Another Loved

Another Loved
181. Titik Balik


__ADS_3

# **Jangan lupa Vote, like dan terus dukung author yah Devvulic.


#Semoga kalian menyukai karya author yang satu ini.


#Follow ig @writterdevvu**


...^^^selamat membaca semua^^^...


.


.


.


.


♡♡♡


Di sebuah Mansion besar yang megah dan penuh dengan taman hijau di sanalah Gianna dan Nando hidup bersama.


Dengan tanah Luas di belakang nya yang sebagian besar wilayahnya di jadikan tempat konservasi binatang.


dan itu semua Nando bangun untuk edukasi anak anaknya sebagai bahan mereka mengenal satwa dan perduli pada kehidupan Alam.


Segala macam Bintang di kumpulkan di sana, dengan tempat yang sangat layak dan pastinya perawatan Keeper hewan berpengalaman.


hal itu seperti layaknya Private Zoo.


Bila dilihat dengan struktur bangunan dan Desain Mansion, sangat jauh dari karakter asli seorang Fernando Orlando.


kini di usia pernikahan keduanya yang menginjak tahun ke-6 Gianna berhasil merubah sosok asli dari seorang Fernando Orlando.


hal itu benar dia rasakan.


Nando kini cenderung menjadi lelaki yang sangat friendly terhadap orang orang sekitarnya, jauh berbeda dengan dirinya saat dulu.


hal itu patut dia syukuri, berkah menikah dan memiliki anak dirinya banyak berubah.


begitupun Gianna yang kini terlihat lebih segar semakin cantik bahkan lebih terlihat sangat muda, jauh dari angka umurnya.


Hal itu di karenakan selama ini dia merasa nyaman dan bahagia dengan pernikahan nya.


Meninggal kan dunia Entertainment dan hanya fokus pada Keluarga, itulah yang menjadi keputusan jalan hidup Gianna.


Selama dia nyaman dengan semua itu tidak akan menjadi masalah baginya.


karena memiliki Nando di sisi nya sudah lebih dari cukup, Sebab Nando selalu mendukung setiap langkah yang Gianna ambil, selama itu baik.


Kehidupan Gianna semakin bahagia dengan di karunia putra ke dua yang kini sudah berusia 4 tahun bernama Jan Frinando Orlando.


dengan dirinya yang juga kini tengah mengandung putri pertama memasuki bulan ke 3.


Tangan Gianna mengusap perutnya yang kini masih sedikit rata namun entah mengapa kehamilannya saat ini sangat berbeda dengan kehamilan sebelumnya.

__ADS_1


dimana Anna merasa begitu berat dirinya hanya bisa berbaring di ranjang hanya sesekali melakukan aktivitas.


seperti saat ini, tidak banyak yang di lakukan hanya berdiam diri dalam kamar yang mana kini dirinya merasa jenuh dan mulai bosan.


Langkah kakinya berjalan setelah pintu Lift itu terbuka.


Gianna tidak mendapati siapapun selain Pelayan yang sedang bertugas.


"Nyonya ada yang bisa saya bantu? " Ujar Sekertaris keuangan Anna.


"Tidak ada, Aku hanya sedang mencari anak anaku? dimana mereka? "


" Maaf Nyonya biar saya cari Informasi terlebih dahulu" Ujar Wanita itu melangkah.


Gianna berjalan untuk duduk di sofa yang ada sembari menunggu Pelayan memberitahu keberadaan anak anaknya.


Mansion ini sangat besar dan begitu banyak ruangan, hal itu membuat para pelayan tidak bisa mengontrol semuanya hanya dengan penglihatan dan ingatan, satu satunya alat yang mereka andalkan adalah HT yang dimiliki setiap pekerja di Mansion ini.


sebagai alat penghubung informasi satu sama lain.


"Nyonya Tuan Muda sedang berada di Taman belakang bersama Master "


"Baiklah" Anna melangkah dari duduknya.


"Perlu saya antar Nyonya? " tanya Pelayan tersebut


"Tidak perlu cukup awasi saja saya dari jauh"


"baik Nyonya"


Matanya mengedarkan pandangan mencari para kesayangan.


sampai matanya tertuju pada pohon besar yang mana di sanalah Nando dan Anak anaknya tengah bermain.


Anna dapat melihat senyum bahagia dari kedua bocah itu yang terus berlari.


Sejenak Anna berdiam diri memandangi kejadian indah di ujung matanya.


dia seakan melihat harapan besar yang kini dia miliki, Namun entah mengapa kondisi ini tidak asing bagi Anna.


Dengan tempat yang sama, kejadian yang sama dan orang yang sama bahkan warna baju yang sama.


Gianna seakan sedang memutar kejadian.


"Aku melihat ini tapi dimana? "


Kalimat itu terus berputar di kepalanya, sampai dia ingat pada satu ingatan yang membawanya flashback dengan kejadian Anak laki laki sedang bermain dengan ayahnya di bawah pohon itu ada dalam mimpinya.


"Ya, aku ingat mimpi itu, menjadi nyata. " Gumam Anna


Anna merasa terharu dengan situasi ini.


"Ternyata Tuhan memiliki rencana yang Indah" tutur Anna kembali sebelum akhirnya, berjalan saat Anna sadar sudah di panggil oleh bocah-bocah itu.

__ADS_1


"Mommy" Teriak Jan saat mendapati Ibunya sudah hampir dekat dengan mereka.


"Hallo mommy mencari kalian"


"Kita disini mom" Ujar Hector dengan senyum yang memperlihatkan gigi ompong nya.


"Kalian Happy sekali disini"


"Kita sedang mengejar burung mereka mengotori tempat perkemahan kita"


"Tidak apa, Mereka tidak mengerti nanti suruh pelayan yang membersihkan"


Gianna menengok kearah Nando di sampingnya.


terlihat tampan dengan kemeja putih yang di kenakan.


"Bagaimana dengan kondisi hari ini" tanya Nando mengingat pagi tadi Gianna terlihat lemas karena mual berkepanjangan


"Sangat baik, setelah meminum air jahe"


"Benarkah? "


"Kurasa Susu yang kau minum tidak cocok membuat kamu terus merasa mual, gantilah "


Gianna memberikan senyuman kepada suaminya sebelum akhirnya dia melangkah menggapai pinggang lelaki itu.


Jarak yang semakin dekat membuat Nando dengan mudah mengecup kening Anna berulang kali.


sampai momen romantis mereka terganggu dengan teriakan Jan memanggil ayahnya untuk memberikan pembelaan karena telah kalah dengan saudara angkatnya.


"Yes Son, I'm come" Teriak Nando datang menghampiri kedua bocah itu yang justru kenyataan Nando lah yang kini di serang mereka.


Dengan tawa dan semangat mereka mengejar Daddy-nya.


Kebahagian mereka di rasakan oleh Gianna yang sejak tadi memperlihatkan ekspresi wajah raja raja mungil itu.


Anna menarik nafasnya dalam, matanya memandang langit dengan awan biru yang sangat cerah.


" Hallo Erland, Apa kabarmu? Aku harap kau bahagia di sana, sama dengan bahagia ku disini. lihatlah Hector dia tumbuh menjadi lelaki tangguh dan ceria, kau tidak perlu khawatir" Kalimat itu yang terucap didalam relung hati Anna.


dengan mata yang masih menyoroti keindahan awan di atas.


Istana mansion milik Mr. Orland and Mrs. Orlando


Di bangun di salah satu pedesaan Protes, Madrid. dengan teknologi cerdas abad 21.




.


.

__ADS_1


♡♡♡


__ADS_2