Another Loved

Another Loved
84.Masakan untuk Erland


__ADS_3

.


.


.


.


Keduanya telah sampai di salah satu Appartement mewah milik Erland yang di tempati oleh dirinya.


Erland segera meluncurkan mobilnya kedalam bassment pribadinya.


bisa dilihat seluruh besment dilantai ini berjejer koleksi mobil mewah Erland.


"silahkan tuan putri" Ujar Erland yang membuka pintu untuk Anna.


"Terimakasi"


Keduanya segera berjalan sembari bergandeng tangan.


Pintu otomatis itu terbuka saat satpam disana mengetahui siapa yang datang.


"Silahkan Tuan besar." Ujar mereka bersamaan


"Erland berapa banyak Appartement yang kau miliki."


"hemm aku belum melihat jurnalnya kembali"


"sebanyak itu sampai kau lupa?" Tanya Anna


"mungkinn"


Keduanya melangkah meinggalkan lift yang membawanya naik keatas


Sampai Erland membuka pintu Appartemennya itu.


"berapa lama aku meninggalkan ini sampai aku merasa asing." ujar Erland saat memasuki ruangan itu.


"semenjak kau pindah ke tempatku."


"ku fikir kau harus ikut denganku disini. bagaimana?" Tanya Erland yang meminta Anna tinggal di Appartement nya.


"Biar nanti ku fikir, oh ya dimana momy"


"Oh my God, aku melupakannya."


Erland segera mengambil ponselnya dan menguhubungi Momynya.


"Mom, aku sudah datang."

__ADS_1


"dasar anak tak tau untung membuat momy menunggu lama."


"mom kau salah jika mengatakan aku ini anak tak tau untung semua bisnisku berjalan lancar dan semuanya berbalik modal berkali kali kali kali kali kalllllliii lipat."


"Diamlah. momy akan kesana"


♡♡♡♡


Erland tengah meminum soda di dapurnya.


Telinganya mendengar suara bel berbunyi segera Erland mendatangi pintu itu.


Erland membukakan pintu itu dan melihat kedatangan ibunya.


"Ada apa ini rame rame?" Tanya Erland spontan


"heh ada apa inii.. momy datang menemuimu"


"aku lupa jika momy merindukan anaknya. masuklah dan segera pulang."


Seketika Erland mendapatkan pukulan tas milik ibunya


Bugggg~~ suara itu mengenai pinggang Erland.


"Mommm." tegas Erland


"kau durhaka." jawab Momy santai


"kau pandai juga memilih dekorasi." kagum momy


"apa momy lupa aku punya banyak arsitek."


"ah benar."


"duduklah aku akan naik sebentar."


"Erland kau sangat tega momy baru saja sampai langsung kau tinggal."


"sebentar" jawab Erland santai dengan naik keatas tangga itu.


Erland akan menjemput Anna untuk menemui ibunya.


Erland membuka kamarnya dan mendapatkan Anna yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"sayang momy sudah datang ayo kita turun."


Anna merasa gugup mendengar kalimat Erland


"Tapi Erland aku merasa ..." Erland dapat mengerti yang di maksud Anna.

__ADS_1


"tidak perlu panik ada aku."


Elisya dan momy tampak kaget dengan kedatangan Anna yang di gandeng oleh Erland dari lantai atas.


keduanya berjalan ditangga tanpa teralihkan oleh pandangan mata kedua wanita itu.


membuat Anna merasa lebih gugup di buatnya.


"hai momy sedang bertemu denganmu" ujar Ann mengulurkan tangan


"Anna kauu--?"


"Erland yang membawanya kesini" Lanjut Erland.


"Bukankah momy senang jika banyak teman disini." lanjutnya


"Ah benar" Jawab Momy terpaksa.


"duduklah jangan berdiri terus kaya patung dibelakang ada sofa" Ujar Erland


mereka duduk secara bersama dengan Anna yang berada di samping Erland.


Erland memanjangkan tangannya ke samping bagian Anna duduk membuat mereka terlihat sangat manis.


Momy yang melihatnya terasa seperti melihat pengantin baru yang tidak ingin berjauhan.


"Jadi Apa yang momy bawa" tanya Erland memecahkan keheningan.


"Momy membawakan makanan untukmu."


"momy memasaknya sendiri?" tanya erland sembari membuka tutup makanan itu.


Anna yang melihat isi makanan itu serasa tergiur dengan aroma dan tampilan yang di sajikan.


"Terimakasi mom seharusnya kau tidak perlu repot repot."


"Aku membawanya untukmu."


"Tapi mungkin Anna yang akan memakannya." jawab Erland.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


__ADS_2