Another Loved

Another Loved
125. Sebuah pilihan.


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡


Ambar baru saja selesai membacakan cerita fiksi untuk mengiringin tidur buah hatinya.


saat Ambar melihat Nessa yang tampak nya sudah pulas dengan tidurnya dia beranjak pergi meningalkan kamar itu.


Ambar mencari keberadaan Anna yang sejak tadi tidak terlihat.


Dan Ambar menemukan Anna disana yang tengah duduk menonton tv.


"ku fikir kau kemana" ujarnya, Anna yang mendengar suara yang di kenali lantas melirik kearahnya.


"hujan salju di luar."


"benarkaah?" Ambar yang mengetahui itu segera pergi kearah jendela.


mata Ambar seakan berbinar melihat butiran es itu turun memenuhi jalan.


Ambar sontak riang.


"mari kita pergi kejalan." Guma Ambar


"Hah bagimana dengan Anakmu." Tegas Anna


"Astaga kita bisa menitipkannya pada pengasuh untuk apa suamiku membayarnya mahal kalo tidak di gunakan." Ujar Ambar yang mendapatkan senyum sinis dari Anna.


"Ayolahh Anna kita tidak selalu beruntung mendapatkan moment ini." Ujar Ambar yang memelas.


Anna diam berfikir.


"baiklah."


Sorak Ambar memenuhi ruangan itu.

__ADS_1


♡♡♡


Keduanya tengah berjalan beriringan dengan menggenggam payung.


Anna melihat sekeliling jalan yang ramai di dilintaisi kendaraan maupun pejalan kaki.


Namun di tengah keramaian pun Anna masih merasa sepi.


membuatnya kembali mengingat Erland dan satu satunya cara untuk menghilangkan itu mengelus perutnya.


Dengan menebar senyum seiring dengan jemari lentiknya yang bergerak.


"Lebih baik kita duduk dulu." Ujar Ambar.


"kau tunggu disini aku akan membeli sebuah hot dog." Ujar Ambar yang meningalkan Anna disana.


Anna hanya mengangguk tanda mengerti.


Anna terus melihat sekeliling jalan.


sampai dia memilihat seorang lelaki dengan jas hitam pekat.


Tengah di kelilingi orang orang dengan jas yang sama dan berbadan kekar.


sorot matanya kembali melihat dimana Ambar berada.


tidak lama batin nya tetap merasa penasaran Sorot matanya kembali melihat kearah dimana kelompok itu.


dan begitu terkejutnya saat lelaki yang tengah memegangi rokok sembari hendak masuk mobil itu ternyata adalah Kamal.


"kamal??" serunya.


"Ini untukmu." ujar Ambar yabg mengejutkan Anna dengan menyodorkan satu buah burger.


Anna menerimanya.


"apa yang kau lihat?" Tanya Ambar penasaran.


"tidak ada. aku hanya sedang memandangi orang orang." Ujar Anna namun dia masih penasaran dia memandang arah yang sama saat kini yang dia lihat mobil Kamal yang berlalu pergi.


Keduanya duduk bersama.


"Jadi Anna apa yang kalian bicarakan saat Ibumu datang." Tanya Ambar membuka pembicaraan.


"Aku tidak tau apa maksud dirinya. dia ingin membawa aku hidup bersama dia disini. sedangkan aku besar di Indonesia dan kenangan banyak di Indonesia." Jelas Anna

__ADS_1


Ambar menarik nafasnya dalam


"Bukankah itu yang kau inginkan sejak dulu? kau prrnah berkata jika kau ingin hidup bersama ibumu, agar kau dapat merasakan kasih sayang yang sempat hilang." ujar Ambar


"kini aku telah nyaman dengan kehidupanku saat ini, fokusku hanya untuk membesarkan anak yang ada dalam kandunganku."


"Apa tidak sebaiknya kau ikut dengan ibumu dulu Anna setidaknya kau tidak sendiri memang aku akan untuk mu selalu tapi aku rasa ibumu akan lebih jauh memahamimu, lagipula kau tak ingin dengan setatusmu sebagai publik figur. Kau mungkin akan lebih tenang jika hidup tanpa hujatan bukan? orang seperti kita ini tidak mudah menjalani kehidupan normal seperti orang pada umumnya. apapun yang kita lakukan menjadi sorotan banyak orang .. aku tidak ingin dengan keadaanmu seperti ini membuat orang menilai buruk bagimu dan membuat kau menjadi down." jelas Ambar


Anna hanya diam meresapi ucapan ambar karna dia merasa apa yang di ucap Ambar ada benarnya.


Anna sangat membenci berita negatif tentang dirinya dan itu selalu masuk dalam fikirannya.


membuat kesehatanya menurun.


Anna menarik nafasnya dalam "Akan aku fikirkan." ujarnya sembali berdiri melangkah.


Ambar yang melihat itu segera berlari mengejar Anna yang sudah melangkah lebih dulu.


"astaga apa orang itu tidak tau aku tengah menikmati makanan ini." Guma Ambar.


Anna terus berjalan dengan langkah yang masih pelan sembari melihat searah samping jembatan yang menawarkan pemandangan lampu gedung dan sekitarnya.


"apa iya aku harus singgah ditempat ini untuk sementara waktu, fokus pada anaku dan meninggalkan moment bersama Erland untuk aku bisa bangkit kembali? rasanya sangat mustahil aku bisa bangkit dari keterpurukan ini." Guma Perasaan Anna yang berkecambuk.


Anna terus mengelus perut buncitnya.


"Momy akan menjaga dan membawamu selalu. tidak akan aku tinggalkan." Guma Anna lirih.


.


.


.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2