Another Loved

Another Loved
111. Cinta terakhir untuk Anna


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡


Gianna begitu cemas tak kala mendengar Erland yang pergi meninggalkan tempat acara itu dengan alasan dia harus mengambil cicin pernikahan.


Anna terus memandangi jam dinding yang terus berputar.


dia berharap di berhentikan agar Erland bisa datang tepat waktu.


Sang perias yang sedari tadi menemani Anna didalam kamar itu terus memandangi wajah Anna yang sangat tampak sekali kecemasan dan kehawatiran.


Lalu dia mencoba menenangkan pengantinnya itu.


"Tidak apa nyonya tuan akan segera datang." Ujarnya mencoba menenangkan


"Tapi sebentar lagi acara akan di mulai." jawab Anna


Sedangkan di bawah sana Indah merasa sangat marah kepada Andre yang lupa membawa cincin nya.


"Kenapa kau begitu bodoh "Ujar Indah


"Maaf nyonya karna saya disini banyak sekali mendapati pekerjaan saya harus mengsurvei tempat untuk memastikan bahwa semua perlengkapan telah selesai dan Tuan meminta untuk mengambil barang itu sendiri." Jelas Andre


"Tapi itu konyol sekali kau di bayar untuk membantu nya."


Indah yang tak habis habisnya memarahi Andre disana.


♡♡♡♡♡


Sedangkan di tempat lain.


Erland menancap gasnya kencang, seakan berada dalam lintasan balap.


Erland tidak memperdulikan itu 20 menit acara di mulai namun tempat itu masih jauh di depan mata Erland.


terlihat dari itu Erland mendapati jalan yang sudah macet oleh transportasi lainnya.


membuatnya marah.

__ADS_1


"Shit." umpatan itu keluar dari mulut Erland


Bergegas Erland mencari jalan keluar dia lantas membelokan setirnya untuk mendapatkan jalan yang lebih longgar.


Namun tak kala dia melintasi jembatan yang sampingnya terlihat lautan dengan beton yang curam.


Erland tidak berpikir panjang hanya ini satu satunya jalan yang bisa di lewati dengan lebih efektif namun bisa saja memerlukan waktu yang lebih lama.


Erland tidak perduli itu


dia tetap menancapkan gasnya membelah jalanan itu.


Sangat kaget saat truk besar di harapnya menghalangi lajunya.


Erland berinisiatif untuk melintasi truk itu lebih dulu. saat berada di samping Erland.


Truk tersebut melewati satu lobang besar yang pada akhirnya membuat ban belakangnya meletus.


tak bisa menyeimbangi lantaran truk tersebut membawa dua gerbong sekaligus.


membuat sang supir kewalahan mengoprasikan setir saat gerbong mereka mulai tak seimbang.


dan supir tersebut membanting setirnya kearah kiri.


tak melihat ada mobil di sekitarnya.


Erland yang berada di pojok kiri tersebut sangat panik saat melihat truk yang ada di sampingnya oleng tidak terkendali.


namun gerbong bagian belakang truk menyeret mobil Erland kearah kiri.


yang mana mobil Erland terlampaui batas pengaman.


dan terpental jauh jatuh dalam laut itu, begitu pun dengan truk tersebut yang sudah jatuh tergeletak dengan satu gerbong yang terpelas dari pengikat besi, terpental yang tadi membawa mobil Erland ikut terseret bersama.


Erland tidak bisa mengendalikan setir tak kala mobil itu melayang jatuh kebawah lautan.


Erland kini dapat merasakan kaca mobil yang pecah terhempas kekuatan Air.


kini Erland hanya merasakan seluruh badannya basah dan tenggelam dalam laut tersebut.


Dalam manik Erland hanya terlintas bayangan Anna yang tersenyum sembari menari dengan drees putih.


Anna begitu cantik dan manis disana.


Dan tak lama dia mendengar suara yang memanggilnya


"Erlanddd" dapat di dengar dari telinga Erland suara yang sangat teduh yang selalu dia rindukan yang suaranya dapat menyentuh hingga ke relung hatinya.


"Aku mencintaimu hingga detik ini Gianna." Ucapnya dalam hati tak kala dia menyadari sudah tidak bisa mengucapkan kalimat saat Erland kini menyadari sekelilingnya adalah Air.

__ADS_1


Orang orang di sekitar kawasan itu menyaksikan betul peristiwa tragis tersebut.


sebagian warga berbondong bodong lari menuju tempat kejadian.


dan diwaktu yang bersamaan sedang mendapati polisi yang tengah berpatroli


yang mana membuat tempat itu seketika menjadi ramai dan membuat ricuh para pengendara lain.


♡♡♡♡


Kini Anna sudah tidak lagi bisa menahan rasa cemasnya bahkan bukanya berkurang malah menjadi jadi.


Anna berasa khawatir yang bukan main.


Rasa khawatirnya itu membuatnya beranjak dari duduknya, dukungan dan keperdulian orang orang sekitar tidak berpengaruh bagi Anna.


yang ada dipikirannya kini hanya Erland yang kunjung datang.


Anna menyusuri tangga besar itu yang terhampar karpet merah dan bunga di sisinya.


Indah yang melihat calon manantunya turun dengan wajah hawatir itu segera mendatangi.


"Gianna?"


"mom dimana Erland." tanya Anna dengan wajah cemasnya


"Momy tidak tau hpnya tidak aktif dan tidak bisa di hubungi."


"mom bagaimana ini 3 menit acara akan mulai mom."


"sabar sayang dia pasti kembali." Ujar Indah yang mencoba menenangkan Anna.


padahal sejak tadi pun indah merasakan yang sama Khawatir dan cemas berpadu menjadi satu.


Indah sangat bingung sedangkan beberapa tamu besar telah hadir disana.


Indah pergi berlalu agak menjauh dari Anna supaya Anna tidak melihat kehawatiranya juga.


"dimana kamu Erland?" Ujar Indah dengan nada lirihnya dan menggenggam tangannya sendiri yang terasa dingin.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡


__ADS_2