
.
.
.
.
Ke esokannya..
Erland bergegas pergi kekantor setelah mendengar kabar bahwa lembar kertas proyek kerja dan privasi perusahaan tidak juga di temukan.
"bagaimana bisa ?" pikir Erland beberapa kali
pasalnya ini adalah kali pertamanya karyawannya melakukan hal teledor seperti ini.
Selama Erland menjabat jadi pemimpin dia selalu menegaskan kepada para bawahannya untuk bekerja dengan teliti dan rapi.
dan ini kali pertama kasus terjadi membuatnya merasa percaya dan tidak percaya.
Erland baru saja pergi dari unit Appartement Anna setelah dia memutuskan untuk singgah di sana tadi malam.
Erland merasa sangat bahagia dengan realita kabar itu.
Erland merasa dirinya hanya ingin ada di samping Anna selalu menjaga dan melindunginya setiap saat.
karena bagi Erland Anna adalah tanggung jawabnya.
Namun karena suatu hal masalah kecil terjadi membuat Erland harus pergi beranjak meninggalkan Anna sesaat.
bagi Erland ini adalah masalah kecil mengingat selama kurang lebih 14 tahun dia menjabat sebagai pemimpin.
tentu berbagai macam ombak terjal sudah dilaluinya.
meski Erland tahu masalah kecil ini akan membuatnya mengalami kerugian sedikit.
♡♡♡♡
__ADS_1
Sesampainya di kantor Erland segera meminta Andre untuk memanggil beberapa karyawan yang bertugas sebagai pengatur poyek dan Sekertaris pribadinya.
"Saya betul betul tidak ingat Tuan dengan lembar kertas itu seingat saya.. saya sudah menyimpannya bersamaan dengan map dan berkas lainnya." Ujar wanita itu
"jika sudah tersimpan dalam map tidak mungkin kau akan kehilangan."Jawab Erland
"saya tidak mau tahu 2 hari kedepan kau harus kembali mencetak ulang peraturan dan dokumentasi itu"perintah Erland
Sekertaris nya hanya diam tidak berbicara apapun dan hanya menganggukkan kepala nya sembari melihat kepergian Erland.
sekertaris nya begitu cemas saat ini
dia merasa khawatir lantaran dia tau sikap tegas seperti apa seorang Erland Hernandez.
yang di kenal sangat disiplin dan dia tidak pernah memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang sempat membuat salah.
"Bagaimana ini aku takut mengecewakan Tuan Erland."
"sudah yang penting sekarang kita focuss mencari jalan keluarnya ya" Ujar temannya yang mencoba menenangkan.
♡♡♡♡
Erland kembali mengadakan rapat untuk membicarakan hal serupa karena kehilangan berkas penting yang mampu merugikan perusahaan.
meskipun hal sepele namun Erland tidak mau mengganggap remeh.
Andre menemani atasannya pergi melangsungkan rapat.
beberapa orang sudah menunggu di sana dengan wajah pucat dan panik mereka.
semua bisa di lihat secara jelas dari mata Andre.
Andre pun bisa merasakan itu karena dia tau sikap tegas apa yang di miliki oleh bosnya itu.
Rapat berjalan dengan tertib.
sampai saat dimana Andre melihat Erland yang tampak tenang dan melihat wajahnya sedikit tersenyum di sana.
__ADS_1
Andre merasa bingung dengan apa yang terjadi pada bosnya kali ini.
tidak bisa menurutnya.
"saya rasa pertemuan kita cukupkan kali ini." Ujar Erland melangkah pergi.
Andre segera mengejarnya namun dia tidak lupa untuk memberi hormat kepada peserta rapat siang ini.
Andre melihat dengan jelas perubahan yang terjadi pada Tuannya kali ini.
dia mencoba mendekati dan bertanya.
"Hemmmm tuan.." Ujar Andre
"Pesankan makanan di resto seperti biasa kita pergi setelah ini"
"baik tuan"
Andre melangkah dengan telfon genggamnya sembari memasuki lift bersamaan dengan Erland.
"setelah jam makan siang ada orang yang ingin menemui anda tuan." Ujar Andre
"siapa?"
"Lyodra Iskandar"
Erland hanya menganggukkan kepalanya.
.
.
.
.
#Untuk semua pembaca setia Another loved terimakasih tetap setia menunggu cerita baru dari author yang selama beberapa minggu ini menghilang ❤ untuk kalian👋
__ADS_1