Another Loved

Another Loved
74.Berita Gembira


__ADS_3

.


.


.


.


.


Suara Jam beker itu berbunyi nyaring tepat di sebelah Anna yang masih dalam kodisi tertidur pulas.


Anna perlahan membuka matanya saat mendengar suara jam itu.


merambah nakas itu menemukan jam yang berada diatas meja itu.


Anna membalikan badannya begitu terkejutnya saat dia melihat Ambar yang tertidur disampingnya.


Anna berlahan mengambil posisi duduk untuk menyadarkan dirinya sendiri.


kembali kepada Erland di sana dan segala yang terjadi setelah hari itu.


Anna merasa lelah untuk menangis.


Karena lelahnya itu pun yang akhirnya membawanya larut dalam tidur.


Anna hanyut dalam lamunan.


ketika tanpa sadar suara Ambar yang menyadarkannya.


sorotan mata Anna melihat sisi kirinya yang terlihat Ambar dalam keadaan mata tertutup namun bergerak mengganti posisi tidurnya.


Anna kembali ingat rasanya sudah lama Ambar tidak disini.


semenjak dia memutuskan untuk membeli rumah dan menetap di sana.


Dulu mereka selalu tidur di kasur yang sama saat mereka belom menempati Appartement itu namun setelah membeli unit appartement mewah mereka memutuskan untuk menempati ruangan tidur masing-masing.


mengingat momen itu Anna merasa rindu betapa hari begitu cepat berlalu baginya.


"Astaga ku Fikir aku harus membuat sarapan karena sudah lama aku tidak melakukannya."


sebelum itu Anna kembali pergi terlebih dahulu ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.


♡♡♡♡♡


Sedang di tempat lain.


ruangan khusus yang dimana Erland dirawat kini sedang ramai di datangi oleh para Dokter khusus maupun para suster yang bekerja di sana.


pasalnya Erland baru saja sadar dari komanya.


Andre yang melihat itu begitu bersyukur rasanya ketika penantian nya tidak sia-sia setelah satu harian dia setia menunggu tuanya.

__ADS_1


Andre berada di luar ruangan.


Menanti para dokter yang sedang chek up kondisi Erland terkini.


Beberapa Menit Andre menunggu hingga satu dokter terlihat akan keluar dari ruangan itu.


Tanpa banyak menunggu Andre mendatangi lelaki paru baya itu.


"Permisi prof." Sapa Andre


"Oh tuan Andre"


Andre yang merasa di kenal hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanpa sapa hormat.


"Anda pasti sudah tau maksud ku bukan?" ujar Andre


"pastinya. Tuan Hernandez perlahan kondisinya kembali normal namun saya rasa luka di bagian dalam belum mengering namun untuk perkembangan sadar dari siuman lebih awal saya rasa itu sudah menjadi nilai plus, karena semua itu berjalan lebih awal dari yang saya prekdisi."


Andre menyimak.


"Jadi untuk perkembangan sudah baik?"


"ya saya harap begitu namun kita tetap harus memantaunya setiap hari."


"baik prof terimakasih."


Andre melangkah setelah dia merasa ruangan bosnya sudah kosong.


Andre datang menghampiri Erland yang masih terbujur di ranjang besi itu.


" ahh saya rasa di masih ada di tempatnya."


"apa dia tidak apa?"


"Tidak nona Gianna selamat."


"benarkah? kau tidak sedang berbohong bukan?"


"apa yang saya katakan ini benar tuan nona Anna baik baik saja tidak ada luka goresan sedikitpun"


"Ahh syukurlah " Ujar Erland merasa tenang.


"berapa lama aku tertidur?"


"Anda tertidur sekitar 25 jam"


"Astaga aku merasa ini sangat lama."


"tapi ini lebih awal dari yang dokter prediksi mereka bilang membutuhkan waktu sekitar 3 hari namun kau hanya 1 hari 2 jam ini diluar perkiraan "


"Aku banyak bermimpi selama aku tidur."


"benarkah?"

__ADS_1


"bisa kan kau telfon wanitaku?" perintah Erland.


"baiklah Tuan akan saya lakukan."


♡♡♡♡


Anna masih ada di depan cermin lingkaran itu beberapa kali dia mendengar bunyi ponsel di luar sana.


Fikir nya adalah ponsel milik Ambar.


namun tidak kunjung terangkat.


membuat Anna bergegas menyelesaikan kegiatannya menggosok gigi.


Anna keluar dari kamar mandi itu dia mencari benda tersebut.


"Ah rupanya milikku"


Anna melihat layar itu terlihat nama Andre di sana.


Anna merasa hatinya tidak tenang.


"Andre ada apa?" sahutnya.


"Nona Tuan Erland sudah Siuman."


seketika badannya merasa gemetar ditambah air mata bahagia tanpa sadar mengalir begitu saja


"benarkah?" tanyanya meyakinkan


"benar Nona, dan Tuan meminta anda datang kesini."


"baiklah bilang padanya aku akan kesana."


Anna mematikan ponsel itu dia lompat-lompat kegirangan


"Thank You God " Teriaknya.


Tiba tiba "bruuuuukkk! "


satu buat bantal mengenai wajahnya.


"Ambar!!!" teriak Anna


"berisik" sahut Ambar


.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡


__ADS_2