Another Loved

Another Loved
43.Perkara Patung Tangan


__ADS_3

.


.


.


.


.


Suasana di ruang pribadi Erland siang hari ini begitu hening hanya tertengar suara hembusan udara AC saja.


Padahal didalam sana ada dua seorang lelaki yang tak lain ialah bos dari Hernandez Corp dan Asistennya.


Bagaimana tidak ruangan ini tampak sepi dan hening karna Erland sedang mencoba membuat patung tangan 3 dimensi.


ini sudah ke empat kalinya Erland mencoba namun tidak juga berhasil lantaran adonan yang terlalu encer.


Andre yang melihatnya pun sudah mulai bosan.


Ini sudah lebih dari satu setengah jam Andre menyaksikan bosnya melakukan hal itu.


Andre ingat jika setengah jam lagi mereka akan menggelar rapat, namun saat Andre melihat apa yang dilakukan oleh atasannya dia merasa jika tawaran untuk metting tidaklah pas saat ini.


"Tuan meeting Anda."


"Kau tidak lihat tanganku sedang di dalam Ember?"


"Tapi tuan dia kertas itu tertulis kurang lebih 5- 10 menit untuk mencetaknya."


"Dan ini baru 3 menit Andre! aku tidak ingin kali ini gagal atau kau ku suruh membeli adonan itulagi."


"tidak untuk ke 5 kalinya Tuan"


"Nah kau paham bukan"


"baik Tuan, Kalo seperti itu saya pamit permisi untuk membereskan berkas materi meeting terlebih dahulu." ujar Andre yang di balas hanya anggukan saja.


Beberapa menit berlalu saat ini Erland sudah merasakan tangannya yang mulai kaku.


dia kembali membaca kertas panduan itu dan dia baru sadar jika adonan akhir yang nantinya akan dijadikan untuk mencetak tangan belum dia buatnya, sedang tangannya masih di dalam Ember.


Tak menunggu waktu lama Erland menekan tombol yang terhubung langsung dengan Sekertarisnya.


tombol itu biasanya dia gunakan untuk memanggil sekertarisnya yang tak lain memiliki ruangan luar tepatnya di depan ruangannya sendiri.


tak menunggu lama Erland mendengar ketukan pintu itu dan Masuk lah sekertarisnya.


Dia tampak bingung dengan apa yang di buat oleh Tuannya.


karna tidak biasanya ruangan Erland terlihat begitu berantakan seperti saat ini.


"Tuan anda memanggil saya?"


"yaa, kemarilah"


"apa yang harus saya lakukan?"

__ADS_1


"kau tuang dan cairkan adonan itu,ingat harus sesuai takaran."


"baik tuan"


Setelah beberapa menit berlalu Erland merasa jika tangannya sudah harus dia angkat dari cetakan itu.


"Kau tuangkan Adonan itu ke cetakan ini, kau tau caranya bukan?"


"yaa saya mengerti Tuan"


"Tuang dengan rapi dan bagus aku akan pergi menemui Andre."


Ujarnya melangkah meninggalkan tempat itu.


Erland berjalan menuju tempat rapat yang akan diguanakan.


Ternyata disana sudah ramai dengen beberapa karyawannya yang sudah siap menggelar rapat.


Erland datang dengan santai dan kharismatiknya membuat orang ornag disana beranjak dari duduknya dan memberikan salam hormat.


♡♡♡♡


Anna baru saja pulang dari pantai dia menginap disalah satu Villa bernuansa pedasaan dengan pemandangan yang masih banyak pepohonan.


Anna dan ketiga temannya berjalan melewati jembatan kayu itu.


Tak berhenti Anna memotre setiap sudut pemandangan itu dengan kamera di tangannya.


"Bagaimana jika kita pergi ke Club malam ini?" ujar teman Anna


"Anna mau tidak kita ke Club malam ini"


"hemmm ku rasa boleh juga"


"Baiklah nanti malam kita ke club dekat sini oke."


"Oke" seru mereka kompak bersamaan.


♡♡♡♡


Erland baru saja membuka hasil karya nya tadi pagi setelah 4 jam dia diamkan di balkon sana.


Erland tidak sabar dengan hasil pembuatannya.


Erland cukup berhati hati dalam mengopek setiap dinding lunak itu sebelum akhirnya dia menemukan bentuk tangannya yang sudah mengeras.


"Astaga hasil karyaku tidak terlalu buruk" gumanya.


Dia melihat bentuk tangannya dengan Jari tengah yang dia acungkan sedangkan jari lainnya tertekuk.


"Haruskan aku pasangkan jam tangan di sini agar terlebih lebih indah" Fikirnya.


Erland segera mengambil ponsel nya di dalam saku dan memotret tangan itu untuk dikirimkan ke Anna.


Lima menit berlalu Erland menunggu balasan chat dari Anna dengan menyenderkan kepalanya di kursi itu tak lupa dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.


Dan tak menunggu lama suara denting ponsel itu berbunyi Erland segera mengchek ponselnya.

__ADS_1


✉ Anna:"Kau mengajak ributtt hah!!!?"


Erland kembali bingung di buatnya


✉Erland:" Maksud mu apa"


✉Anna:"Kau lihat saja bentuk jarimu itu ish tidak sopan sekali Erland".


Erland lupa memang gaya patung itu yang tidak senonoh.


"Astaga akan terjadi peperangan" gumanya lirih


✉Erland:" Tidak Anna ini hanya untuk asik asik saja."


✉Anna:"Asik asik saja kau bilang hah?! dasar bule kurang ajar!! awas saja kau jika bertemu dengaku nanti ya!"


✉Erland:" Astaga Anna aku suka dengan Ancamanmu itu"


✉Anna:" aku sedang marah denganmu"


Erland mengusap wajahnya frustasi dan membuang nafas, kemudian dia melanjutkan mengambil ponsel itu.


✉Erland :" tidak Anna aku tidak bermaksud, Aku hanya ingin menunjukan hasil karya ku hari ini, aku membuatnya untuk menjadi contoh nanti kita buat bersama sama oke."


✉Anna :" untuk apa mengajakku? memangnya kau ingin membuat jari tengah itu jadi dua eh?!"


✉Erland:" Astaga bukan itu maksudku"


✉Anna:" Lalu"


✉Erland:"Nanti kita cetak dengan gaya tangan yang berbeda, dengan saling menggenggam ku rasa itu bagus."


✉Anna:"untuk apa memangnya?"


✉Erland:"Untuk di abadikan"


✉Anna:"Kamu fikir aku fosil di abadikan?"


✉Erland:"Hahah untuk menjadi dokumentasi kenangan kita bukan?"


✉Anna:"Ya betul karna sebentar lagi kau akan pergi dari dunia ini, jadi perlu di abadikan, betul seperti itu Erland?"


Erland sontak kaget membacanya.


✉Erland:"Iya betul"


Jawab Erland pasrah lantaran dia yakin jika sudah berdebat dengan wanita tidak akan ada ujungnya Jadi lebih baik dia yang mengalah.


.


.


.


.


♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2