
#Hallo Devvulic kembali lagi nih Author menyapa kalian Jangan lupa kasih Vote yah buat Author like juga jangan lupa.
#Selamat membaca ✨✨✨
.
.
.
.
♡♡♡
Fernando Baru saja datang segera menyesuaikan tempat yang sudah di perintahkan oleh kuasa hukumnya selama menjalani proses perceraian.
Nando melihat Victoria sudah duduk stand bye di tempat sebelahnya.
ini adalah kali pertamanya bertemu Victoria setelah sekian lama hampir empat bulan bila di ingat.
hati Nando seakan berdetak begitu cepat seketika.
saat segala proses persidangan berjalan, beberapa pertanyaan dari Hakim berhasil mereka jawab dengan jujur.
dan keputusan berpisah tetap mereka utarakan, kesepakatan bersama dan putusan bersama.
Nando sudah bersiap untuk hari ini, namun tidak dengan Victoria yang masih menyimpan rasa kepada Nando.
Rasa sedih, kecewa sudah bercampur menjadi satu namun bagaimanapun Victoria merasa ini sudah menjadi jalan yang harus di lewati.
kehilangan Nando dalam hidupnya tidak pernah dia bayangkan.
tapi kenyataan membawa keduanya berada di titik ini, hal itu membuat Victoria merasa sulit dan lebih banyak pasrah dengan keadaan.
Tidak mudah bagi Victoria menghapus bayang-bayang Nando apalagi keadaan saat ini yang membawanya kembali melihat Nando di hadapannya.
Ini bukan hal yang mudah, tapi Victoria yakin jika dirinya mampu melewati semua ini.
Tarikan Nafas Victoria semakin terasa pendek saat dia sadar hanya hitungan beberapa menit saja hakim akan memutuskan.
"Dengan ini menyatakan bahwa gugatan perceraian oleh saudara Fernando Orlando kepada Victoria Keyla Petra telah di kabulkan semua tuntutan saudara Fernando Orlando Kepada Victoria Keyla Petra telah di setujui"
Saat itulah air mata Victoria menetes tanpa di sadari.
hal yang mungkin sudah tidak bisa dia bendung lagi, terlebih saat mendengar ketukan palu dari hakim seakan semuanya runtuh bersamaan.
Semua mimpi yang dia ingin bangun bersama Nando.
sudah hilang sirna tanpa sisa, kini hanya ada harapan untuk bisa membantunya melupakan itu.
proses persidangan telah usai.
__ADS_1
dimana kini Victoria melihat Nando yang berdiri menjuang tinggi di hadapanya.
memberikan salam dengan mengulurkan tangan.
" Victoria maafkan aku yang gagal menjaga cinta hubungan kita, Aku sudah menyakiti mu terlalu lama namun inilah jalan satu satunya supaya aku tidak terus menerus menyakitimu, Setelah ini kau akan mendapatkan kebebasan untuk berekspresi" ujar Nando.
Tidak banyak yang Victoria katakan dia berjalan meninggal kan Nando disana.
melihat Victoria menangis hati Nando ikut serta menangis.
Dia kembali merasa bersalah.
Peter mengendari mobil yang dia bawa dengan focus, sesekali dia memperhatikan arah belakang.
melihat apa yang di lakukan Nando di kursi belakang.
Kenyataanya Peter hanya melihat Nando yang banyak diam.
"Peter tolong urus perpindahan nama Rumah itu menjadi milik Victoria dan berikan 45℅ saham ku untuk Victoria aku ingin dia hidup terjamin bahkan setelah lepas dariku" ujar Nando
Peter yang mendengar itu cukup terkejut pasalnya kini kekayaannya Nando juga sedang mengalami penurunan.
"Tapi dia akan tetap kaya Tuan"
"Peter Bisakah kau tidak banyak membantah? urus semuanya anggap saja ini hadiah dariku untuknya. "
Peter menarik nafas.
"tidak ini sudah menjadi keputusan lamaku. "
Gianna duduk di sebuah kursi dengan gelas yang ada di tangannya.
Telinganya terindikasi saat mendengar suara langkah kaki.
yang kian lama kian mendekat.
Gianna sudah bisa memastikan siapa yang datang saat ini.
"Sayang? "
Gianna yang merasa terpanggil itu dia menoleh.
"Yaa? " Jawabnya dengan senyum melihat Nando yang ada disana.
"Bagaimana Semuanya lancar? " Tanya Gianna sembari menaruh gelas di meja
"Ya semuanya berjalan lancar, Dan sayang maaf jika aku harus memberikan beberapa persen uangku untuk Victoria "
"Tidak apa, Kau juga punya tanggung jawab di bahumu untuk nya"
"Ya tapi ini untuk terakhir kalinya aku memberikan untuk Victoria, kita sudah resmi berpisah ya meskipun Victoria tidak meminta itu tapi aku memberikan sebagai hadiah. "
__ADS_1
Gianna hanya menganggukan kepalanya.
"Udah sore mandi yuk" Ujar Gianna sembari melepaskan Jas yang melekat di tubuh Nando.
Kini keduanya melangkah bersama ke lantai dua dimana Gianna berada di belakang Nando.
Anna lebih banyak diam, bukan masalah apa dia tidak masalah jika Nando memberikan banyak uang untuk Victoria.
Namun rasa bersalah masih terus menghantuinya meskipun Gianna sudah pernah membicarakan hal yang serupa dengan Victoria.
Namun naluri seorang perempuan yang sama sama memiliki hati.
perasaan bersalah dan sedih ikut bercampur menjadi satu.
Setelah keduanya mandi Anna berjalan memasuki walk in closet milik Nando.
tak lama Nando mengikuti langkah Anna yang mana kini dia melihat wanita tersebut sedang berdiri dengan wajah murung.
Nando melangkah mendekati.
"Ini sayang bajumu"
"Terimakasi"
"Kenapa kau bersedih? "
"Aku tidak bersedih"
Nando memperlihatkan senyumnya.
"Kau tidak bisa berbohong sayang, Jika kau bersedih, sangat bisa ku baca"
Nando menatap wajah Gianna disana sembari menaikan alisnya.
"Jangan terlalu di pikirkan apapun yang terjadi sudah ku kata ini adalah takdir. kenyataan kaulah jodoh yang Tuhan mau untukku"
Setelah itu Nando menarik tubuh Anna untuk berada di dekapannya.
" Aku merasa bersalah dengan Victoria "
"Jangan seperti itu, Victoria tidak pernah menyinggungmu"
.
.
.
.
♡♡♡
__ADS_1