Another Loved

Another Loved
50.Pertama kalinya


__ADS_3

.


.


.


.


keduanya masak bersama tidak di pungkiri ternyata bakat masak ada di diri Erland.


bahkan keduanya kompak dalam membuat makanan dan menyiapkan bahan-bahan yang akan di gunakan.


"Erland apinya terlalu besar"


"tidak ini cukup"


"lihatlahh asapnya terlalu banyak itu."


"kalo tidak seperti ini tidak matang"


"tapi ituuu___"


"diamlah"


Anna menyerah dengan keadaan yang ada.


"kenapa aku selalu kalah dalam hal perdebatan" Guma Anna.


♡♡♡


Beberapa waktu berlalu keduanya sudah berada di meja makan.


Anna melihat berapa menu masakan di atas meja begitu rapi dan bersih, Erland begitu rapi dalam melakukan perkerjaan.


"see??" Ujar Erland dengan mengangkat tangannya.


"ku fikir kau tak bisa memasak."


"memangnya hanya kau yang bisa masak."


keduanyamakan bersamaaan dengan suasana tenang.


♡♡♡♡


Erland sedang berada di ruang tamu saat ini bersama dengan soda yang ada di tangannya dan matanya terfocus pada televisi itu.


"apa hanya ini channel yang bisa ku tonton? hem membosankan" Ketus Erland dengan mematikan Tv


Anna yang berada di dapur namun dapat mendengar itu.


"aku ingin lihat seperti apa channel orang-orang kaya."


"yang jelas semua channel internasional dan berisi tentang bisnis bukan seperti ini entertement."

__ADS_1


"kau menghina ku hem?"


Erland tahu maksud Anna dan diapun tidak ingin mengukit lebih jauh jadi Erland memilih untuk diam.


Erland menaruh soda itu, dia melihat kearah luar balkon.


Fikirnya dia ingin menikmati angin disana, jadi Erland bengkit dari duduknya berjalan mengarah ke luar balkon sana.


Dengan kedua tangan yang masuk kedalam saku dia mengedarkan pandangannya ke luas alam raya itu.


bagaimana dia bisa melihat aktifitas orang orang yang berada di bawah sana.


Erland melihat kegiatan warga di bawah sana kebetulan posisi pembangunan appartement tidak jauh dari komplek kampung warga.


"Apa aku harus merenofasi beberapa struktur jalan disana?"


"entahlah ku fikir itu tanggung jawab pemerintah." guma Erland.


setelah beberapa menit berada disana Erland berniat masuk kedalam


saat langkahnya terayun tanpa sadar sorot matanya mendapati satu wanita cantik dengan kulit mulus, bibir merah dan rambut panjang itu tengah anggun mencuci piring.


Tanpa sadar Anna,Erland asik menikmati pandangan itu.


Erland dari kejauhan berjalan mendekati wanita itu, dan tak lama dari itu Anna menyadari kehadiran Erland.


"Ada apa? kau ingin cemillan?" tanya Anna


"tidak"


"aku hanya ingin kamu untuk saat ini"


"Erland jangan kau macam-macam."


melihat raut wajah Anna yang ketakutan membuat Erland tertawa.


"kenapa kau begitu takut denganku"


"ya memang aku takut padamu"


"baiklah lanjutkan pekerjaanmu"


"kau fikir aku babu?"


Saat sudah menyelesaikan semuanya Anna datang menghampiri Erland yang sedang duduk memainkan ponselnya.


Anna datang dengan satu piring buah yang sudah di potong potong.


Anna menaruh piring itu di meja, sembari dia mendudukan diri disamping Erland.


"Kau terlihat sangat serius?" tanya Anna


"Yaa ada beberapa E-mail yang harus ku periksa."

__ADS_1


"bukankah ini waktu kerjamu?"


"tidak ada pekerjaan"


"tidak mungkin, seorang pemimpin besar sepertimu tidak mungkin tidak ada pekerjaan"


Erland sadar akn ucapan Anna yang memiliki intosani sengaja di naikan.


"Tidak ada betul" ujar Erland sembari menurunkan ponsel itu dan menghadap ke lawan bicaranya.


Seketika keduanya saling berhadapan dengan pandang yang cukup dekat.


"kau bolos lagi?" guma Anna lirih


"Iya untuk menemuimu" jawab Erland.


Anna mengalihkan pandagan itu dengan dia melihat ke arah sebelah kiri.


Erland yang melihatnya dia langsung heran dibuatnya.


"anna? are u oke?"


"yes but I don't like the way you are like this."


"oke aku minta maaf."


"hey lihat aku" Ujar Erland yang merasa di acuhkan


Anna mengembalikan posisi wajahnya untuk memandang Erland yang ada di depannya.


Tanpa diduga dan terbayangkan sebelumnya di benak Anna.


Erland dengan cepat dan cekatannya mendekat wajah Anna dan mengecup tipis bibir merah itu.


Cupp~~~


Anna yang merasakannya dia hanya terdiam terpaku dalam suasan hening ini.


Ini ciuman pertama untuknya begitu dia merasakan hal yang tidak pernah dia rasakan.


antara percaya dan tidak percaya itu yang kini dia rasakan, Anna mengangkat tangannya dan memegang tipis bibirnya.


untuk pertama kalinya dia merasakan sentuhan yang menjalar hingga kerelung hati.


Anna tersadar dengan situasi itu,melihat Erland yang tengah tersenyum disana.


"ku fikir ini yang pertama untukmu?" ujar Erland


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡


__ADS_2