
.
.
.
.
beberapa hari telah terlewatkan setelah keduanya resmi bersama.
Anna merasa memiliki Erland saat ini bukanlah pilihan yang salah nyatanya Erland memperlakukan Anna begitu manis dan Anna merasa selalu di manja oleh Erland.
Semakin hari menjadi Anna semakin mengenal Erland, tidak pernah Anna sangka bahwa Tuhan memberikan sebuah cerita yang begitu sederhana untuk dirinya bertemu dengan lelaki yang berhasil menembus relung hatinya,setelah sekian lama.
Anna berusaha menjadi wanita yang baik untuk Erland. bagaimanapun dia mencintai Erland dia hanya ingin memberikan segala sikap baiknya untuk sang kekasih.
Seperti saat ini Anna yang tengah sibuk memasak beberapa pasokan makanan untuk di bawa ke kantor Erland.
pasalanya Erland bilang bahwa hari ini pekerjaan cukup banyak dan menyita banyak waktunya.
Jadi Anna fikir membawakan makan siang untuk Erland bukanlah hal yang buruk.
setidaknya dengan cara seperti ini Anna bisa mengurangi rasa strees yang mungkin saat ini dia rasakan.
"okeee kita plating" gumanya
"sedikit wortel untuk mejernihkan mata" ujarnya dengan tawa
Anna menengok jam yang menunjukan pukul 11:36 yang artinya waktu makan istirahat akan segera tiba.
Anna melihat kembali beberapa masakan yang sudah di sajikan dalam tempat itu.
kali ini Anna memasak sop iga dengan beberapa sayuran sebagai hidangan penutup.
"oke sudah siap waktunya ganti baju" ujar Anna berlari kekamar.
♡♡♡♡♡
Anna keluar berjalan menuju basment sepanjang perjalanan Anna terfocuskan pada tasnya dan segala perlengkapannya di dalam sana.
Anna fikir kali ini dia begitu repot dengan apa yang dibawa. sampai dia tidak terfocus pada jalan depan itu.
dan Brukkkk~
Anna merasakan menabrak seseorang dan saat Anna melihat kearah depan begitu terkejutnya dia mendapati ibu tirinya yang berada di sana.
"heh kau disini rupanya tidak ku sangka kesepatan begitu berpihak padaku" ujar Jihan
"apa yang kau mau" tanya Anna
__ADS_1
"seharunya aku yang tanyakan ini padamu" jawab Jihan ketus.
"apa maumu hingga mengirim intelejen untuk mengusik kehidupanku? kau fikir aku tidak tau" tegas Jihan
"hahha kau tidak tahu aku ini kaya mungkin ini salah satu caraku untuk menghabiskan uang." tegas Anna
"ohh dan aku ingat segala kekayaan yang aku miliki adalah hasil dari keringatku setidaknya aku berusaha untuk itu bukan mengambil hak orang dengan licik dan berharap menguasainya." sidir Anna
"hahha ku fikir Ayah bangga denganku" lanjutnya
"dasar wanita bodoh kenapa kau hingga saat ini tidak mengakui bahwa kau ingin menyingkirkan aku" ujar Jihan
"orang sepertimu memang pantas aku singkirkan"
"lihat saja siapa yang menang aku atau kau" tegas jihan berlalu pergi.
Anna melihat kepergian Anna membuat hatinya geram.
"mengapa harus ada orang seperti itu di dunia ini" ujar Anna melihat kepergian Ibu tirinya
Karna kejadian tadi membuatnya perasaan hatinya berubah tidak lagi ceria yang terlihat.
Anna melihat sekeliling yang tampak sepi. beruntung baginya perdebatan itu tidak menarik perhatian beberapa orang.
Saat masih diam disana Anna mendapatkan satu pesan masuk kedalam ponselnya.
"Aku menunggumu" tulis Erland.
Mobilnya meninggalkan basment itu dan berlalu pergi.
♡♡♡♡
Anna baru saja sampai di lantai atas setelah pintu lift itu terbuka. kini beberapa karyawan disini sudah mengatahui keberadaan dan kedekatan Anna dengan atasan mereka.
yang membuat mereka terbiasa melihat Anna ada disekeliling sini.
Anna berjalan melewati lorong itu saat dia berpapasan dengan Andre dan memberikan salam untuknya.
"selamat siang andre" sapa Anna
"siang nona"
"apa Erland ada?"
"ya tuan berada didalam masuklah"
"baik terimakasi"
Anna bergegas masuk dan menemui Erland dan mendapati orang yang dicari sedang menatap layar komputer.
__ADS_1
"jam istirahat masih tetap bekerja?" ujarnya
Erland menyadari itu.
"ohh hallo sayang kau sudah datang"
"kemarilah aku bawa makanan kita makan bersama"
"baiklah aku datang"
keduanya duduk di sofa itu dengan menikamti hidangan yang dibawakan oleh Anna.
"Apa ini enak?"
"kau selalu membawa masakan dengan rasa yang enak sayang"
"kau tidak sedang berbohong bukan?"
"kau lihat wajahku apa terlihat ada sebuah kebohongan disana"
Anna senyum di buatnya Dia menatap lelaki itu yang dia lihat hanyalah seorang lelaki tampan di hadapannya.
"Hemm tidak ada"
"Aku bukanlah orang yang pandai berbohong kau tau itu, bahkan akupun tidak tau bagaimana caranya aku membohongi perasaan yang tumbuh dihatiku untukmu" Ujar Erland
ucapan Erland membuat Anna tersedak lantaran kaget dibuatnya.
"Astaga sayang kau harus hati hati"
"aku seperti ini karnamu?"
"memang apa salahku"
"ku fikir kau terlalu berlebihan dalam mengucapkan kalimat itu"
"astaga sayang kau tau apa yang aku rasakan sekarang?"
"apa?" tanya Anna heran
"ku fikir aku sedang mengalami fase kebucinan."
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡