Another Loved

Another Loved
119.Serpihan memori


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡


Fernando Orlando


Seorang lelaki bertubuh kekar itu baru saja memasuki kamar pribadinya.


dia merebahkan badanya dibatas sofa panjang berwarna tosca.


Nando adalah sebutan dari ayah dan ibunya.


namun kini dia telah lama tidak mendengar sapaan akrab itu dari orang orang sekelilingnya karna tidak ada yang berani menyebut nya selain the bos.


Hari-hari nando hanya di kelilingi oleh kenikmatan dunia, belum pernah terbesit dalam keinginannya untuk menikah dan membangun keluarga.


Karna baginya menikah adalah sesuatu yang sakral dan tidak bisa di permainkan.


fikir Nando adalah dia bisa saja memainkan apapun yang menantangnya namun tidak ketika dia telah menjatuhkan pilihan untuk mencintai satu wanita dalam hidupnya.


dia tidak bisa, mungkin bisa saja kepada mereka para wanita yang ingin bersamanya hanya untuk kepentingan sesaat ataupun ke untungan yang di dapat.


namun itu tidak pantas di berikan kepada seseorang yang nantinya akan dia pilih sebagai cinta terakhirnya.


melihat perjalanan cinta antara kedua orang tuanya membuat Fernando berfikir bahwa dia harus mencari wanita yang memang menjadi pilihannya.


Untuk saat ini bermain dan bergonta ganti wanita adalah hal yang biasa baginya.


namun tidak saat nanti dia bertemu pujaan hatinya, terlebih saat dia sadar dengan tahta dan kekuasaannya yang sering di sebut dengan killer the bos dan seorang mafia.


satu yang dia takuti, dia takut karna kekuasaan yang di pegang membuatnya mencelakai orang lain terlebih itu adalah orang orang yang di cintainya.

__ADS_1


teringat satu moment dimana ibunya mati karna tertebak saat beberapa musuh ayahnya mengincar nyawa ibunya. karna mereka tau itulah kelemahannya.


Fernando mengusap wajahnya kasar saat kenangan itu timbun kembali.


dia mendudukan dirinya dan menuangkan wine di gelas yang sudah di sediakan.


"peter" suara nya menggema


membuat assistenya pribadinya yang telah lama bekerja bersama tersadar bahwa namanya di panggil.


dia tau apa yang di butuhkan oleh bosnya.


"Tolong bawakan dua wanita yang ku minta." perintahnya dingin.


Peter yang mengerti dia segera melaksanakan perintah itu.


tidak lama kemudian dua wanita pesananya muncul memasuki ruangan kamar itu.


dengan tubuh seksi, tinggi dan berkulit sawo matang mencoba mendekati Fernando disana.


Fernando membiarkan mereka melakukan pekerjaan mereka.


Sampai akhirnya Fernando mulai terbuai dalam suasana yang membuatnya merebahkan kepalanya pada senderan tersebut dan memejamkan matanya, namun satu vitur muka muncul di kegelapan.


wajah yang di pernah dia temui 10 tahun lalu.


Fernando yang mengingatnya segera membuka watanya.


namun dia belum melihat jelas wajah itu.


betul betul Nanda meraskan hal yang aneh dalam tubuhnya hanya membayangkannya saja membuat tubuhnya bergetar dan sesuatu yang tidak biasanya terjadi.


Nando segera beranjak dan menyingkirkan dua wanita yang sedari tadi sibuk.


"pergilah dari tempatku" perintahnya


Nando segera pergi masuk kedalam kamar mandinya membuang semua hasrat terpendamnya.


"siapa wanita itu kenapa hanya karna melihat bayangannya saja reaksinya sangat ampuh dalam tubuh ini." Gumanya dalam hati

__ADS_1


Nando kembali mengingat 10 tahun lalu dia jelas melihat vitur wajah itu namun kini dia telah lupa.


"kulit putih wajah asia." gumanya


Setidaknya itu gambaran buram dari bayangan tadi dan samar samar memorinya.


♡♡♡♡♡


"Momy momyyy bangun sudahh morning..." Ujar Vannes terus melompat pada kasur itu.


membuat kedua wanita itu mulai merasa terganggu.


"Momy sudah morning"


"bangun bangunnn.." ucohannya terus menerus.


Ambar yang mulai membuka matanya bertanya pada putrinya.


"Jam berapa sekarang."


dengan lugunya "Sudah 3"


Ambar yang mendengar itu merasa frustasi


"Jam tiga kau bilang pagi. astaga langit masih gelap."


.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2