
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
"Happy Brithday Ambar Citra Tuhan sangat memberkati kamu atas segala kebahagiaan yang kamu dapatkan. dan terimakasi telah menjadi temanku selama ini. jika aku boleh memilih dengan siapa aku bersaudara aku ingin memilih kamu menajadi saudara perempuanku. Aku mencintaimu lebih dari monster coklat menyukai kukis."
Kalimatnya yang dibaca oleh Ambar tak kala dia membuka kado dari Anna.
Ambar merasa tersentuh atas apa yang Anna ungkapkan lewat pucuk surat yang kini ada di tangannya.
Ambar beranjak dari posisi tidurnya.
dia lantas melewati satu dinding yang terhalang kaca yang langsung menggubungkan ruangan utama dengan kamar tidur.
Ambar dapat melihat jelas sendu mata Anna yang tertidur pulas bersamaan dengan Vanessa diranjang.
Ambar kembali mendudukan diri di bibir ranjang itu.
melihat kedua wanita yang berarti dalam hidup Ambar dengan mata terpejam mereka memberikan rasa hangat tersendiri baginya.
Apalagi dengan Ambar yang terus memandangi perut Anna yang makin hari makin membesar.
Ambar melewati moment itu.
dia lantas pergi kearah balkon.
melihat beberapa lampu cahaya di malam hari membawanya kepada kerinduan seorang suami.
dimana ini adalah ulang tahun pertama Ambar setelah menikah namun Ambar tidak dapat merayakannya bersama dengan suaminya.
tapi itu tidak masalah baginya dia dapat memaklumi itu sebagaimana dia begitu sibuk dengan urusan bisnis.
Ambar terus terfocus pada langit malam itu hingga dia teringat doa yang blom dia sampaikan di hari ulang tahunya.
Ambar memejamkan mata itu.
"Tuhan aku tau Engkau mendengar doaku maka kali ini tolong Engkau kabulkan permintaanku, untuk kali ini aku hanya minta berikan kebahagia yang untuh untuk sahabatku Gianna tahalea temukan dia kebahagian yang tidak pernah dia miliki sebelumnya, sadar aku tidak akan mungkin bersama dengannya sampai kapan pun, maka dari itu aku ingin Engkau kirimkan seseorang yang dapat menjaganya lebih dari apapun, bisa mengembalikan senyum manisnya, Thanks Tuhan Aminn." dalam tarikan nafas Ambar menyelesaikan semuanya.
__ADS_1
♡♡♡♡
Anna membuka matanya perlahan tak kala dia mendengar alaram ponselnya.
Anna membuka ponsel itu dan melihat jam yang tertera.
"Astaga sudah pagi."
Anna melihat sekeliling yang kini dia hanya seorang diri.
"dimana yang lain" gumanya.
Anna melangkah keluar kamar yang mana dia melihat Vannesa tengah makan di meja.
"dimana momymu?"
"Momy sedang membaca." ujar bocah itu sembari mengarahkan wajahnya memperlihatkan Ambar yang tengah duduk
segera Anna menghampiri Ambar.
"hah sudah bangun juga kau." ujar Ambar yang menyadari keberadaan Anna
"*apa yang kau baca.?"
"tidak ini hanya beberapa berita saham suamiku*."
"Jadi bagaimana apa kau akan pergi menemui ibumu hari ini?" tanya Ambar mengingat hari saat Ambar ulang tahun Ibunda Anna membuat janji.
Anna hanya diam disana.
Sejujurnya Anna sangat malas untuk hal itu, namun dia tau Ambar akan memaksa untuk mereka bertemu.
"Ya kalo aku ada waktu." jawab Anna memelas.
Anna melirik Ambar yang membesarkan bola matanya.
"baikalah akan ku antar." lanjut Ambar sembari membetulkan posisi kacamata.
Anna tidak memiliki pilihan lain jika Ambar sudah bertindak.
Akhirnya kali ini keduanya tengah duduk bersama di sebuah cafe yang berada di tengah kota.
"Nak knpa sendari tadi kau hanya diam apa kau melupakanku? kau ingat nama ini bukan?" ujar seorang ibu yang kini duduk di depan Anna.
Anna meraih sebuah kartu nama dari tangan wanita yang usianya sudah tidak muda namun tetap cantik.
"Ara Hee" guma Anna.
__ADS_1
Anna mengingat nama itu adalah nama ibunya wanita favoritnya.
Anna ingat dulu dia selalu mendeskripsikan sosok ibunya ketika ada tugas pengenalan keluarga di kelasnya.
Anna menarik nafasnya dalam.
"Ada sebuah surat yang aku ambil dari meja kerja ayah di rumah dan dia menuliskan alamat keberadaanmu Di Korea selatan, tapi kenapa Ibu kini ada disini." tanya Anna mengingat sebuha lembar foto yang bertuliskan alamat rumah sang ibunda.
wanita yang akrab di sapa Ara itu menarik nafasnya dalam.
"Aku pindah kesini mengikuti suamiku." ujarnya.
Anna terkejut tapi bimbang di buatnya.
"ku tau kau pasti tidak akan mencariku, jadi untuk apa kita bertemu? hanya untuk menjelaskan itu? apa ibu tau bagaimana susahnya aku di luar sana mencarimu? lalu kini kau datang kembali membawa luka ya relate nya engaku telah bahagia bersama suami barumu." ujar Anna dengan mata kosong.
"aku pergi mendatangimu, kan ibu tirimu mengatakan kau bersekolah di luar negri." Jawab Ara
Anna hanya tersenyum sinis disana.
rasanya kebagaiann tak pernah berpihak pada dirinya yang membuatnya merasa Dunia tidak adil.
Anna pergi meninggalkan Ara disana dengan langkahnya Ambar tengah menyuapkan satu sendok waffel kepada vannesa namun dia begitu terkejut dengan kedatang Anna.
"Ayo kita pulang" tegas Anna memberi perintah.
"Tapii___" bantah Ambar
"pulang!!" seru Anna dengan air matanya.
Ambar yang melihatnya begitu panik dengan sigap dia menuruti permintaan Anna.
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡♡♡
# Hallo teman teman maaf ya ceritanya baru aku lanjutin.
__ADS_1