
.
.
.
.
Erland tak berhenti menarik Anna untuk ikut bersamanya hingga di lantai bawah
"dimana kamu bertemu mereka?"
"Apa yang dimana?"
"dua wanita itu"
"mana aku tau"
"kamu mengingat wajah keduanya bukan?"
"yaa, tapi mereka tidak ada disini"
"sudah lah Erland lagi pula ini bukan salah mereka, tidak perlu terlarut dalam emosi tidak baik, lebih baik kita makan."
Erland tidak memiliki alasan untuk menghindar dari pernyataan Anna lantas keduanya kembali ke ruangan Erland.
Erland pergi menjauh dari Anna dia lantas menelpon Andre disebrang sana.
"Ada apa tuan?"
"carikan dua wanita yang memukul Anna"
"baiklah tuan"
"saya tunggu di ruangan"
Suara itu tertutup Erland segera menghampiri Anna yang tengah duduk sambil makan ayam bakar itu.
"Erland kamu tidak ingin mencobanya?"
"tidak kamu makan saja"
"Ini enak lohhhhhhh~~~" Ujar Anna yang berusaha menggoda Erland dengan Ayam ditangannya.
"Jauh kan dari mukaku"
"whyyyy?"
"aku tidak suka nanti bumbunya terkena bajuku"
"isshhh manja sekali kamu?"
"apa kamu bilang???!"
"tidak."
Beberapa menit berlalu, Andre datang ke ruangan itu.
"maaf tuan mengganggu, saya sudah melaksanakan perintah Anda."
"Dimana?" Anna yang tidak tau apa-apa dia terus sibuk dengan makanannya.
"Ada di luar tuan"
"baik bawa kesini"
Tidak menunggu lama, kedua wanita itu berjalan masuk kedalam bersama Andre di depannya.
Anna begitu terkejut melihat kedatangan mereka. pasalnya Anna merasa tidak enak hati dengan mereka.
"sebelah sini" ucap Erland menyuruh mereka mengambil posisi.
Anna yang melihat kedua wanita itu kini berada tepat di hadapnya dengan posisi mereka yang berdiri.
Erland mengatur posisinya untuk terlihat sigap dan berwibawa.
"Kalian pasti kau alasan saya mengundang kalian disini?" tanya Erland pada dua wanita itu, mereka hanya tertunduk.
keduanya tidak bisa berkutik hanya menundukan kepala dan menjawab pertanyaan Erland dengan anggukan kepala.
"Apa seperti ini cara kalian menghadapi lawan bicara?!" Ujarnya tegas.
__ADS_1
"baiklah tuan Hernandez maafkan kami"
"jika kalian meminta maaf artinya kalian merasa melakukan sebuah kesalahan bukan?"
"Ya Tuan, kami tidak sengaja melukai Kekasih Anda"
seketika Anna yang tengan makan mendengar penuturan itu membuatnya tersedak.
Erland yang melihatnya dia melirik kearah Anna dengan senyum tipisnya dan mengedipkan matanya.
"Kenapa loe sakit mata?" tanya Anna.
Erland yang mendengarnya sontak terdiam. karna rasa heran nya kepada cara pikir Anna.
"Apa alasan kalian memukulnya hingga membuat terluka."
"Kami benar-benar tidak tahu tuan, kami berdua hanya sedang bedebat di kamaŕ mandi saja namun pada saat kita melempar alat pel disana ternyata mengenai dia."
"Erland sudah ku katakan bukan salah mereka kenapa kamu tidak mendengarkan. lagipula ini hanya luka kecil tidak masalah."
"Baiklah jadi kalian mengakui kesalahan kalian?" tanyanya.
"iya Tuan"
"kalian bertanggung jawab dengan perbuatan kalian"
"Erland tidak perlu berlebihan" Tegas Anna.
"minta maaflah kepada dia, barulah akan saya ampuni"
Anna yang melihatnya begitu geram dengan Erland pasalnya dia pun sudah memafkan kedua wanita itu, tapi kenapa Erland harus bertingkah seperti itu.
"Erland."
"sebelumnya kami minta maaf kepada Anda nona, mungkin perbuatan kami yang tidak sepatutnya dilakukan yang membuat orang lain terluka."
"Ya sudah, saya sudah memaafkan kalian lebih baik kalian pergi dari ruangan ini" Ujar Anna yang di turuti keduanya.
Andre menyusul kepergian mereka. kini hanya mereka berdua yang ada di ruangan
"Erland!!, tidak sepatutnya kamu bertindak seperti itu bagaimana pun ini hanya ketidak sengajaan kenapa dia perpanjang olehmu?"
"tapiii tidak seperti itu huga Erland.mereka sudah meminta maaf kepadaku sebelumnya dan aku juga sudah memaafkanya."
"tapi aku tidak mendengar nya.."
"mendengar Apa?"
"mereka meminta maaf kepadamu sebelumnya."
Erland segera bangkit dari Duduknya dan berjalan kearah meja kerjanya.
♡♡♡♡
Guntur tengah berada di basment Hernandez corp. dia ingin memastikan apakah temannya berada di kantor atau tidak, akhirnya diapun menelfon Erland.
"Ada apa?"
"dimana?"
"Apanya?"
"posisimu"
"Ceo dan presdir utama Hernandez Corp."
"keberadaanmu bodoh?!" Ujar Guntur mulai geram
"dikantor."
"baiklah 2 menit aku sampai"
Tanpa menunggu lama Guntur naik ke gedung itu menemui sahabatnya.
Guntur sudah berada di depan ruangan Erland, Guntur sudah terbiasa datang disana ketika ada waktu senggang jadi sebagian orang disana sudah mengenalnya.
Guntur segera membuka pintu itu dan dia terkejut mendapati Erland yang tengah bersama wanita.
"sorry aku tidak melihatnya" ujar guntur
"Bagaiman kau tidak melihatnya bodoh matamu saja terbuka." Ujar Erland menghampiri Guntur.
__ADS_1
sebelumnya Erland tengah membelajari Anna cara mengelolah saham jadi Anna yang sedang mengambil alih kursi beserta Komputer Erland. dan dengan posisi mereka berdekatan ditambah lagi posisi tangan mereka yang menyatu diatas mouse, membuat orang yang tidak tahu dan tidak mengerti menjadi salah paham.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Erland pada Guntur
"baik.tumben sekali kau menanyakan hal itu?"
"tidak, duduk lah kau mau kita berbicara dengan posisi berdiri?"
Tanpa sesuatu hal yang di bayangkan Guntur menarik Erland keluar dari sana.
"kau bodoh, kenapa kau membawa wanita di kantor dan siang siang begini."
"jaga ucapan mu"
"kau yang jaga sikapmu"
"sudah ku kata kan berapa kalian padamu, kau boleh brandal diluar sana memangsa setiap wanita tapi tidak dengan membawa mereka ketempatmu" ujaar Guntur
"Hey tenanglah, dia temanku aku sedang berusaha mendapatkannya."
"maksudmu apa mendapatkannya?"
"ya dia wanita yang sedang aku incar."
"Kau jangan macam macam Erland, ku lihat dia wanita baik."
"memang mangkanya aku ingin menjadikanya sebagai kekasih"
"ahhahaha" seketika Guntur tawanya mulai pecah
"jangan seperti itu bodoh tidak lucu." Ujar Erland yang segera masuk ke dalam sana.
Erland menghampiri Anna.
"siaapa?" tanya Anna
"temanku"
"ohhh"
"Anna pergilah berbelanja aku ingin berbicara dengan temanku sebentar."
"kau menyuruhku berbelanja eh? tidak aku sedang berrrrrhemat."
"baiklah" Erlan mengambil kartu Dubai Black Card Royale milik nya dan diberikan kepada Anna
"pakai ini beli apa yang kau mau"
Anna terkagum kagum melihatnya pasalnya yang dia lihat Adalah Dubai black card.
"Jangan bercanda Erland"
"sejak kapan aku bercanda padamu"
"seringggg!" tegasnya
"baiklah segera pergi dari sini aku tidak ingin melihatmu mendengar percakapan frontal kami."
"baiklah aku pergiiii~~"
"kembali lah saat aku menelfonmu untuk datang"
"baikkkk"
"Andre akan menemanimu"
"Iya iyaaaaa~~" Ujar Anna yang menari nari kecil disana.
Dia bukan lah wanita munafik yang tidak suka dengan uang, apalagi dengan card yang diberikan kepadanya, sudah dipastikan bahwa ini adalah salah satu black card yang di miliki para kolongmerat dan tidak semua orang bisa memilikinya hanya orang-orang tertentu dan pasti memenuhi syarat.
"Waw baru kali ini aku megang kartu semewah ini, heemmmm Dubai first royale, ini sih udah jelas nolimid" ujarnya girang.
.
.
.
.
♡♡♡
__ADS_1