. biar aku saja."


"Tapi nona Anna bagaimana jikaa___"


"tidak papa bilang kepada Ambar aku sendiri yang meminta."


Akirnya mau tidak mau keduanya pergu meninggalkan meja tersebut dan pergi bergegas menacari toilet.


Ambar yang baru saja menghentikan percakapannya bersama suami dia segera kembali ke tempat semula.


namun Ambar begitu heran saat hanya mendapati Tiwi disana.


"Lohh kemana mereka?"


"Maaf nyonya tadi nina Vannesa meraskaan mulas dia sudah saya bujuk untuk kekamar mandi bersama saya tapi nona vannesa hanya ingin bersama Anna." Jelas nya


Ambar yang mendengar penjelasan itu dia percaya saja.


♡♡♡♡


"Kita Harus buru buru sayang supaya nessa bisa cepet sembuh mulasnya" Ujar Anna saat mereka menuju toilet.


"Apa Tidak papa aunty Vanessa di gendong seperti ini? apa dede bayi tidak terjepit." Ujar polos gadis itu


"Tidak dedek bayi akan senang karna berdekatan dengan vannesa bukan?" Jelas Anna


Anna melewati beberapa orang yang ada disana.


namun begitu terkejutnya saat keduanya sedang asik mengobrol Anna melihat kembali lelaki yang di lihatnya di rumah sakit itu.


Dia berada di restoran itu juga, Anna yang sekilas melihatnya berada di ruangan tertutup yang hanya di halangi kaca dengan beberapa orang ada di sekitar lelaki itu.


bahkan dia dapat melihat lelaki itu ikut menyoroti matanya kearah Anna saat ini.


Anna menyadari itu dia lebih focus membuang arah pandangnya dan jalan lebih cepat.

__ADS_1


"Astaga kenapa harus disini ?" Tanya Anna dalam benaknya.


"siapa dia? kenapa dia juga seperti mengenaliku."


"Akh tidak mungkin."


Kata kata itu terus bermunculan pada benak dan fikiran Anna.


Namun Anna enggan mengambil pusing dan terus mencari tempat yang akan di tuju.


♡♡♡♡♡


Kini ke Empat telah sampai di hotel bintang lima.


segala sesuatu perjalanan liburan kali ini sudah di siapkan dan di fasilitasi oleh Guntur, memudahkan perjalanan mereka.


Ini sudah memasuki pukul 9 waktu spanyol.


Anna yang telah memberihkan diri dia lebih memilih untuk duduk sejenak di sisi jendela.


Kamar ini hanya di tempati oleh Ambar dan Anna sedangkan Vannesa dan pengasuhnya ada di kamar sebelah yang hanya di batasi pintu akses masuk jadi bisa saya Vannesa masuk kapan saja, membuat Ambar lebih tenang memantau keadaan sekitar termasuk anaknya.


Ambar sengaja menyewa unit hotel lebih luas dan lebar karna dia akan merayakan hari ulangtahunya disini juga.


Anna terus memandangi lalu lintas di bawah sana yang memperlihatkan indahnya gemelap lampu gedung dan jalan.


namun pikirannya tidak disitu.


"Aku tidak pernah tau dimana keberadaanmu, tapi aku yakin dan percaya kau selalu berada di dalam hatiku, aku tidak pernah menyanga sebegitu dasyatnya cinta yang menyatukan dua jiwa.. indah namun perih. aku melihat setiap sisi dari sorot mataku yang terlihat hanya senyum dan memori itu Erland. bagaimana aku bisa lupa." Guma Anna dalam hatinya hingga di tidak sadar air mata telah menetas melintasi jawah mulusnya.


"*Bahkan dalam keramaiyan pun aku tetap merindukanmu."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡♡♡*


__ADS_2