
.
.
.
.
Kini keduanya sedang duduk di sofa panjang, jam digital itu menunjukan pukul 23:04. Namun Erland belum juga pulang.
"kau tak lihat aku?"
"tidak"
"aku bersembunyi di dinding itu"
"untuk apa melakukan hal konyol seperti itu??" tanya Erland
"ya aku hanya ingin tau sampai batas mana kesabaranmu"
"Dasar wanita konyol"
Erland mengambil soft drink di atas meja dan menenggaknya.
"bagaimana dengan perjalanan mu di Amerika?" Tanya Anna
"Perjalanan apa?"
"bukan kah kamu bilang, baru saja pulang dari San Francisco?"
"aku bekerja bukan berlibur"
"benarkah?"
"ya, kerja sama Antar negara dalam bidang bisnis"
"memang rencana apa yang akan kau buat"
"apalagi kalau bukan hotel dan resto"
saat pembicaraan sedang berlangsung Erland teringat dengan perjanjian lusa.
"heii kamu masih berhutang padaku?" ujar Erland
"apa?"
"berjanji untuk mengikuti kemauanku selama 1 hari"
Mendengar itu membuat Anna yang sedang minum susu sontak tersedak.
"sial ku fikir dia melupakannya" guma dalam batinya.
"Ekhemm, jadi kau kesini untuk menagih janji?" ujar Anna ketus
"Mungkin dan aku lebih menyukai wanita yang bertanggung jawab atas ucapannya" ucap Erland Tegas.
"baiklah aku tidak takut."
Seketika senyum itu terpancar di wajah Erland. Bagaimana tidak karna Erland telah menyusun beberapa rencana dengan matang
"ternyata kau penurut"
"kamu fikir?"
"tidak."
♡♡♡
Anna baru saja keluar dari kamar mandi karna dari sore dia belum mandi jadi dia menyempatkan untuk membersihkan badan.
setelah merapikan rambut dan memakai baju tidur dia lantas keluar kamar untuk menemui Erland.
namun saat Anna keluar dia melihat Erland sudah tertidur pulang disofa itu.
Anna datang menghampiri lelaki itu, dia pun duduk disamping tempat Erland tertidur.
Sejenak Anna memandangi wajah Erland yang tertidur pulas.
__ADS_1
bisa dilihat dari tidurnya Anna tahu jika Erland kelelahan.
"Kau pasti lelah dan stres karna pekerjaanmu." guma Anna lirih.
Anna tidak tega melihatnya dia berdiri melaju kearah kamar untuk mengambil selimut dan bantal.
Anna kembali membawa barang yang dia ambil.Anna meletakkan di bawah.
berlanjut dia pergi kearah dapur dan membawa mangkuk kaca berisi air dan waslap handuk.
meletakan mangkuk itu di meja, Anna duduk di lantai sana dia kemudian mengelap pergelangan tangan Erland secara perlahan dengan air itu.
Dia tidak ingin mengganggu waktu Erland beristirahat jadi sebaik mungkin dia melakukannya dengan perlahan.
selesai dari itu Anna melepaskan kaos kaki yang masih terpakai di kaki Erland.
kemudian barulah dia memberikan selimut untuk Erland dan mengangkat kepala Erland menaruh bental disana.
"baik lah Erland kau menyusahkanku" gumanya
setelah dirasanya Aman Anna berdiri tegak dan meluruskan pinggangnya.
Anna tak sengaja kembali memandangi Erland, entah mengapa dia merasa nyaman memandangi Erland ketika sedang tertidur seperti saat ini.
karna yang dia lihat Adalah Erland yang lucu dan wajah datarnya bukan Erland seperti biasanya yang memiliki tampang tegas dan kharismatik.
dia perlahan mengulurkan tangannya untuk mengusap ujung kepala Erland.
sementara itu Erland merasakan usapan dari tangan lembut dan hangat yang saat ini dia rasakan, rasanya dia kembali teringat masa kecil ketika diantar sekolah oleh ayahnya dan ketika berpamitan Ayahnya selalu mencium ujung kepala dan mengusap anak rambut itu, begitulah yang saat ini dia rasakan didalam sisa kesadaran mimpinya malam ini.
sedangkan Erland mencoba perlahan membuka matanya namun matanya tidak terlalu jelas melihat siapa yang ada di depannya pasalnya cahaya di tempat itu sudah terlihat gelap karna lampu dimatikan.
tak lama dari itu terlihat sesorang didepannya akan berlalu pergi, Spontan Erland menahan Tangan itu yang dia rasakan hanyalah lembut dan halus dari kulit itu.
Namun karna rasa kantuk yang menyelimuti dirinya saat ini jadi dia engak memperdulikan itu, dia kembali terbawa oleh alam mimpinya.
sementara itu Anna begitu kaget saat dirinya hendak pergi menuju kamar namun tangganya ditahan oleh Erland.
Anna menoleh kearah Erland, namun dia melihat Erland tetap memejamkan mata itu.
"Erland aku akan pergi ke kamar aku juga akan istirahat."
Anna tidak ada pilihan lain, lantaran dia takut saat dia mencoba melepas ikatan jari itu malah justru akan membangunkan Erland.
Jadi Anna memilih untuk duduk di sofa itu.
♡♡♡♡
Matahari memancarkan sinarnya, awan mulai menunjukan warna biru muda.
Aktifitas di luar sana sudah berlangsung, dari yang membawa kendaraan pribadi sampai para pejalan kaki sudah mulai lalu lalang di jalanan
ketika orang orang sudah mulai melanjutkan hari harinya tapi tidak dengan dua manusia ini yang masih terbuai dengan alam tidur mereka.
ketika sinar mata hari itu mulai menyoroti celah jendela kaca yang memantul kan cahaya kearah wajah Erland.
disitulah Erland mulai tersadar dari tidurnya.
perlahan Erland membuka matanya dan melihat mengamati sekitar.
namun begitu terkejut ketika dia merasakan tangan melingkar di bagian lehernya saat Erland melihat kemana arah tangan itu.
diasana baru dia melihat Anna yang tertidur pulas dalam posisi duduk.
Erland yang melihatnya tersenyum dia tersadar akan semalam dia begitu kelelahan dan tertidur di tempat ini
perlahan Erland mengusap tangan Anna yang masih ada di lehernya.
"bahkan saat tertidurpun masih terlihat cantik, aku pernah melihat lukisan cantik yang terlihat seperti bidadari dari surga, dan begitu banyak wanita yang pernah aku tiduri namun melihatmu seperti ini cantikmu mengalahkan semua." Guma Erland dalam hati
"Jika aku diberi kesempatan dan Tuhan berbaik hati kepadaku, aku ingin selamanya memandangimu dalam setiap sadarku dari mimpi panjang, dan menjadikanmu sebagai pemanis dan penyejuk jiwaku ketika aku terbangun dari tidur" lanjutnya
Erland kemudian bangkit pergi kearah dapur, mengambil satu gelas air dan meneguknya.
Erland baru ingat jika hari ini alan menjadi hari panjang, karna dia harus melakukan meeting dengan beberapa client.
"Andre?"
__ADS_1
"ya tuan?"
"bawakan baju dan jas beserta hal lainnya untukku, nanti ku kirim alamat nya."
"baik tuan"
saat Erland berbalik badan dia dikejutkan dengan Anna yang sudah berdiri disana.
"Akhhhhaaa" teriak Erland.
Anna yang melihatnya ketawa lepas karna baru kali ini dia melihat ekspersi Erland yang terkejut.
begitu lucu dan tidak dibuat buat.
"teruslah tertawa hingga puas."
"Hahahhahahaha, kau tidak patas sekali"
"apa yang tidak pantas."
"wajahmu"
"kenapa kau berdiri disana"
"suka hatiii ini tempatku" Ujar Anna berlalu.
Beberapa waktu berlalu Erland baru saja selesai mandi, setelah Andre memberikan perlengkapannya.
setelah dirasanya rapi dia pergi dari kamar Anna, saat Erland keluar dari sana dia mencium aroma masakan yang sangat menyengat.
tak menunggu lama Erland segera mendatangi Anna yang terlihat sibuk disana.
"apa yang kau masak?"
"Onigiri."
"waw kamu pandai membuatnya"
"aku mencoba memberikan yang baik dan cocok disantap di pagi hari."
"baiklah"
"kamu ingin mecobanya?" tanya Anna
"akan ku coba"
"duduklah dan makan bersama"
Keduanya sangat menikmati kebersamaan itu dan tidak lupa dengan hidangan yang ada dimeja.
saat keduanya telah selesai sarapan Erland melihat jam menujukan pukul 08:16 yang artinya dia harus segera pergi ke kantor.
"baiklah saatnya aku bekerja"
"oke hati hati."
Erland sontak terdiam disana. Anna yang menyadari bertanya.
"ada apa?"
"kamu ikut dengan ku ke kantor"
"hah untuk apa?"
"hari ini 1 hari bersamaku bukan?"
"erlandddd" Ujar Anna mengambek
"tidak ada penolakan ,kesepakatan tetap sama"
.
.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡