Another Loved

Another Loved
71.Operasi


__ADS_3

.


.


.


.


Hernandez hospital.


Gianna termenung sendiri dalam keheningan lorong betapa dirinya meresa bersalah atas apa yang menimpa kekasihnya itu.


Anna menghelakan nafas jantungnya seakan berhenti berdetak tak kala melihat peristiwa yang tidak pernah ada dalam benaknya.


air mata terus mengalir deras saat dia melihat lelaki yang sangat dia cintai terbujur kaku disana.


"Erland bertahanlah" ucapan itu yang meluncur dalam mulutnya.


Kini Anna tengah menunggu Erland yang sedang dalam penanganan dokter.


betapa hancur hatinya saat ini.


Anna beranjak dari duduknya dia berjalan kearah pintu kaca itu mencoba mencari setiap celah yang ada supaya dia dapat melihat lelakinya itu.


Namun hasilnya adalah nihil segala ruangan tertutup rapat dengan kain hijau, Anna hanya dapat melihat kesunyian dalam tempat itu.


Raganya kembali rapuh saat dia melihat kearah atas yang memperhatikan lampu berwarna merah itu.


Artinya oprasi masih berjalan.


"Aku berharap keajaibanmu Tuhan."


saat dalam keadaan mata tertutup Anna dapat mendengar langkah kaki seseorang Anna membuka matanya dan melihat ibunda Erland disana.


"Bagaimana keadaan anakku?"


"momy Erland sedang di tangani dokter"


"kenapa dia bisa begitu?"


"Erland terkena tembakan momy"


"Astaga Erland" Seketika Indah menangis histeris dengan kenyataan yang didengarnya.

__ADS_1


"Bagaimana ini?" Gumanya kepada Elisya yang ada disana.


"momy tenang kita berdoa untuk keselamatan Erland" Ujar Elisya.


Anna semakin rapuh dia merasa sangat bersalah.


"kenapa tidak aku saja." Ujarnya dalam hati


"momy aku akan pergi menemui Andre dia sedang mengurus beberapa data Erland aku akan mendatanginya." Ujar Anna


Namun tidak ada respon dari sang lawan bicara membuatnya pergi melangkah gontai menemui siapa yang akan dia temui.


♡♡♡♡♡


Di ruangan lain.


Andre tengah berbicara dengan dokter spesialis ahli bedah.


Andre menyimak setiap kalimat yang di jelaskan oleh sang dokter.


"peluruh itu masuk terlalu dalam hingga mengenai pangkal hati."


"lalu apa langkah selanjutnya yang harus di lakukan dok?" tanya Andre


"untuk selanjutnya saya akan tetap berkomunkasi dengan Anda."


"Ya silahkan."


"saya kira cukup untuk pembicaraannta saya ucapkan terimakasi."


Andre melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.


Begitu terkejutnya saat dia kedapatan melihat Anna yang ada di depan ruangan itu sedang duduk.


"Nona Anna?"


Anna yang merasa terpanggil menegakan kepalanya.


"Andre bagaimana?" Ujar Anna panik


"Segalanya berjalan baik. kita tunggu saja sampai oprasi itu selesai."


"Apa Erland bisa sembuh?"

__ADS_1


"pasti bisa nona percayalah."


"tapi aku tidak tenang."


"Nona percayalah Tuan Erland bisa melewati semua ini aku mengenalinya dia lelaki yang tidak mudah menyerah. kita percayakan semua pada dokter dan terus bedoa."


Anna yang mendengar kalimat itu kegelisahannya berkurang.


"aku merasa bersalah atas kejadian ini seharusnya bukan dia."


Andre yang menyadari kalimat itu lantas termenung.


"semua takdir sudah ada yang mengatur dan percayalah Tuan Erland pun akan menjagamu percayalah."


"momy ada diatas dia menangis aku tidak tega melihatnya."


"Nyonya Indah?"


Anna hanya menjawab dengan anggukan.


"Baiklah kita keatas temui nyonya."


"kau duluan Andre aku akan pergi kekamar mandi."


"baiklah."


Andre pergi berlalu meninggalkan Anna.


Anna terus bejalan dengan pandangan kosong, dia sampai pada tempat tujuannya.


melihat parasnya di cermin menampilkan sebuah kekacauan.


Anna kembali menangis tidak kala rasa bersalahnya yang terus menyelimuti hatinya.


.


.


.


.


♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2