Another Loved

Another Loved
79.Kotak Kebahagian


__ADS_3

.


.


.


.


Sesampainya di dalam appartement berbelanja ditemani Erland.


Anna sadar bahwa dia membutuhkan banyak pasokan makan.


"apa lagi yang di butuhkan?" Tanya Erland


"aku rasa cukup."


"betulkan?" Erland melihat isi dua keranjang yang sudah terisi penuh.


"ku rasa ini tidak akan sampai 1 minggu kau harus membeli bahan lebih banyak .. belilah daging ikan"


"aku rasaa cukup Erland"


Anna sengaja meminta Erland untuk menemaninya ke market sebelum keduanya naik keatas.


paslanya Anna sedang menyuruh onad untuk mempersiapkan apa yang dia minta.


Anna ingat jika sebenarnya simpanan di dalam kulkas masih terisi penuh namun ini salah satu cara Anna untuk memperpanjang waktu.


"baiklah Erland waktunya kita bayar"


♡♡♡♡


Keduanya sudah berada di Lift.


Anna sibuk memakan Ice cream yang ada ditangannya.


"tumben sekali kau memakan , makanan seperti itu."


"namanya juga pengin terserah aku."


"biasanya juga pingin tapi kau bisa menahannya dengan alasan Diet."


"astaga Erland hidupku bukan hanya untuk diet."


Erland bahagia melihat Anna yang seperti itu dengan gaya imutnya yang dapat dengan mudah memikat hati nya.


Anna melihat wajah Anna tatapannya terfocus pada coklat yang berada disamping bibir itu.


"kemarilah" Ujar Erland menarik tangan Anna pelan


Anna terpaku dengan bingung


Erland mendekati wajah Anna


Seketika Erland mencium bibir Anna disana bersamaan dengan mengusap coklat disana.


Tak berhenti disitu

__ADS_1


keduanya sempat larut dalam ciuman singkat.


tanpa disadari seluruh ice cream yang ada ditangan Anna sudah menempel mengenai jas Erland.


"Astaga Erland jas mu"


Erland melihatnya


"aku minta maaf"


"tidak masalah"


"maafkan"


♡♡♡


keduanya telah sampai di unit appartement Anna.


Anna masuk mendahului Erland


Anna sembari menaruh bingkisan barang blanjaanya.


"Erland tolong chek kan isi kotak yang ada di atas meja itu"


Erland mendengar perintah Anna.


Erland mencari keberadaan kotak


"kotak? dimana Ada kotak"


Erland mendekatinya


tak tunggu lama Erland membuka tutup dan terlihat satu kertas yang bertulisakan "Congratulation"


rasa penasarannya bertambah usai membacaa surah itu.


fikirnya Anna lekas merayakan sesuatu.


"Astaga apa ini hanya kertas yang tak terpakai"


Namun Erland tetap mengorak arek isi dalamnya hingga dia mendapatkan satu benda panjang dan kecil disana.


"apa ini"


Erland mencoba memperhatikan sembari melihat adanya warna merah bergaris dua.


Rasa focus nya teralihkan seketika menjadi kaget karna dia melihat tangan yang merangkul pada leher belakang.


Erland sontak melihat kearah samping ternyata Anna memeluknya dari arah belakang kursi yang ia duduki.


"selamattt dady" Ujar anna mencium pipi kanan Erland.


Erland betul betul tidak mengerti dengan keadaan ini.


"why dady?"


"maksudku calon dady" ujar Anna dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Mendengar kalimat Anna membuatnya mengerti.


"oh my God kau tidak bercanda sayang?"


Anna menganggukan kepalanya dengan yakin dan senyum diwajahnya memperlihatkan wanita cantik natural.


Erland bangkit dari duduknya dan mendekati Anna.


Tanpa banyak durasi Erland memeluk Anna Erat.


"Jadi ada calon penerus darahku di rahimmu?"


"Pastinya"


Mendengar jawaban yakin Anna Erland merasa menjadi lelaki yang sangaat bahagia hingga tidak terdasari air mata sudah mengumpul dikelopaknya.


"Astaga aku tidak pernah menyangka untuk hari ini"


"Terimakasi sayang" Ujarnya sembari menyium kening Anna


Beberapa waktu berlalu Erland masih berada disana sembari menyuapi Anna nasi pecel yang tadi dimintanya


sementara di lain tempat Andre sedang bingung perkara bosnya yang hilang entah kemana dan tanpa kabar.


Andre bingung data penting privasi perusahaan hilang entah kemana.


Andre mencoba menghubungi Erland berkali kali namun tidak di angkat.


"semoga kali ini terangkat"


Andre menekan tombol call pada nomor Erland menunggu beberapa saat sampai akhirnya terdengar suara disana.


"Tolong jangan ganggu aku."


"tapi tuan ada file penting anda yang hilang"


"file apa lagi bukankah sudah aku serahkan semuanya."


"iya tuan tapi saya mencari nya dari tadi namun tidak juga ketemu."


Erland merasa pusing mendengarnya


"Telfon aku 1 jam mendatang bila belum kunjung bertemu"


"baik Tuan"


.


.


.


.


.


♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2