
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
Pagi Ini Anna mendapati Erland yang telah berangkat lebih awal dia bilang ada meeting yang harus di lakukan.
mengingat kemarin Erland sempat bercerita dia akan membicarakan kesepakatan dan perizinan pembangunan yang akan dia lakukan.
Namun pagi dia baru terasa begitu membosankan bagi Anna.
Anna berjalan melewati pintu itu.
saat mata nya terpanah pada para nelayan yang sedang sibuk menangkap ikan.
benaknya ingin pergi kesana.
Anna mencoba menghubungi Erland.
bahkan panggilannya pun hanya berdering tidam ada jawaban.
membuat anna sedikit kesal di buatnya.
lantas dia segera pergi untuk mengambil sepatu unggu kesukannya.
"Astaga sebentar lagi perut ini akan membuncit dan aku akan kesulitan memakai sepatu. ku fikir aku harus mulai membeli barang yang simple saja."
Anna mencari keberadaan kunci mobil Erland.
yang membuatnya kehilangan waktu.
sampai focusnya teralihkan oleh dering telfon di ponselnya.
Anna dapat menebak nama itu.
__ADS_1
"Bagaimana?" Jawab Anna dengan entengnya
"Sayang kau menghubungiku maaf aku baru ada waktu untuk menelfon ulang."
"Yaa betul kau terlalu sibuk."
"jadi bagaimana sayang?" ucap erland yang ingin mengalihkan topik
"Aku ingin berjalan jalan membawa mobilmu."
Sontak kalimat itu yang membuat Erland kaget hingga spontan membuka mata lebih lebar
"Syaang jangan, lebih baik kau tunggu aku pulang nanti kita bisa jalan jalan bersama ya, bukan apa aku hanya khawatir dengan kandunganmu aku tidak mempermasalahkan mobilku itu dan kau tau mobilku itu sport sayang aku khawatir dengan kondisimu kau paham maksudku bukan?" Ujar Erland mencoba merayu Anna.
"Dari dulu aku menyetir juga tidak maslaah."
"yaa aku tau kau wanita yang sangat mandiri tapi aku khawatir dengan kondisimu."
"Erland percayalah padaku." Ujar Anna dengan malas dam segera menutup telfon itu masalanya dia sudah siap dan rapi.
Anna bergegas mencari kunci mobil itu dia khawatir jika Erland pulang.
Anna membuka nakas di samping ranjang milik mereka dan tak disangka menemukan barang cariannya.
Beberapa kali Anna sempat membeli dan memiliki mobil sport yang tak kalah bagus dari milik Erland.
Jadi dia sudah tahu bagaimana cara mengendalikan mobil yang identik dengan lelaki itu.
membuat Anna tanpa ragu menjalankannya.
tak lupa dengan kacamata hitamnya yang membuatnya semakin cocok menjadi istri CEO.
Beberapa waktu Anna memutari kota itu sampai dia sampai pada satu pantai yang menurutnya indah dan menenangkan.
Gianna duduk pada satu batang kayu yang ada di tepi pantai.
beberapa waktu berlalu hanya dijadikanya sebagai tempat persingahan bagi Anna.
sampai dimana Anna melihat seorang ibu dan anak perempuan yang terlihat seperti membawa Ember.
Anna yakin jika mereka membawa sebagian ikan disana.
kembali Ànna tidak perduli dengan ini. dia kembali menatap hamparan ombak.
__ADS_1
sampai matanya teralihkan lagi kepada dua sosok wanita yang nampak ceria disana.
Anna mencoba memperhatikan keduanya lebih dalam sampai dia menyadari "Ambar citra."
"Gadis itu?" gumanya
"Sangat mirip dengan Ambar."
Anna kembali mengingat Ambar pernah bercerita bahwa dirinya memiliki adik perempuan yang saat itu usianya masih sangat balita.
"Aku melihat wajah ambar di gadis itu." Guma lanjutnya
Anna ingat betul dengan wajah wajah masa remaja Ambar yang terpasang pada dinding kamarnya.
dengan berani Anna menghampir kearah mereka.
langkahnya semakin mendekat kearah mereka yang masih terfocus kearah depan sedang Anna berada di belakang mereka.
"Permisi ibu" Ujar Gianna disana
yang mana membuat keduanya menengok bersamaan.
"iyaa non ada yang bisa saya bantu?" Jawab ibu itu sembari menghadap kearah Gianna disana
Seketika Anna sangat kaget dibuatnya saat mendapati apa yang tidak pernah dia sangka.
Anna melihat nama Ambarcitra terukir di galung wanita parubaya itu.
yang mana membuat Anna sempat tidak habis fikir dengan apa yang dialaminya.
membuatnya sempat sedikit mengambil langkah kebelakang.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡♡
__ADS_1