
.
.
.
.
Beberapa barang telah di belinya, namun Anna belum merasa puas juga, pasalnya beberapa bulan terakhir Anna banyak keinginan yang ingin dia beli namun mengingat uang yang dia gunakan untuk membangun rumah tidak sedikit jadi dia lebih menyampingkan perihal nafsunya.
Namun untuk kesempatan kali ini Anna tidak ingin menyia-nyiakan.
Anna tengah berusaha membeli barang seperlunya namun setiap hal yang dia lihat dan menarik perhatiannya Anna ingin membelinya.
"Bagaimana dengan model yang ini kak?, ini limited edition brand kami hanya mengeluarkan 4 unit di Indonesia"
"tapi tidak sesuai dengan warna yang aku mau."
"maaf kaa memang hanya ini warna yang kita keluarkan."
Saat tengah berbincang dengan pelayan disana Anna disapa oleh seseorang.
"Gianna Tahalea?"
Anna yang merasa terpanggil dia menengok.
"Iyaaa.." begitu kagetnya saat dia melihat orang yang tak asing.
"Ohh ibuuuu"
"Hallo nak.."
"Ku kira siapa ternyata ibu"
Ternyata wanita yang saat ini ada di hadapnya Adalah Indah Hernandez.
"bagaimana ibu kabarnya."
"Ya kabar baik.."
"Apa ibu sudah sembuh??"
"Ya it's oke"
"Bagus lahh jika begitu."
"Iyaa, kau disini dengan siapa?" tannya Indah
"oh sendiri bu.."
"Ku lihat kau suka berbelanja ya?"
"Ya sesekali buu.."
"baiklah"
__ADS_1
beberapa waktu keduanya mengobrol.
"kak ini barang yang anda inginkan" ucap pelayan itu
"baiklah"
Anna mengeluarkan card hitam dan memberikannya pada pelayan itu. Indah yang melihatnya begitu terkejut saat mendapati nama putranya di sana.
secara jelas tertulis Erland Hernandez.
setelah menyelesaikan pembayaran Anna menyambangin Indah kembali yang duduk disana.
"Ibu saya pergi terlebih dahulu."
"sebentar setelah ini akan kemana?"
"aku masih bingung."
"bagaimana jika kau ikut mampir kerumah ibu?"
Anna kembali berfikir dan melihat jam yang tertempel di tangganya.
"Ini masih siang, dan Erland belum juga menghubungi ku" gumanya dalam hati.
"Baiklah bu, aku ikut dengan anda."
♡♡♡♡♡
Mobil yang mereka tunggangi sudah masuk kedalam halaman rumah.
Anna melihat sekeliling rumah bersar itu sebelum akhirnya pintu itu terbuka oleh dua pelayan yang menyambut keduanya.
"mari nak masuk kedalam"
"ya bu terimakasi"
Anna ikut masuk bersama Indah, keduanya menuju ruang makan.
"Ini rumah ku kau boleh kapan saja datang kesini."
"hahah akhirnya aku bisa datang kesini, setidaknya wakti itu bukan yang terakhir kalinya kita bertemu"
"ya benarr"
Tiba tiba datanglah Elisya dari lantai atas.
"momyyy, sudah pulang?" teriaknya menyelusuri anak tangga itu
"sudah kemarilahhh"
saat Elisya datang menghampiri ibunya langkahnya terhenti saat melihat keberadaan Anna disana.
"Elisya kemarilah kenapa kau diam disana, ini wanita yang saat itu membantu momy saat jatuh." Ujar Indah meminta Elisya mendekat.
"Anna ini anak ibu yang paling cantik"
__ADS_1
Anna yang mendengarnya hanya tersenyum.
"Elisya kau pasti mengenalinya bukan?" Jawab Elisya hanya mengangguk.
♡♡♡♡
Ketiga mengobrol diruang belakang.
Anna merasa sangat diterima di keluarga ini, Anna merasa nyaman bertemu dengan Indah, Dia seperti mengingat Ibunya terlebih melihat perilaku Indah terhadap Elisya.
Namun yang membuatnya heran mengapa sejak awal bertemu tatapan dan perilaku Elisya dalam memperhatikan Ana seakan ada sesuatu yang tidak disukai.
bahkan dari cara Elisya mengobrol dengan Anna pun, Anna dapat merasakannya.
waktu terus berlalu hingga telfon itu berdering
Anna yang menyadari dia segera mengecek itu, ternyata benar itu dari Erland.
"sebentar ibu saya terima telfon"
"ya silahkan"
"Diaman?" tanya Erland yang sudah tersambung dengan Anna.
"aku sedang bertamu"
"Apa masih lama?"
"tidak aku sudah dari tadi"
"Andre bilang dia tidak mengantarmu?"
"ya dia kusuruh pergi."
"sekarang dimana? aku jemput."
"baiklah aku kirim alamat nya"
"kau tunggu.."
Anna memutuskan panggilan itu.
"Maaf ibu, aku menunggu jemputan jadi mungkin sebentar lagi aku akan pamit pulang"
"Ya tidak masalah, tapi sering seringlah datang kesini"
.
.
.
.
♡♡♡♡♡
__ADS_1