Another Loved

Another Loved
138. Memandang Wajah Yang Sama


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡


"Kenapa kita harus di sini. "


"aku malas dengan mata mata tak berakhlak itu"


saat itulah Gianna tertawa lepas.


Anna memasuki ruangan saat panggilan dokter adalah gilirannya di temani Nando di belakangnya.


Beberapa waktu pembicaraan dan konsultasi kini saat nya Anna di USG.


Anna melihat bagaimana Nando over protect kepadanya.


saat itu juga.


"Mari kita lihat kembali jenis kelamin baby nya yah karna ini sudah bisa dilihat secara jelas dan bisa di pastikan. "


Dokter itu melakukan pekerjaanya.


Sampai terlihat raut wajah seorang bayi yang tengah menutup matanya di depan layar itu.


Mata Nando membulat seperti melihat sesuatu yang indah yang belom pernah di lihat sebelumnya.


"Oh ini sudah bisa di pastikan bayinya laki laki " ujar dokter tersebut.


"Laki laki dok? " tanya Nando.


Anna yang melihat itu begitu terkejut.


"Nando ada apa denganmu"


"Ah tidak Anna aku hanya senang aku akan bertemu anak laki-laki"


padahal di dalam pikiran Nando saat ini, ialah mengajari bagaimana caranya menembak tepat sasaran, bagaimana caranya merakit bom dan cara mematikan musuh.


Nando telah banyak berimajinasi di sana.


bahkan imajinasi itu terus berputar sampai di kantor.


saat dia tengah duduk di sofa kebesaranya.


Peter memasuki ruangan Tuanya.


"Tuan, ini dokumen yang Anda inginkan. " ujar Peter.

__ADS_1


Namun Peter hanya diam disana saat dia melihat Tuanya yang sedang tersenyum melamun.


Peter menaikan alisnya


"Tuan? " belom ada perubahaan


"Tuan? "


Seketika itu Nando tersadar melihat Peter disana


"Apa yang kau lakukan disini? " tanyanya


"Saya memberikan ini tuan"


Nando melihat dokumen akhir tahun itu,


"Baiklah silahkan keluar. "


♡♡♡♡


Kini hari sudah larut malam.


Nando baru saja selesai membersihkan badanya.


dengan setengah badan basah dan handuk yang melingkar di lehernya.


Rasanya Nando ingin mengecek keadaan Anna.


dia melangkah melewati ruang itu.


Nando melihat pintu itu tidak terkunci.


Di ambang pintu Nando berupaya untuk melihat Anna.


dia memperhatikan Anna yang kini tengah berada di atas sofa memperhatikan sesuatu di tangannya.


Nando penasaran dengan itu.


Sampai akhirnya dia tau apa yang Anna lihat.


Anna melihat begitu jelas wajah Erland ada pada bayinya.


"Kamu sangat mirip dengan ayahmu nak" ujar Ana dengan mengeluhkan perutnya.


tidak terasa kini Anna meneteskan air matanya disana.


"Aku tidak menyadari betapa aku merindukan kamu Erland. "


Dan kini Air mata Gianna pecah disana.


"Aku membutuhkan kamu" gumanya.


Nando yang melihat itu merasakan sakit yang belom pernah dia rasakan.


betapa dia berharap Anna mencintainya, namun dia sadar dalam hatinya masih ada orang lain.

__ADS_1


Nando berharap dirinya selalu ada di samping Anna.


bahkan dalam keadaan lemah sekalipun.


Hal itu membuat Nando pergi berlalu meninggalkan tempat itu.


♡♡♡♡


Peter melihat Tuanya tampak diam dan tidak banyak bicara bahkan saat berada di ruang rapat.


"Tuan ada apa dengamu? " tanya Peter


Nando tetap diam


"kemarin kau terlihat sangat ceria banyak tersenyum"


Nando yang melihat itu dia hanya mengusap wajahnya kasar.


saat itu juga dia mendapatkan satu pesan dari telfon ya.


Victoria : " sayang, bisakah kau datang menemui ku di apartement"


Nando beranjak dari kursinya.


"aku akan pergi sebentar. "


Peter hanya mengangguk.


♡♡♡♡


Nando baru saja mengenakan kemejanya.


"sayang apa kau akan pergi lagi ke kantor. " tanya Victoria yang berada di ranjang itu menutupi badanya dengan selimut.


"Banyak pekerjaan yang harus aku lakukan"


Victoria menghembuskan nafasnya dalam.


dia bangkit untuk berdiri.


dan meraih tangan Nando disana.


"jangan lupa dengan permintaanku. " Ujar Victoria disana.


Nando hanya pergi berlalu meninggalkan apartemen kekasihnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


__ADS_2