
.
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
Beberapa minggu berlalu
Kini Anna tengah membereskan tempat tidurnya.
setalah tunggu panjangnya.
Anna duduk sejenak di Kasur itu.
Anna mengelus Perutnya yang kini semakin besar.
membuat nya kadang merasa sesak jika banyak beraktivitas.
untung kini Nando lebih pengertian dia banyak meminta Anna diam dirumah.
Anna diam dia ingat hari ini saat nya di chek up dan melihat perkembangan bayinya.
Anna Turun di meja bawah.
seperti biasa makanan telah di siapkan Kamila dan Nando pun sudah berada di meja tersebut
mengoles selai nanas di roti.
"Anna kemarilah" panggil Nando.
Anna mendekat
"Dimana yang lain? " tanya Anna.
" siapa? "
"Peter"
"tidak tau kenapa kau mempertanyakan itu. "
Anna pun hanya diam sembari mengambil satu lembar roti tawar.
di sela-sela sarapan keduanya.
Anna selalu mengajak Nando berbicara bahkan tidak segan Nando kadang ikut tertawa mendengar cerita Anna.
Anna melakukan itu dia hanya berharap supaya ingatan Nando kembali pulih seperti sediakala kala.
Anna berusaha untuk mengajaknya ngobrol dan banyak bercerita.
__ADS_1
bahkan kini Anna tidak melihat sama sekali raut wajah Nando saat keduanya pertama kali bertemu.
Nando kini menjadi orang yang banyak tersenyum menurut Anna.
tapi tanpa Anna tau perilakunya begitu manis bagi Nando sehingga membuatnya semakin merasa jatuh cinta.
bahkan Nando merasa bahwa hanya Anna yang bisa membuatnya bahagia.
sampai Nando ingat.
"Bukankah ini jadwal kamu ke Dokter? "
Anna hanya menganggu sembari memakan roti.
Nando merapikan Dasinya
"Aku siap mengantar. " ujar Nando dengan datarnya.
Anna yang melihatnya hanya tersenyum menahan tawa.
sebaliknya Nando justru merasa bingung dengan ekspresi Anna.
"kau tidak percaya? "
♡♡♡♡
Kini Anna berada di halaman depan tengah menunggu Nando yang masih berada didalam rumah.
Anna melihat peter disana.
tengah bersiap untuk membawa mobil mengantarkan keduanya.
Peter langsung mengarahkan ke suara itu.
Anna jalan melangkah mendekati laki laki itu.
"Ada apa nona? "
"Tidak, aku hanya ingin bertanya bagaimana perkembangan Nando mengurus perusahaan. "
"Astaga itu nona, Tuan Nando memang sudah dasarnya dia cerdas, dia melakukan pekerjaanya dengan baik. awal pertama kali saya hanya memberikan memberi tahu tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin selebihnya dia menjalankan sendiri. saya sudah bisa hanya memantaunya. "
Anna yang mendengar itu cukup lega.
baginya setidaknya Nando bisa cepat beradaptasi memimpin perusahaan.
"Para karyawan tidak ada yang curiga memeng nya"
"Ah kalo untuk itu sebisa mungkin jangan Nona, karna bagaimana pun Pemimpin tentap di nilai oleh para karyawannya jadi sebisa mungkin kita menjaga rahasia tentang apa yang terjadi pada Tuan Nando. "
Tidak lama dari itu suara langkahan kaki menurunin tangga.
Nando melihat keduanya seperti sedang berbicara serius.
"Ek heem ek heemm" Suara Nando yang mengagetkan keduanya.
Peter yang melihatnya tidak enak hati.
dia segera pergi dari hadapan Anna dan menuju kearah mobil.
__ADS_1
"Nando? " ujar Anna mendekat.
"Kau sungguh lama aku yakin kini dokter Celine telah menunggu"
"Tidak apa sekali kali kita buat orang menunggu" Ujar Nando sekali dan memasuki mobil.
♡♡♡♡
Nando dan Anna sedang menunggu Antrian.
keduanya tengah duduk bersama.
Namun ada beberapa ibu ibu yang terus memperhatikan Nando karna pesonanya.
Bahkan ada beberapa yang terlihat jelas seperti curi curi pandang.
Anna beberapa kali sempat senyum senyum melihat tingkah laku para ibu ibu di tempat itu.
hingga akhirnya Nando merasa risih di buat nya.
Dia pergi ke arah resepsionis.
"Apa disini tidak ada ruang tunggu eksekutif? "
suster yang berada di tempat itu tampak bingung.
"maaf tuan, kita memiliki ruang eksekutif tapi hanya bisa di gunakan oleh para pejabat atau petinggi segalanya. "
Nando menarik nafasnya dalam.
Hingga dia menarik dompetnya dan mengambil satu kartu nama dan memperlihatkanya pada suster tersebut.
Dan suster itu pun sangat kaget saat tau kartu apa yang di keluarkan oleh Nando.
"maaf Tuan, Anda bisa mengikuti saya. "
Nando menghamipiri Anna
"Mari beranjak dari sini. "
"hah kemana kita blom mendapatkan panggilan"
sampai akhir Nando berhasil menggandeng Anna.
"Anda bisa mendapatkan pelayanan lebih utama Tuan, apa Anda bersedia saya akan mengatur jadwalnya langsung dengan dokter Celine. "
"Tidak perlu" ujar Nando yang sangat yakin karna dia bisa berlama lama dengan Anna di sana.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
__ADS_1