Another Loved

Another Loved
102.Sebuah mimpi


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡


Semuanya telah siap bahkan beberapan baju Anna dan Erland sudah siap untuk di angkut.


dua mobil melaju mendekati privat Jet milik Erland yang sudah terparkir.


Erland memcoba untuk tidak banyak bergerak selama di perjalanan menuju tempat tersebut karna dia tau Anna sudah terlelap dalam lengannya.


"Semua sudah siap Tuan" Ujar Ajudan Erland yang berada di samping supir mobil yang di kendarai.


Erland hanya memberi Anggukan.


Melihat Anna yang tertidur dengan pulas membuatnya Enggan untuk membangunkannya.


dengan perlahan Erland membopong tubuh Anna menuju pesawat tersebut.


dalam beberapa langkah dia melihat ibu yang dibawa oleh Anna.


"masuklah " Ujar Erland kepada Ibu tersebut.


"Terimakasi Tuan." jawabnya


Erland berbalik badan dan melihat wanita itu lagi "Anda bisa memanggil namaku dengan sebutan Erland."


"Baik nak Erland."


"Ya itu lebih baik."


Erland segera beranjak naik kedalam pesawat dan menuju kearah kamar yang telah tersedia disana untuk menaruh tubuh Anna terlebih dahulu.


Lantas Erland berlanjut keluar kembali untuk mengkoordinir semua.


"Jika kalian butuh apa apa silahkan katakan pada Andre asisten saya" Ujar Erland kepada ibu dan anak tersebut.

__ADS_1


"Sekali lagi terimakasi nak Erland."


"Tidak maslaah."


Erland segera melangkah mendatangi tempatt dimana Anna berada.


Dia dapat melihat wajah polos Anna sedang menutupkan matanya.


♡♡♡♡


Di taman Anna sedang memandangi lahan bunga yang luas.


Anna dapat melihat tempat ini sangat sejuk dan asri dan dia paham bahwa inilah tempat impianya.


"Mommy" suara Anak itu melaju kearahnya.


dari kejauhan dia melihat dengan jelas di bocah itu datang menghampiri nya.


"momy aku sudah pulang dengan daddy." ujar bocah laki-laki itu.


Kemudian seorang lelaki dengan parah wajah sepeprti orang barat dan tubuh yang kekar dada yang bidang dan sorot mata birunya menghampir keduanya.


"Mom, daddy mengajak ku bermain kuda hari ini boleh?"


"Astaga" kalimatnya keluar.


Anna melihat sekeliling di penuhi jendela kotak kecil.


"Astaga aku sudah ada didalam pesawat." Ujarnya dalam hati.


Anna melihat kearah kiri tubuhnya dia mendapati Erland tertidur disampingnya.


Anna seakan melihat keindahan disetiap bangun tidurnya yang membuatnya tersenyum.


Sejenak dia memandangi wajah Erland dan melihat parasnya lebih dalam hingga dia teringat lelaki yang hadir dalam mimpinya.


"Itu bukan Erland bahkan aku tidak mengenalinya lalu siapa? lelaki yang hadir dalam mimpi ku selama 3 kali berturut turut." Fikir Anna dalam diam


namun Anna tidak ingin pusiing memikirikan hal itu dia lebih memilih beranjak dan pergi keluar.


dia luar dia mendapati adik Ambar yang tengah menonton Tv.


Dengan cepat Anna mendatangi wanita muda itu dan ikut duduk bersamanya.

__ADS_1


wanita muda itu hanya memberikan senyuman kepada Anna dan cepat di balas olehnya.


"Jadi siapa namamu?" Tanya Anna


"Silvia" jawabnya


"astaga nama yang bagus."


"terimakasi kaka."


"berapa umurmu?" lanjut Anna kembali


"15 tahun"


"astaga masih muda sekali." guma Anna yang mengingat umurnya.


"Ada yang salah?"


"tidak ada aku hanya merasa dilahirkan begitu cepat." ujar Anna dengan wajah seolah mengeluh


Keduanya tersenyum bersama


Anna dapat melihat wajah Ambar di wajah silvia kala dia tersenyum.


"kau begitu mirip dengan kakakmu" Guma Anna


"benarkah?"


"Ya apa kau pun tidak tau memiliki seorang kakak."


"Aku tau ibu bilang kita bermain saat masih kecil, tapi aku sudah lupa bagaimana wajahnya."


"Astaga." Guma Anna


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡


__ADS_2