Another Loved

Another Loved
157. Tamu


__ADS_3

.


.


.


.


♡♡♡♡


Pagi hari ini begitu sunyi karna Tiwi tidak ada di apartemennya membuat ruang merasa lebih kosong.


Anna ingat kini sudah menjadi penghujung akhir tahun.


dimana dulu dia sering menghabiskan akhir tahun bersama Ambar dan yang lainya.


liburan ke luar negri atau Bali menjadi pilihan mereka untuk menghabiskan akhir tahun.


Namun kini semua telah berubah setelah satu tahun terakhir satu persatu temannya telah menikah.


Anna menarik nafasnya dalam.


"pasti mereka tengah pergi berlibur bersama pasangan mereka. " Ujar Anna.


Anna hanya memandangi wajah Hector yang terlelap dalam gendonganya.


"Kita di rumah saja yah, kau masih begitu kecil untuk momy bawa berpergian, ah tapi dulu kau masih bayi merah pun sudah naik pesawat"


Tapi memang kenyataanya Gianna tidak ada agenda liburan di akhir tahun ini.


matanya melihat kalender.


"astaga dua hari lagi."


Anna melihat Hector sudah dalam masuk ke dunia mimpi.


ini waktunya dia memindahkan Hector keatas ranjang.


Selama Anna menemani Hector tidur justru itu membuatnya ikut merasakan ngantuk.


membuatnya tidak sadar ikut terlelap.


namun panggilan bel membuat mata Anna sadar dalam tidurnya.


Anna bangun duduk di ujung bibir ranjang sembari matanya memperhatikan jam disana.


"Aku tertidur satu jam? " gumanya.


Anna berjalan melewati ruangan untuk datang membuka pintu.


"Siapa? " ujarnya disana.


Anna mengintip di Door Viewers. dia hanya mendapati seorang menghadap kebelakang.


Anna terkejut seketika " siapa? ".


dia segera menekan password look itu dan membukanya.


Dan seketika laki laki bertubuh kekar dengan balutan jas itu berbalik arah mendapati seorang wanita dengan paras wajah naturan dan minidrees yang memperlihatkan dirinya seakan berada dalam keanggunan.


apa lagi saat melihat dirinya sedang terkejut membuatnya semakin imut dan mengemaskan.


"Nandddo?!!! "


"hello honey i'm back" ujarnya.


Ini seperti mimpi bagi Anna.


"kauu kenapa bisa ada disini? "

__ADS_1


"boleh ijinkan aku masuk terlebih dahulu"


"ya masuklah"


"kau tidak perlu canggung honey, aku tau kau merindukan ku"


"ini bunga untukmu" lanjutnya.


Anna menaruhnya di sofa.


"kau bahkan seperti tidak mengagumi Bunga itu honey? apa ingin yang lain?"


"tidak" ujarnya dengan wajah datar.


"Berlian? "


"tidak"


"tas? "


"tidak"


"sepatu? "


"tidak"


"make up"


"tidak"


"hey ayolah kita baru bertemu berikan aku senyuman pelukan atau ciuman"


"cikhss aku tidak akan memberikan itu semua kepada laki laki yang sudah memiliki istri" kemudian Anna pergi berlalu.


Nando yang mendengar itu sangat terkejut.


Kenyataannya Anna sedikit memendam rasa kecewa meski berapa kali Nando menjelaskan perihal yang terjadi.


Nando mengikuti arah Anna pergi dan Nando melihat Anna berada di dapur.


Nando merangkul pinggang Anna disana dan memberikan beberapa ciuman.


Sejujurnya Anna juga sangat merindukan kebersamaan dengan Nando.


Namun dia bingung dalam keadaan seperti ini.


Dia mencoba netral untuk membiarkan semua berjalan begitu saja.


yang ada di pikiranya saat ini bersyukur Nando datang bersamanya lagi.


"lepaskan"


"Honey dimana Hector? " tanya Nando


" dia sedang tidur jangan di ganggu"


"tapi aku ingin melihatnya."


"pergilah tapi jangan membuat dirinya terbangun"


Nando pergi melangkah.


mencari keberadaan kamar utama. meskipun dia tidak pernah datang ke tempat ini Namun dia bukan orang bodoh dalam urusan ruangan.


Anna duduk di sofa itu sembari menikmati teh di tanganya.


berfikir bahwa ini bukanlah mimpi.


"apa nyawaku masih di kasur?"

__ADS_1


"astaga?! "


Anna memasang wajah syok sampe dia mencubit kulitnya sendiri.


"ini nyata"


Anna mengusap wajahnya frustasi.


"Ah sudahlah"


Anna kembali meminum teh itu dan kembali dia dikejutkan dengan suara bel.


"Astaga siapa lagi"


Anna membuka pintu itu memperlihatkan Peter disana.


"Peter apa yang kau lakukan"


"Selamat siang Nona Anna, saya datang kesini untuk menaruh Koper Tuan Nando."


Anna manarik nafasnya dalam


"Masuklah"


"apa Bos mu tidak bisa menginap di hotel" tanya Anna


"Tidak honey aku akan disini menemani kalian" kenyataanya yang menjawab justru Nando yang sedang menuruni Anak tangga sembari menggedong Hector disana.


Anna menarik nafasnya dalam.


"terimakasi Peter"


Peter hanya memberikan senyuman.


"Apa kau tidak ingin singgah sebentar akan aku buatkan kopi atau teh"


"Tidak usah dia akan pergi secepatnya Honey" jawab Nando lagi.


"Ya nona Istriku menunggu di hotel"


"Hah kamila ada disini? "


Peter hanya diam disana kenyataanya dia sudah mendapatkan kode dari Nando untuk cepat pergi.


" Bawa dia kesini malam ini, aku ingin banyak mengobrol denganya "


Nando memasang wajahnya yang kaget disana.


"ya baik Nona, kalo begitu saya pergi dulu"


Setelah Peter pegi Anna berbalik Arah melihat Nando.


Nando yang menyadari itu dia berpura pura mengobrol dengan Hector.


"ku bilang jangan membangunkanya"


"dia merindukan aku honey lihat bahkan dia masih mengingat wajahku"


"saat itu dia masih bayi"


"tapi kita sering bersama"


"tidak Hector sering terlelap"


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡♡


__ADS_2