
.
.
.
.
.
Ke Empatnya masih berbincang bersama di ruang tamu milik Erland.
"Mommy merasa senang mendengar bahwa kau berhasil dengan proyek mu di Thailand."
"Yaa Erland membangunnya selama 8 bulan."
"kau betul betul hebat Erland mommy bangga denganmu dan ayah mu juga pastinya."
"mom ini bukan kali pertamanya aku membuat proyek di luar negri."
"iya memang, tapi proyek mu ini mendapatkan predikat sebagai destinasi wisata terbesar di Asia."
Erland yang mendengarnya hanya tertawa tipis.
"Astaga Erland kau sangat hebat aku rasa anakmu akan bangga memiliki ayah sepertimu." Gumam Anna dalam hatinya
Erland melirik ke arah Anna dengan senyum terbaiknya begitu pun Anna membalasnya.
"tapi mom Ada berita terbaik lagi yang lebih dari ini." ujar Erland
"whattt?? apa ituu?" tanya mommy serasa penasaran.
Anna dapat membaca pikiran Erland saat ini pasti Erland akan memberi tahu tentang kehamilan Anna saat ini.
Anna tidak masalah dengan itu karena baginya itu hak dari Erland juga memberitahu ibunya sebagaimana anak yang ada dirahimnya pun adalah cucunya.
namun bagi Anna ini bukan waktu yang tepat.
"Mom kau akan memiliki cucu."
seketika Indah yang tengah meminum teh di dalam cangkir itu tersedak.
yang mana membuat Elisya panik.
"mom are you okeh?"
Indah hanya mengangkat tangannya sebagi tanda bahwa dirinya baik baik saja.
Anna yang melihatnya begitu terkejut namun dan Erland kembali melihatnya.
Erland sudah tau respon awal ibunya saat mengetahui ini namun Erland akan tetap memberitahu kepada ibunya.
__ADS_1
Erland menggenggam tangan Anna di sana
"Whattt??! Erland kau tidak bercanda bukan?"
"pastinya tidak, Anna tengah mengandung mom."
mendengar kalimat itu Elisya nampak sangat terkejut sekaligus emosi dibuatnya namun dia mencoba untuk mengontrolnya.
Indah tidak menyangka dengan kalimat yang meluncur di bibir Erland.
Indah mencoba menenangkan dirinya.
"Erland bisa kan mommy berbicara dengan mu berdua saja."
"baiklah" Erland beranjak dari duduknya dan membawa ibunya ke arah balkon lantai dua.
♡♡♡♡
"Erland bagaimana itu bisa terjadi?"
"jelas kita membuatnya bagaimana dengan fikiran mommy?"
"Erland tapi___"
"mom ini sudah menjadi keputusan kami berdua, kehadirannya tidak akan menjadi masalah untuk aku dan Anna mom" lanjut Erland yang memotong kalimat mommy nya.
"tapi dia hadir tanpa ikatan pernikahan Erland. mommy akan malu jika teman teman mommy mengetahui ini."
"Aku sudah merencanakan itu bahkan sebelum dia hadir.. aku menginginkan Anna menjadi yang terakhir." lanjut Erland
"Tapi momy berencana menikahkan kau dengan Elisya." tegas Indah dengan suara yang lebih tinggi.
sehingga kalimat itu bisa di dengar hingga lantai bawah.
yang mana membuat Anna merasa bersalah berada di situasi itu, Anna hanya menyembunyikan wajahnya dengan cara menunduk karena dia tau situasi apa yang terjadi antara Erland dan ibunya.
sedang Elisya yang melihatnya hanya melirik Anna dengan tatapan sinis.
Erland yang mendengar kalimat Ibunya hanya tertawa pahit.
"Mom aku tidak tahu lagi bagaimana cara pikirmu, aku menganggap Elisya sebagi adikku aku menyayanginya tidak lebih dari seorang kakak menyayangi adiknya, bagaimana aku bisa menikahinya." ujar Erland berusaha menjelaskan.
"Tapi momy tidak akan merestui hubungan kalian, bagaimana jika anak di dalam kandungan itu bukanlah anakmu dia hanya menginginkan hartamu Erland bukan cintamu" Ujar Indah dengan tegasnya lagi.
Anna kembali mendengarnya semakin rapuh hatinya, dia hanya bisa menguatkan dirinya dengan cara mengelus pelan perutnya untuk menenangkan perasaanya
"Mom kau tidak akan pernah tau, aku laki laki pertama yang tidur bersama Anna." Ujar Erland lirih meski emosinya sudah berada di puncak.
Indah kembali merasa bersalah karna telah berkata keras dengan Erland. seumur hidup Erland indah tidak pernah memarahi Erland dengan nada tinggi ini kali pertamanya membuat Indah merasa bersalah, Erland yang didik penuh cinta dan kelembutan.
begitu pahit untuk indah memarahi putra kesayangannya itu untuk pertama kalinya, hanya karna Erland yang membela wanita yang di cintainya.
__ADS_1
"Erland sayang dengarkan momy, jaman sekarang banyak sekali perempuan yang tidak tahu malu mengaku memiliki anak dari laki laki hanya untuk memiliki sebagian hartanya." ujar Indah mencoba menjelaskan.
"Tapi tidak dengan Anna " Ujar Erland lebih tegas.
Erland mencoba menenangkan emosinya dengan cara meninggalkan momynya disana.
Erland melaju dengan langkahnya.
"dan sekali lagi aku tegaskan, aku tidak akan menikahi Elisya adikku." Ujar Erland sebelum melangkah lebih jauh meninggalkan Ibunya disana.
Erland berjalan menuruni tangga disana.
Erland mendatangi Anna yang masih duduk diam disana hatinya terasa sakit saat melihat Anna yang tampak tak berdaya.
Erland mencoba meraih tangan Anna yang berada di atas pahanya.
"Kita istirahat yahh.." bujuk Erland membawa Anna untuk ikut dengannya.
Elisya yang melihatnya tampak cemburu pasalnya dia tidak pernah melihat sikap lembut Erland kepada perempuan lain selain keluarganya bahkan dirinya sekalipun.
Erland membawa Anna ke lantai atas dimana kamar utama berada.
Erland yang masih melihat ibunya berada disana sembari berkata.
"Pulanglah Aku dan Anna butuh waktu istirahat."
mendengar kalimat itu membuat indah kembali merasa emosi lantaran merasa dirinya diduakan oleh anaknya sendiri karna wanita yang dicintainya.
Erland segera membawa Anna kedalam kamar dan mengunci pintu itu.
Indah yang emosi mengejarnya.
"Erland momy belum selesai berbicara!!! Erland jangan tutup pintunya momy sedang bicara Erland!! momy tidak pernah mengajarkanmu seperti ini Erland!! buka pintunya!! kau berubah setelah mengenal wanita jal*ng itu Erland!!!!" ujar Indah dengan emosi nya
Elisya yang datang mencoba menenangkan sang momy.
"mom sudah kita pulang dulu ya.. momy juga butuh istirahat."
.
.
.
.
.
.
♡♡♡
__ADS_1