
.
.
.
.
Mentari telah menyinari hangat pagi ini setelah perginya malam.
terlihat jelas aktifitas manusia yang sudah di mulai. waktu sudah menunjukan setengah delapan pagi.
sudah cukup terang dan ramai bila dilihat di luar sana bahkan cuaca hari ini terlihat begitu bersahabat.
Anna dapat merasakan itu dikala sinar mata hari itu perlahan menyinari ruang kaca yang saat ini di tempati.
Perlahan badan Anna mulai bergerak untu membetulkan posisinya tertidur kala sadarnya mulai menghampiri.
namun saat hendak bergeser dia merakan pinggang mungilnya itu tertahan oleh sesuatu.
Anna melihat kebawah untuk memastikan itu, nyatanya yang dia lihat adalah lengah kokoh yang melintang memeluk erat tubuhnya.
"astaga Erland" gumanya.
Anna mencoba menyingkirkan lengan itu, dengan gerakan pelan Anna berhasil terlepas.
Anna membalikan wajahnya mentap seseorang yang saat ini dihadapannya.
begitu sempurna menurutnya tak kala dia memandangi wajah Erland di pagi hari.
baginya hari ini adalah hari yang sangat beruntung pasalnya kali ini pandangan pertamanya saat membuka mata adalah seorang lelaki yang saat ini dia cintai.
Anna menyusuri pahatan kekar wajah itu masih dengan posisi memandang dan memperkecil jarak antara mereka.
bahkan Anna dapat merasakan hembusan nafas Erland yang bercampur dengan udara.
tangan mungil itu menyusuri pipi, dia dapat merasakan bulu halus disana terus bergerak kebawa hingga tepat berada di dada bidang Anna.
Betapa bahagianya dapat merasakan itu secara langsung.
"Astaga ternyata seperti ini rasanya." fikir Anna.
Anna melirik jam digital yang berada di nakas sana menunjukan pukul 7:43.
__ADS_1
"Astaga kau harus berkerja" guma Anna
Tak menunggu lama Anna berusaha membangunkan Erland dari tidurnya.
"Erland Bagun kau harus bekerja" Ujar Anna
Saat itu Erland dapat mendengar suara Anna lantaran sebetulnya sejak tadi dia sudah mulai sadar dari tidurnya namun mencoba tetap pada posisi yang sama.
saat Erland tau Anna tengah mengagumi dirinya, baginya itu hal semacam itu tidak akan dia lewatkan. jadi dia berpurapura masih dalam alam mimpi.
Erland perlahan membuka matanya saat Berkali kali mendengar seseorang memanggil namanya.
"erland ayo bagun kau bisa terlamabat bekerja."guma Anna
"hummm malas." jawab Erland dengan membalikan badannya membelakangi Anna.
"Astaga Erland ini sudah siang kau harus ke kantor, nanti kamu bisa kesiangan."
"jika pun aku harus kesiangan tidak akan ada yang mengomeliku" Jawab Erland santai.
"Tapi jadilah pemimpin yang baik yang memberikan cotoh yang baik pula untuk bawahanmu"
"selama ini aku baik." ujar Erland dengan matanya yang tertutup.
Anna beranjak dari kasur dan berlalu pergi ke kamar mandi.
yang biasa di gunakan untuk mencuci mulut dan megosok gigi.
Anna mengambil gelas itu dan diisikan dengan Air, Anna membawa keluar menuju orang itu.
Saat sudah di hadapan Erland Anna memasukan jari jari tangannya kedalam wadah itu dan mencipretkan airnya yang ada di tangan mungil itu ke wajah Erland.
"Ayo bangunn anak bayi kau harus mencari uang." ujarnya dengan gerakan tangan yang di kibas-kibaskan.
Erland kaget dia buatnya lantaran baru kali pertama dia dibangunkan dengan cara seperti itu.
"Apa yang kau lakukan Anna."
"memberi jampe jampe supaya kau terbangun"
"ini basah"
"memang itu tujuanku biar mata nya melek"
__ADS_1
"*caramu kampungan sekali*." ujar Erland yang justru menutupi tubuhnya dengan Selimut.
melihat itu Anna menjadi gemas sendiri lantaran usahanya yang tidak ampuh nyatanya Erland tetap terbuai dalam kasur itu.
"Ini jalan satu satunya" ujar Anna frustari.
Dia menaruh gelas itu dan memundurkan beberapa langkahnya.
Anna bergerak seakan mengeluarkan jurus persis seperti kung Fu Panda dannn "Erland berisiaplah aku akan mendaratttttttt chiaaattttt___" ujar Anna sembari meloncat dari kejauhan
Bbbbbruuuukkkk
"WTF" Ujar Erland saat merasakan badannya di timpa sesuatu.
"Anna kau melakukan hal konyol apa lagi" ujarnya sembari membuka selimut itu.
Nyatanya yang dia lihat keberadaan Anna yang sudah ada di atasnya dengan posisi menduduki badan Erland.
"supaya kau bangun"
"astaga buka seperti ini caranya kau bisa membuat pinggangku sakit."
"ahh aku baru ingat kau sudah tua, Maaf" ujarnya dengan polos sembari turun dari badan Erland dan duduk disamping sana.
Erland mengusap Wajahnya frustasi sebelum akhirnya dia bangun dari posisi tidurnya.
Erland dapat melihat raut wajah gembira Anna saat melihat dirinya bangkit dari tidur.
"Aku akan pergi ke kamar mandi" ujar Erland menuruni ranjang itu.
Erland dengan malasnya masuk kedalam kamar itu guna membasuk wajahnya.
setelah menutup pintu dia tersandar di pintu itu sembari meratapi kegilaan Anna.
"ku fikir pagiku kali ini akan menjadi momen manis nyatanya belum apa apa dunia seakan di gonjang ganjing" guma Erland berlalu menuju wastafel marmer.
.
.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡