
.
.
.
.
.
Keduanya berada di mobil dengan keadaan yang sunyi tidak ada obrolan disana.
Begitu pun Laody yang terlihat canggung saat berada bersama seorang lelaki yang di cintainya.
berapa kali Laody mencoba menatap kearah Erland yang terlihat focus menyetir.
Namun Laody ingin mencoba membuka obrolan dengan Erland.
Sebelum itu laody menarik nafasnya guna mengumpulkan nyawa.
"Ku dengan kini kau telah menjadi pengusaha sukses." ujar Laody
"begitukah?"
"ya aku pernah melihatmu di majalan bisnis global. kau punya banyak usaha property?"
"jika berita itu salah bagaimana?"
"aku tidak tahu."
Erland menatap langit yang perlahan berganti gelap. sedang telfonya sedari tadi sudah berbunyi berkali kali bisa di pastikan itu dari Anna.
Laody mulai merasa terganggu dengan bunyi ponsel Erland
"Erland bagaimana jika kau menganggkat panggilan itu terlebih dahulu."
"Tanpa kau suruh pun aku akan menganggkatnya." Ujar Erland dalam hatinya
Erland segera menekan tombol hijau itu.
"Yaa sayang?" suara Erland mengawali.
Laody yang mendengarnya sontak terkejut.
"Sayang?" kalimat itu terus bermunculan pada otak Laody
__ADS_1
Laody mencoba untuk tidak mendengarkan obrolan keduanya dia lebih memilih memalingkan wajahnya menatap jalanan sembari berjalannya mobil yang di tumpanginya itu.
"ku fikir kita tidak punya banyak waktu." ujar Erland
"biaklah aku mengerti "
"kita cari caffe dekat sini."
Erland melajukan mobilnya itu membelah jalanan yang menampilkan efek senja pada langin jakarta sore itu.
♡♡♡
keduanya telah duduk bersama
"Bagaimana keadaanmu setelah tiada keberadaanku." Tanya lyodra
pikir Erlamd tidak mungkin mengungkapkan keadaanya setelah kehilangan cinta pertamannya itu yang perlahan menghancurkan dirinya setelah kenyataannya lyodra pergi tanpa pamit.
"aku baik dan menjalankan kehidupanku seperti biasa."
"Syukurlah, namun kehadiranku disini bukan tentang apa apa aku pun tidak menyangka bila harus bertemu denganmu disana. dan beruntungnya kau bisa mengorbankan waktu untuku."
"lalu apa akan kau bicarakan."
"Erland aku minta maaf saat itu meninggalkanmu bahkan sebelum aku berpamit kepadamu. aku merasa bersalah."
"erland coba untuk dengarkan aku, aku pergi untuk melanjutkan impianku kau tahu bukan apa yang aku impikan sejak dulu. aku pergi ke thailand untuk mengikuti miss grandinternasional dan aku berhasil memenangkannya sejak saat itu aku banyak mendatangi negara untuk menyelesaikan projek kemanusiaan bersama."
"dan kau meninggalkan pendidikanmu?"
"tidak beberapa tahu selanjutnya aku meneruskan itu."
"Jadi apa permaslaahnnya sekrng."
"aku tidak tahu kalo kau ini orang kaya, karna sejak dulu kau tidak pernah menampilkan itu ku fikir aku harus memenangkan perlombaan itu dan aku akan diberi hadian sejumlah uang untuk kebutuhan diriku. maafkan aku Erland telah meninggalkanmu."
"sudah aku maafkan sejak dulu." Ujar Erland mengambil kunci mobilnya dan beranjak dari duduknya.
"aku harus pergi sudah ada yang menungguku."
"Erland kita belum selsai bicara." ujar Laody mencoba menahan Erland
"Sudah ku katakan aku tidak punya waktu lama."
"siapa wanita tadi?" Tanya Laody spontan
__ADS_1
"calon istriku."
"kau telah bersama orang lain?"
"jelas aku kaya uangku banyak wanita mana yang tidak bersedia bersamaku."
"Erland bukankah kau berjanji akan menikahiku?"
Erland berhenti sejenak kala dia akan membuka pintu VIP itu.
"berhenti membahas itu Laody aku fikir kita akan menemukan bahagia masing masing"
"hingga detik ini aku masih mencintaimu sejak aku tau dari majalah itu kau ada di Indonesia aku pergi mendatangimu."
"kau pergi mendatangiku karna di majalan tersebut tertulis aku seorang milyader bukan?"
"Erland bukan.."
"sudahlah Laody sekarang aku sudah tau kemana arah yang tepat untuk aku pulang."
Ujar Erland pergi meninggalkan ruangan itu.
beberapa langkah ponselnya kembali berbunyi.
Erland segera menerima panggilan itu.
"Yes Sayang"
"masih lama?" tanya Anna yang terdengar sedikit mengambak.
"sebentar lagi sayang aku akan jalan pulang kau ingin sesuatu."
"belikan aku coklat rasa green tea"
"Siap nyonya Hernandez." Ujar Erland sembari menyalakan mobil sport miliknya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡♡