Another Loved

Another Loved
178. Lelaki Misterius


__ADS_3

#Jangan Lupa Vote dan Like yah dukung Karya Author ini, supaya Author tetap semangat untuk Update.


#Follow ig jangan lupa @writterdevvu


.


.


.


♡♡♡


Hari ini, hari kepulangan mereka ke Spanyol setalah beberapa hari telah mereka lewati bersama.


Gianna memberesi koper miliknya, setelah selesai melihat beberapa perlengkapan miliknya.


"Astaga kau lihat ini" gumam Anna Setelah melihat banyaknya koper miliknya.


sebelumya Anna ada wanita yang sangat simpel dulu setiap liburan diantara yang lain, hanya diakan yang paling tidak banyak membawa barang.


namun setelah memiliki anak, Keadaan berubah drastis dimana Gianna selalu ingin mempersiapkan semua nya sesuatu kebutuhan Hector yang dan itu selalu dia persiapkan jauh jauh hari.


Hingga fokus nya kembali teralihkan saat ponsel miliknya berdering


Anna melihat nando di sana.


"Ya Nando"


"Sayang, pesawat mu sudah datang, besok pemberangkatan mu jam 8? "


"Kenapa pagi sekali? "


"Iya supaya kau cepat sampai "


Gianna menghembuskan nafasnya.


"Baiklah"


Selesai beberapa bersiap dia turun kebawah melihat Kamila dan Hector yang sedang duduk di meja makan.


Anna menuruni Anak tangga, dan datang menghampiri kedua orang itu.


dimana Hector sedang memakan sereal, dan Kamila yang sedang mengemil.


"Kenapa kalian suka sekali makan, padahal ini sudah malam"


"Hector meminta sereal, akhirnya aku buatkan, tapi melihat Hector makan rasanya aku juga ingin makan" ujar Kamila dengan senyumnya.


Gianna mengangguk di sana.


♡♡♡


Hari telah berganti dan saat ini mereka sudah ada di Privat Jet milik Nando yang membawa mereka kembali ke Spanyol.


Anna baru saja keluar dari tempat dimana tersedia kasur di sana.


Karena Hector yang sejak tadi menangis karena mengantuk hal itu membuat Anna harus menemani Hector hingga tertidur.


Perjalanan cukup panjang yang harus mereka tempuh hal itu membuat Gianna juga merasa lelah.


Anna melihat ponselnya terdapat banyak Miss call dari Nando.

__ADS_1


Selama perjalanan mereka, Nando terus menghubungi Anna.


untuk memastikan mereka baik-baik saja.


♡♡♡♡


Beberapa waktu sudah terlewat kan , kini saatnya mereka telah tiba dimana mereka berhasil melandasi Internasional Barajas Madrid.


Dengan langkah yang cukup lelah Anna menyusuri setiap anak tangga yang si gunakan sebagai akses turun.


Anna memperhatikan sekeliling dimana dia melihat peter yang sudah standby di samping mobil hitam.


"Nona silahkan masuk" Ujar peter membuka kan pintu.


"dimana Nando? "


"Tuan Nando menunggu anda di rumah"


"Dia bilang akan menjemput"


"Saya rasa tidak jadi Nona"


Disitulah Anna merasa kecewa lantaran Nando tidak bisa menepati Janjinya.


Anna memandang Hector yang berada di pangkuan nya lantaran tertidur.


sedangkan Kamila berapa di kursi depan bersama Peter.


Peter menjalankan mobilnya menuju jalan yang Anna sendiri tidak tahu.


"ibu bukan jalan menuju Apartemen " pikir Anna


Anna tidak tau dirinya di bawa kemana, pasalnya ini sangat asing.


"Jelas tidak Nona, kita pergi untuk bertemu Tuan Nando? "


"Nando? "


Tidak banyak yang di pertanyaan Anna dia hanya banyak diam karena sejujurnya badan dia begitu lelah.


Sampai akhirnya mobil berhenti di suatu Mansion megah dan mewah sangat luas.


dari luar saja Anna bisa melihatnya.


"Peter kau tidak salah membawaku kesini? "


Tanya Anna saat keluar dari mobil.


"Saya fikir tidak Nona, silahkan anda masuk Nona"


"dan kau? " Tanya Anna ragu.


"saya akan menunggu disini"


Sontak Anna kaget, tempat yang begitu asing baginya, jauh dari keramaian dan dia harus memasukkan tempat itu sendirian.


Anna menghembuskan nafasnya.


dengan pintu yang besar Anna bisa memastikan didalam ruangan tersebut akan banyak ruangan yang dia saja tidak tau.


"bagaimana jika aku tersesat"

__ADS_1


"tidak akan Nona, anda cari saja taman belakang. "


"taman? "


"ya saya rasa Tuan Nando ada di sana. "


Sampai Kamila keluar dari Mobil yang sama mereka tumpangi.


"pergilah Anna temu Tuan Nando Hector biar aku saja yang menjaga. tak perlu khawatir bukan kah kau mencintai Tuan Nando, jika kau mencintai nya seharusnya kau percaya dengannya bukan? "


"Tapi aku takut tersesat di tempat sebesar ini"


"Tidak akan. percaya lah" Ujar Kamilla meyakinkan.


Untuk kesekian kalinya dirinya mencoba meyakinkan hatinya hingga akhirnya dia memasuki tempat itu dan menitipkan Hector di tangan Kamila.


"Betul betul Nando sangat merepotkan" Gumamnya.


Memasuki beberapa ruangan yang di lalui dengan langkah lurus tiba-tiba seluruh ruangan begitu gelap hanya ada cahaya remang dan Red karpet yang di keliling lilin.


"Apa lagi ini? "


"Nando??.. Nando? " Teriak Anna merasa takut


"Nando please Nando keluar lah"


Anna Sama sekali tidak mendengar sautan di sana.


Sampai Langkahnya terhenti melihat pintu kaca yang dia yakini di sana lah taman belakang yang Peter maksud.


pasalnya tidak ada ruangan lain yang di lihat selain pohon dan cahaya gelap.


Anna memandang kebawah.


karpet merah itu masih terbentang luas hingga ke ujung sana.


Anna menghembuskan nafasnya.


"Masa iya aku harus datang ke tempat gelap itu. " Ujarnya.


dengan tekad Anna kembali melangkah hingga melewati pintu kaca tersebut.


kembali menghentikan langkahnya saat mencapai seseorang tinggi berada di hadapan beberapa kisaran dua meter.


"Nando? " Panggilnya namun tidak ada jawaban.


"kau kah itu? "


"Jika kau benar Nando berbalik arah lah menghadap ku. " perintah Anna


dengan hati yang berdebar yang kini Anna rasakan.


namun kembali tidak mendapat kan respon dari sang kepemilikan badan.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡


__ADS_2