
.
.
.
Beberapa hari telah berlalu kini Anna tengah sibuk menyiapkan beberapa berkas yang akan dia kirim ke kantor polisi atas tindakan yang menjadi permasalahannya bersama sang ibu tiri.
Anna telah memikirkan ini dengan matang bagaimana dia tidak ingin bertindak gegabahan dan ceroboh.
Anna selalu ingat pesan Erland dirinya tidak boleh bertindak semena-mena dan tergesah gesah karna nantinya yang di takutan adalah penyerangan balik.
semua bukti sudah terkumpul tak hanya itu Anna pun sudah menyiapkan beberapa pengacara untuk menjadi pegangannya.
sewaktu waktu barangkali di butuhkan.
Anna pergi bergegas menuju lantai bawah, hari sudah menunjukan pukul 8 malam.
"untuk kali ini aku tidak akan membiarkanmu lolos."
Anna menyalakan mesin mobil itu dan berlaju meningalkan gedung itu.
Beberapa menit perjalanan ponsel miliknya berbunyi Anna melihat layar ponsel dan terlihat nama Erland disana.
Anna segera menggunakan Eraphone miliknya dan menekan tombol hijau.
"kau sudah dalam perjalanan?" tanyanya
"iyaaa"
"baiklah hati hati. aku akan segera menyusul"
"baiklah sampai bertemu nanti."
Anna kembali terfocus pada jalan raya itu yang memperlihatkan jalan raya yang masih terlihat ramai.
♡♡♡♡
Anna kembali mendatangi rumah itu.
Ambisinya untuk menangkap rubah itu blom berakhir, Anna kembali menaiki anak tangga dan memperlihatkan pintu kayu tinggi yang kini ada di hadapnya.
tanpa banyak menunggu Anna segera membuka pintu itu dan masuk tanpa permisi.
seketika membuat beberapa pegawai disana terkejut terlebih meraka yang belom pernah bertemu dengannya.
dan tidak tau siapa Anna sebenarnya, membuat mereka mencoba menahan kedatangan Anna.
__ADS_1
"lepaskan " ujarnya mulai memberontak setwlah dua wanita mencoba menolak keberadaanya.
"maaf nona ini sudah jam malam Anda tidak bisa masuk begitu saja takut menggangu majikan kami."
"justru itu aku ingin menemuinya dimana dia."
"nyonya sedang makan malam Nona, Bisakah Anda tenang sebentar?"
Anna yang sudah mengenal bagian dari sudut ruangan itu dia segera berlalu meninggalkan mereka dan menuju meja makan berada.
beberapa langkah akhirnya Anna menemui keduanya.
Dimana Gavin dan Jihan tengah menikmati makan malam mereka.
dikejutkan dengan kehadiran Anna disana.
"disini rupaanya" ujar Anna merasa puas
Jihan yang melihatnya sontak berdiri dari posisi duduknya.
"sedang apa kau disini?"
"bertemu denganmu untuk mempertanyakan keadilan."
"keadilan apa? jangan bilang kau tak puas dengan semua penjelasanku kemarin ohh tau kau tak puas karna kau tidak mendapatkan apa yang aku dapatkan."
Gavin yang melihatnya sontak dia merasa terganggu dengan apa yang kini ada di hadapannya.
"Anna untuk apa kau kemari?" tanyanya.
"ohh kakak tiriku bagaimana kabarmu"
"aku tidak butuh basa basi."
"kau fikir aku juga."
"Lalu untuk apa kau disini."
"aku hanya ingin memperingatkan Ibumu tentang kematian Ayahku."
"ayah__?" Ujar Gavin bingung
"hah jangan berlaga bodoh.. aku tau kau juga ikut bermain peran disini bukan?" tanyanya.
"hahah tau apa kau bocah kecil."
"aku tidak mudah kau bodohi"
__ADS_1
"kau menginginkan kekuasaan Ayahku bukan?" lanjut anna
Gavin yang mengernya sontak kaget.
"Kau pasti tau bukan tentang racun itu."
Gavin hanya terdiam kaku disana.
"tertanya pandai juga wanita ini" ujarnya dalam hati.
Gavin merogoh sakunya dan mengambil satu botol kecil yang terselip dalam saku calannya.
"maksudmu ini?" Gavin menunjukan botol itu kedepan Anna.
Anna melihatnya sontak kaget.
"jadi benar kau ikut adil dalam peristiwa itu."
"tentu saja bukankah sudah kau katakan dan sudah kau tebak tadi.?"
Anna hanya diam disana dengan perasaan yang tidak menyangkan dan perlahaan dia merasakan rasa perih dalam matanya yang menujukan bola matanya berlinang air mata.
rasanya sangat sakit baginya apa lagi dia teringat dengan percakapannya dengan Gavin bahwasanya dia akan menjaga Basuki.
Anna tidak menyangka ternyata dugaannya benar, Gavin ikut menyelakai Ayahnya
Anna ingat bagaimana dulu dia sangat percaya pada Kakak tirinya itu meskipun Anna tau sedikit dalam hatinya memiliki perasaan benci kepada Gavin karna dia telah merebut sebagian cinta dari Ayahnya.
Namun jika di ingat masa kecil mereka cukup dekat dan Anna ingat Gavin termasuk kakak yang mencintau adiknya.
Cinta dan perhatian itu semua ada didiri Gavin untuk Anna meskipun keduanya tahu mereka bukanlah saudara kandung.
namun untuk malam ini entah mengapa segala kenagan Indah yang pernah ada diantara Gavin dan Anna berubah sirna menjadi sebuah penghianatan tak kala Anna tau Gavin menjadi sebuah pelaku dalam masalah ini.
dia tidak menyangka Gavin akan mengingkari janjinya untuk menjaga Ayah mereka meskipun bukanlah Ayah kandungnya.
Namun Gavin adalah salah satu orang yang dia percaya sejak dulu.
"Aku tidak menyangka untuk kesekian kali kau tidak menaati ucapanmu." Ujar Anna merasa kecewa.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡