
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
Keduanya berada di ruang kerja dokter psikiater.
Setelah beberapa saat Gianna di tangani oleh sang dokter, hingga dokter itu mendatangi Amnar yang tengah duduk disana.
Ambar hanya terdiam setelah tanpa sadar sang dokter mengatakan.
"Ini hal yang cukup serius " ujar dokter tersebut
"bagaimana dokter?" tanya Ambar yang tak sengaja mendengar.
Sang dokter lebih mempererat jarak antara Ambar.
"Ya ini masalah yang cukup serius, Nona Anna mengalami tekanan dan trauma yang mendalam, beberapa kali dalam hidupnya dia kehilangan sesorang yang ada di sekelilingnya dan saya melihat luka yang terpendam, itu yang membuatnya memiliki rasa trauma, akan tetapi untungnya mental dam perasaanya masih oke, jika tidak mungkin dia mengalami ..maaf kegilan atau percobaan bunuh diri." Tutur samg psikiater
Ambar yang mendengarnya begitu sedih.
Ambar melirik kearah Anna yang tengah memejamkam mata di kursi relaksasi.
Ambar melihat Anna dengan rasa kasihan
"Ternyata selama ini kau terlihat bahagia, tertawa dan tersenyum kau menyimpan perasaan sedihmu seorang diri." ujar Ambar dalam hatinya
"lalu apa solusi yang membuat Anna bangkit dari sedih dan tekanan ini?" Ujar Ambar
__ADS_1
"Hanya ada tiga yang pertama membawanya ke rumah sakit jiwa, kedua dia bercerita tentang apa yang dirasakan dan Alami, dan ketiga menulis buku untuk mencurahkan semua pengalaman yang terjadi." tutur sang dokter
"Aku tidak mau membawanya ke rumah sakit jiwa temanku tidak gila dok" ujar Ambar yang membantah
"Ya keputusan ada di tangannya" jawab sang dokter
Tak tersadar oleh keduanya Anna mendengar percakapan mereka lantar Anna segera menemui Ambar disana.
"Ambar ayo kita pulang." sontak Ambar kaget saat Anna langsung menarik pergelangan tangannya dan pergi meninggalkan tempat itu.
♡♡♡♡
Seperti biasa di dalam mobil Anna hanya terdiam tanpa kata.
tidak seperti dulu Ambar melihat ini bukanlah Anna yang dia kenal.
biasanya dia selalu ricuh, cerewet dimanapun dia berada dan Ambar merindukan itu.
beberapa waktu berlalu Ambar dan Anna datang pada kediaman keluarga Hernandez tak kala Indah telah lama menunggu kedatangan mereka.
"Hai kalian sudah pulang." Ujar Indah senang
"Bagaimana Anna apa dia laki laki atau perempuan." lanjut Anna
"Kita bicarakan nanti Anna sangat lelah maaf mom." ujar Anna
"Ah tidak papa momy bisa berbicara pada Ambar sekarang naiklah dan istirahat."
Anna pun mengikuti kemauannya dan memilih meninggalkan kedua orang itu.
setelah Anna sudah pergi menjauh.
"Kemarilah ambar, katakan padaku jenis kelamin calon cucuku."
"Maaf momy ambar tidak bisa mengatakan karna Anna menyetujui untuk mengadakam acara gender reveal party."
__ADS_1
Indah yanh mendengarnya sontak kaget
"Astaga benarkah?"
Ambar Hanya mengangguk
"baiklah akan aku persiapkan semuanya dan aku akan membuat semeriah mungkin."
Ambar hanya tersenyum karna dia paham bahwa itu bukanlah yang Anna inginkan.
dia hanya merasa momy harus banyak menemui orang agar dia merasa happy. namun sebaliknya Anna justru hanya ingin memprivasi semuanya tapi Anna merasa di juga harus menghargai keinginan Momy karna bagai manapun dia calon cucunya.
"hem maaf mom saya tidak bisa terlalu lama karna Guntur menunggu jadi aku harus pamit pulang."Ujar Ambar
♡♡♡♡
Sedangkan di tempat lain Anna terus memandangi hasil USG bayinya.
Anna dapat melihat senyum yang terpancar disana ini seperti satu cahaya rembulan yang memancari hidup Anna
"Mama akan menjagamu sayang." kalimat yang meluncur dari mulut Anna yang sangat tulus.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡♡