
.
.
.
.
Anna dan Erland telah sampai di kantor pusat.
keduanya turun dari mobil, Anna terkejut saat mendapati beberapa karyawan sudah berada di depan sana.
mereka menyambut kedatangan sang petinggi, Anna begitu kagum melihatnya saat Erland berjalan dengan Elegan, menambah kharismatik nya.
Anna ikut masuk kedalam gedung itu, dia berada di barisan paling belakang dari para pria ber jas itu.
langkahnya terhenti saat mereka akan menaiki lift.
"rasanya aku ingin kabur dari sini" gumamnya dalam hati
Saat Anna tengah berhenti di posisi itu, pandangannya teralihkan karena Anna melihat anak kecil sedang makan Ice cream di resto sebrang sana.
Anna yang melihatnya ikut merasa tergiur.
"Ya Tuhan ingin rasanya aku berada di posisi anak itu"
Anna mengedarkan pandangan Dia mendapati Erland yang berada di lift VVIP terlihat sedang mendatangi sebuah kertas yang diberikan oleh sekertaris nya.
"Ini waktu yang tepat"
Anna merasa aman lantaran Erland tidak melihat keberadaanya, dia segera pergi dari tempat itu.
♡♡♡
Sesampainya di Resto tersebut, Anna langsung mendatangi pelayan di sana.
"selamat siang kak, selamat datang di Dewata resto Ada yang bisa saya bantu"
"benarkan ini sudah siang?" tanyanya
"maaf kak apa yang anda bilang?" tanya pelayan itu bingung
"ah tidak lupakan."
"Anda ingin pesan apa kak?"
"Yaah aku ingin memesan ice seperti anak itu" Tunjuk pada anak lelaki yang dia lihat tadi.
"baik, ingin pesan berapa?"
"satu saja"
"baiklah"
"ehh sebelumnya apa nama ice tersebut"
"Oh itu Ice batok kelapa kak?"
"kenapa namanya harus batok kelapa, yang aku lihat ice cream itu menjulang tinggi."
"Ya karena tempatnya dari batok kelapa"
"apa ada kelapa di dalamnya"
"benar kak pasti sebagai topping"
"baiklah aku pesan satu."
Anna menunggu beberapa saat sembari memainkan ponselnya sebelum akhirnya pesanan itu datang.
sebelum memakannya anna memperhatikan detail hidangan yang ada di depannya.
"Kenapa ini unik sekali" ujarnya merasa heran
Anna memperhatikan setiap topping yang ada satu porsinya, es krim batok dengan isian es krim varian rasa dan setumpuk toping, seperti coco crunch, roti jadul, irisan semangka, kelapa muda, jelly.
Anna mencobanya.
"heemm ternyata rasanya tidak seburuk itu."
Beberapa waktu berlalu Anna terus menikmati Ice Krim itu..
bahkan sebelum memakannya karena merasa keunikan dari ice krim itu membuatnya ingin memotret dan memposting dalam halaman sosial media,1 foto telah terunggah di halaman akun pribadinya.
♡♡♡♡
Sedangkan di tempat lain Erland tengah menggelar suatu rapat penting bersama para Dewan Direksi.
Namun tiba tiba saja fokus nya teralihkan saat dia menyadari ketidak beradaan Anna di sana.
"Kemana lagi wanita itu" fikir nya.
"Bagaimana tuan Hernandez?" Suara itu mengalihkan lamunan itu.
"ya saya setuju dengan adanya kemajuan proyek di bulan kemarin,dan ku harap kalian dapat mengembangkan potensi,kreativitas dan inovasi untuk langkah kedepannya"
__ADS_1
"siap Tuan Hernandez" Ujar mereka
"baiklah ku rasa cukup dengan pembahasan kali ini, saya kira kalian harus lebih mematangkan hasil laporan untuk target bulan depan." Ujar Erland bangkit dari duduknya dan pergi dari sana.Beberapa karyawan yang menunduk hormat.
♡♡♡♡
Anna baru saja kembali ke Kantor itu, setelah kurang lebih 1 jam dia nongkrong di resto itu.
"Apa cuman gua ya selebriti yang keliatan pengangguran banget" gumamnya lirih
Nana terus berjalan namun langkahnya terhenti ketika mendengar keributan di kamar mandi wanita.
suara itu cukup nyaring di telinga nya, membuat Anna penasaran apa yang sedang terjadi di dalam sana.
Dan saat Anna membuka pintu kamar mandi itu tiba tiba "pletaaak"
Batang pel lantai itu mengenai dahinya namun "Akkkhhhh"..
suara Anna yang merintih kesakitan, dia kembali di kagetkan dengan adanya darah yang ada di ujung jarinya setelah memegang dahi itu.
"Oh may God" Ujar salah satu wanita itu
"I'm sorry"
"kenapa bisa seperti ini" Ujar wanita satunya dengan panik
"Oh my God Ren, ini Gianna Tahalea perempuan yang tadi pagi datang bersama CEO." Ucap wanita tersebut pada teman nya yang tadi saling berkelahi.
sontak keduanya panik ketika melihat siapa yang telah dia lukai.
" kau tidak papa?"
"sakittt" gumam Anna
"Oke ayo Kakak, kita berdiri dan ikut saya, biar saya obati"
"Tidak perlu ini di usap dengan tissue basah pun akan hilang"
"Tidak-tidak, kita yang bersalah kita juga yang bertanggung jawab."
"Iyaa kak,, lebih baik kakak ikut kita biar kita obati"
"Aduh ren Gimana kalo sampe Tuan Erland tahu ini, bisa terancam punah kita dari sini" Ujarnya
" jangan berisik aku juga takut"
"Sudah kalian tidak perlu khawatir, semua akan baik baik saja, saya juga tidak papa lebih baik kalian tidak perlu bertengkar tidak enak di lihat orang lain"
Anna segera bangkit dan pergi dari sana "saya permisi"
♡♡♡
Anna pergi kelantai atas setelah mendapatkan telpon dari Erland
dia bergegas menuju ruangan Erland.
sampai di sana Anna melihat Erland tengah mengecek beberapa laporan.
"Ada apa? " tanyanya
"dari mana saja?"
"Berkeliling"
Erland bangkit dari duduknya dia mendekati Anna, Anna yang melihatnya dia memundurkan langkahnya.
"Kenapa kamu takut padaku?"
"Tidak kita harus jaga jarak"
"untuk apa?"
"supaya tidak ada yang salah paham"
"siapa?"
"orang orang"
"tapi disini tidak ada orang orang"
"baiklah para serangga"
"dimana?"
"tidak tau" Jawab Nana datar.
Erland memperhatikan wajah Anna dia melihat Hansaplast di dahi Anna.
Erland mengulurkan tangannya untuk memegang itu.
Anna spontan menepis tangan Erland "Plaaakkk"
"mau apa kau? hah jangan macam macam!"
"ada apa dengan dahimu? ku lihat tadi pagi tidak ada"
__ADS_1
Anna teringat dengan kejadian itu.
"Tidakkkk"
"katakan apa yang terjadi?"
"ya karena kecerobohan ku?"
"kau melakukan hal konyol apa lagi?"
"aku tidak konyol"
"ohh hal bodoh apa yang kau lakukan?"
"aku juga tidak bodoh"
"katakan?" Ujar Erland mulai gemas.
"Ya ini karena kecerobohan ku, aku lari lari dan terjatuh"
Erland memperhatikan Ekspresi Anna berbicara, Dia meraih bahu Anna ,Erland curiga kenapa yang terluka hanya bagian Dahinya.
"Kau sedang berbohong kepadaku"
"tidak"
"katakan yang sejujurnya aku tidak akan marah"
"benar kau tidak marah janji ?"
"Tidak"
"oh yasudah tidak perlu aku kasih tau artinya."
"Anna jangan bertele-tele katakan padaku"
"tidak mau"
"oke aku berjanji tidak marah"
Anna memandangi Erland untuk meyakinkan bahwa Erland akan berjanji pada ucapannya.
Dia lipat bagian Alisya.
"Untuk apa kau melihatku seperti itu"
"aku ingin tahu kau bisa di percaya atau tidak"
"jadi kau tidak percaya padaku"
"Hemm sebentar aku ingin melihat matamu, supaya meyakinkan aku untuk percaya padamu"
4 detik berlalu
"oke aku percaya padamu"
"Katakan"
"terkena pukul"
"siapa yang memukulmu"
"Tidak tahu dua wanita itu"
"wanita mana"
"aku tidak tahu dia bekerja di bagian apa"
"karyawan ku?"
"iyalah siapa lagi."
Tak menunggu lama Erland segera menarik Anna keluar dari sana. "Tunjukan siapa orangnya"
"Erland Erland kau bilang tidak akan marah"
"Ya, tapi jika sudah begini tidak ada alasan untukku tidak marah"
"mereka tidak salah Erland , ini salahku tidak hati hati"
"bisakah kau diam " Ujar Erland
pasalnya mereka sudah menjadi tontonan orang orang sekitarnya.
Andre yang melihat bosnya dan wanita itu, dia hanya menggeleng gelengkan kepala.
"beban apa lagi yang akan ku terima" Gumam Andre saat melihat keduanya.
.
.
.
.
__ADS_1